04/08/2026
Kisah Hancurnya Bait Suci Yerusalem (70 M)
Pada 4 Agustus tahun 70 M (menurut sebagian rekonstruksi kronologi sejarah), salah satu peristiwa paling berpengaruh dalam sejarah Timur Tengah terjadi. Pasukan Romawi yang dipimpin oleh Titus berhasil menembus pertahanan Yerusalem setelah pengepungan selama berbulan-bulan.
Saat itu, wilayah Yudea sedang dilanda pemberontakan besar terhadap Kekaisaran Romawi yang dimulai pada tahun 66 M. Untuk memadamkan perlawanan tersebut, Kaisar Vespasian mengirim pasukan yang kemudian diteruskan oleh putranya, Titus.
Di pusat kota berdiri Bait Suci Kedua, tempat paling suci bagi umat Yahudi. Menurut sumber-sumber kuno, terutama karya sejarawan Flavius Josephus, pertempuran berlangsung sengit. Api akhirnya melalap kompleks Bait Suci hingga bangunan itu hancur. Banyak penduduk tewas atau dijadikan tawanan, sementara kota Yerusalem mengalami kerusakan yang sangat besar.
Kemenangan Romawi kemudian diperingati melalui pembangunan Arch of Titus, sebuah monumen yang menggambarkan tentara Romawi membawa benda-benda suci dari Bait Suci, termasuk menorah bercabang tujuh.
Peristiwa ini membawa dampak besar:
Mengakhiri keberadaan Bait Suci Kedua sebagai pusat ibadah umat Yahudi.
Menyebabkan diaspora Yahudi semakin meluas ke berbagai wilayah.
Mengubah perkembangan tradisi keagamaan Yahudi, yang kemudian lebih berpusat pada sinagoge dan ajaran para rabi.
Menjadi salah satu peristiwa yang paling dikenang dalam sejarah Yerusalem hingga sekarang.
Hingga kini, bagian tembok penahan kompleks Bait Suci yang dikenal sebagai Tembok Barat tetap menjadi salah satu tempat suci terpenting bagi umat Yahudi dan menjadi simbol ingatan atas kehancuran Bait Suci tersebut.
--