OPSHIDMedia

OPSHIDMedia OPSHID Media Untuk Indonesia Raya
PT. OPSHID Media

12/05/2026

Pangan bukan lagi sekadar urusan perut, melainkan instrumen pertahanan non-militer yang paling vital di tengah ketidakpastian geopolitik global. Saat rantai pasok dunia terganggu, sebuah bangsa yang bergantung pada impor akan kehilangan kedaulatannya.

Itulah mengapa ketahanan pangan bisa disebut sebagai penentu tegak atau robohnya sebuah bangsa.

Tonton video selengkapnya di Opshid Media TV!

Dalam panggung geopolitik dunia yang semakin retak, ketahanan pangan telah bergeser dari sekadar isu teknis agrikultur a...
06/05/2026

Dalam panggung geopolitik dunia yang semakin retak, ketahanan pangan telah bergeser dari sekadar isu teknis agrikultur atau manajemen logistik pasar menjadi instrumen pertahanan non-militer yang paling vital. Saat konflik di Timur Tengah dan berbagai titik panas global menyebabkan rantai pasok internasional terganggu, setiap negara kini menghadapi ancaman inflasi pangan dan risiko kelaparan massal.

Ketahanan pangan kini menjadi tolok ukur utama bagi kesehatan sebuah negara. Negara yang bergantung pada impor akan berada dalam posisi rentan. Ketika negara pengekspor tiba-tiba melakukan embargo, menutup keran ekspor demi memenuhi kebutuhan domestik mereka sendiri, negara pengimpor akan kehilangan kedaulatannya. Oleh karena itu, ketahanan pangan bukan lagi pilihan kebijakan, ia adalah penentu tegak atau robohnya sebuah bangsa di masa depan.

Baca jurnal selengkapnya di Opshidmedia.net

29/04/2026

Pangan adalah kebutuhan paling dasar manusia, namun karena hal itu pangan bisa dijadikan senjata modern bagi kepentingan lain.
Hari ini pangan sebenarnya tidak kekurangan namun masalahnya distribusi akses dan stabilitasnya yang dibatasi.
Lantas bagaimana dengan negara Indonesia? Negara yang terknal dengan sebutan agraris. Sudahkan Indonesia mampu mencukupi pangan masyarakatnya sendiri? Atau justru masih harus bergantung dengan negara lain?
Baca jurnal selengkapnya di Opshidmedia.net

Di antara garis tegas peta dan warna-warna mencolok batas negara, ada satu hal yang sering terlupa: perut yang lapar.Keb...
27/04/2026

Di antara garis tegas peta dan warna-warna mencolok batas negara, ada satu hal yang sering terlupa: perut yang lapar.

Kebutuhan dasar manusia tidak mengenal ideologi dan tidak bisa menunggu negosiasi diplomatik yang berlarut-larut. Ironinya, hari ini pangan justru terseret ke dalam pusaran geopolitik yang dingin dan penuh kalkulasi.

Baca jurnal selengkapnya di Opshidmedia.net

27/04/2026

Riuhnya kabar yang kita terima, dunia seolah tak pernah sunyi dari pasang surut konflik geopolitik. Dinamika ini merupakan cerminan dari ambisi dan kepentingan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan peradaban manusia.

Sejarah mencatat tentang berbagai perjuangan memperebutkan kendali atas wilayah strategis, di mana ego dan ketakutan kolektif menjelma menjadi kebijakan politik yang saling berbenturan.

Secara historis, konflik geopolitik terus berulang. Lantas apakah manusia tidak belajar dari sejarah yang sudah sering terjadi?

Baca selengkapnya di Opshidmedia.net

Dunia tak pernah sepi dari konflik geopolitik.  Kabar tentang ketegangan dan perebutan kekuasaan selalu menghiasi berita...
18/04/2026

Dunia tak pernah sepi dari konflik geopolitik.
Kabar tentang ketegangan dan perebutan kekuasaan selalu menghiasi berita kita setiap hari.
Dinamika ini bukan kebetulan.
Ia cerminan dari ambisi dan kepentingan yang sudah melekat dalam perjalanan peradaban manusia.

Sejarah membuktikan:
Perang dan konflik lahir dari perebutan kendali atas wilayah strategis.
Di baliknya ada ego dan ketakutan kolektif yang akhirnya dirumuskan menjadi kebijakan politik yang saling berbenturan.

Pertanyaannya sederhana: kenapa pola ini terus berulang dan tak pernah benar-benar usai?

Baca jurnal selengkapnya di Opshidmedia.net

18/04/2026

Meninggalkan kemewahan di puncak karier demi ketenangan jiwa? Kedengarannya mustahil, tapi itulah yang dilakukan Sang Hujjatul Islam. ✨

Siapa sih yang nggak kenal Imam Al-Ghozali? Ulama besar tasawuf yang namanya harum lewat kitab legendaris Ihya’ Ulumuddin. Sebuah mahakarya yang sukses menjembatani logika dan rasa, mendamaikan akal dan hati kita sampai hari ini. 📖

Perjalanan spiritual beliau bukan cuma soal sejarah, tapi soal pencarian makna hidup yang sesungguhnya.

Penasaran gimana kisahnya dari awal sampai jadi Sang Pembela Islam? Yuk, tonton cerita lengkapnya di YouTube Opshid Media TV! 🎬

11/04/2026

Haul 4 Leluhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kyai Haji Abdul Mu’thi dan Nyai Siti Nasichah (orang tua Sang Mursyid) serta Haji Ismail dan Hajjah Maimunah (sahabat karib orang tua Sang Mursyid), di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Losari - Ploso - Jombang.

02/04/2026

Secara administratif, istilah inlander digunakan untuk memudahkan pengelompokan penduduk. Namun seiring waktu, istilah ini berkembang menjadi label sosial yang merendahkan. Orang pribumi dianggap sebagai kelompok paling rendah dalam hierarki kolonial. Sehingga dalam praktiknya, sebutan inlander digunakan dengan maksud merendahkan martabat Bangsa Indonesia.

Simak video selengkapnya di kanal YouTube OPSHID Media TV

Address

Jl. Raya Ploso-Babat No.82, Desa Losari, Kecamatan Ploso
Jombang
61453

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OPSHIDMedia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share