11/09/2026
Ternyata salah satu cara menjemput rezeki bukan dengan mengejarnya… tapi dengan memperbaiki hubungan dengan Allah.
Saya belajar bahwa sebelum meminta Allah mengubah keadaan, mungkin ada yang perlu saya ubah terlebih dahulu: hubungan saya dengan Allah.
Ini 5 amalan yang saya coba jadikan ikhtiar:
1. Menjaga shalat wajib
Dulu ketika banyak masalah, saya sering fokus mencari jalan keluar sampai lupa bahwa ada waktu-waktu di mana saya harus berhenti dan menghadap Allah.
Padahal shalat adalah salah satu cara kita menjaga hubungan dengan-Nya.
Allah berfirman:
“Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
(QS. Taha: 14)
Pelajarannya: jangan sampai kita begitu sibuk mengejar dunia sampai lupa kepada Dzat yang memiliki dunia.
2. Memperbanyak istighfar dan bertaubat
Saya mulai belajar tidak hanya meminta rezeki, tetapi juga meminta ampun.
Karena terkadang kita sibuk memikirkan apa yang belum kita punya, sementara dosa-dosa masih terus kita bawa.
Allah berfirman:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu…”
(QS. Nuh: 10–12)
Pelajarannya: istighfar bukan sekadar ucapan di lisan. Ia menjadi jalan untuk kembali kepada Allah dan memperbaiki diri.
3. Bangun malam untuk Tahajud dan berdoa
Ada saat ketika siang hari terasa begitu penuh dengan usaha, tetapi hati tetap gelisah.
Dari situ saya belajar bahwa ada waktu ketika kita perlu berhenti mengejar dunia dan berbicara kepada Allah dalam kesunyian malam.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah menyeru hamba-Nya untuk berdoa dan meminta kepada-Nya.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajarannya: jangan hanya mencari pertolongan dari banyak pintu. Ada satu pintu yang selalu terbuka: pintu Allah.
4. Memperbanyak dzikir dan bersyukur
Saya mulai menyadari bahwa rezeki bukan hanya tentang bertambahnya uang.
Bisa berupa kesehatan, keluarga, pekerjaan, ketenangan, kesempatan untuk beribadah, bahkan masih diberinya kesempatan untuk memperbaiki diri.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Dan Allah juga berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
Pelajarannya: terkadang yang perlu ditambah bukan rezekinya dulu, tetapi rasa syukur kita terhadap rezeki yang sudah ada.
5. Bersedekah dan berbuat baik
Saya belajar bahwa memperbaiki hubungan dengan Allah juga tercermin dari bagaimana kita memperlakukan manusia.
Sedekah bukan berarti kita harus menunggu kaya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Maka saya belajar untuk berbagi semampunya, membantu ketika bisa, dan tidak hanya memikirkan diri sendiri.
Pelajarannya: jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Bisa jadi keberkahan justru datang ketika kita belajar ikhlas memberikan sebagian yang kita punya.
Pada akhirnya saya sadar…
Rezeki bukan hanya tentang bagaimana membuat Allah memberi lebih banyak kepada kita.
Tetapi tentang bagaimana kita menjadi hamba yang lebih dekat, lebih taat, lebih bersyukur, dan lebih percaya kepada Allah.
Karena ketika hubungan kita dengan Allah diperbaiki, mungkin keadaan belum langsung berubah…
tetapi hati kita berubah. Dan dari hati yang berubah itu, lahir ikhtiar yang berbeda. 🤲🏻