Seputar Samosir

Seputar Samosir Situs Berita Samosir dan Seputar Bonapasogit

Menyajikan Fakta

Mari bijak bermedsos!!!
14/09/2026

Mari bijak bermedsos!!!

Medanbisnisdaily.com – Samosir. Anggota DPR RI Rapidin Simbolon melaporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, ke Polres Samosir atas dugaan pelanggaran ITE.

***Dulu viral dengan plat bodong. Informasi terbaru, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir dilaporkan ke Polres d...
11/09/2026

***Dulu viral dengan plat bodong.

Informasi terbaru, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir dilaporkan ke Polres dugaan pelanggaran ITE.

Beberapa admin grup WhatsApp sudah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Mari bermedsos dengan baik!

Sedih sekali bah...***Selamat jalan Wili Mbuik, damai di sisiNYA.SURAT TERBUKA UNTUK KKB PAPUADari Saya Onesimus Puling ...
11/09/2026

Sedih sekali bah...

***Selamat jalan Wili Mbuik, damai di sisiNYA.

SURAT TERBUKA UNTUK KKB PAPUA

Dari Saya Onesimus Puling Anak Nusa Tenggara Timur, Tinggal di Manutapen kota Kupang yang merasa kehilangan 🥲

Kepada saudara-saudara yang tergabung dalam KKB di Papua.
Kenapa kalian sekejam itu??

Saya menulis surat ini bukan sebagai orang yang mengenal kalian secara pribadi.

Saya juga bukan orang Papua. Saya adalah anak Nusa Tenggara Timur yang hatinya terluka ketika mendengar kabar bahwa tiga orang yang sedang menjalankan tugas negara harus kehilangan nyawa akibat penembakan.

Di antara mereka ada Willi Mbuik, 24 tahun, seorang anak muda, saudari perempuan kami asal Rote, Nusa Tenggara Timur.

Willi mungkin berangkat dari rumah dengan membawa harapan sederhana: bekerja, mengabdi, membangun masa depan, dan suatu hari pulang kembali bertemu keluarganya.

Tetapi hari itu, ia tidak pulang sebagai seorang anak yang membawa cerita tentang pekerjaannya.

Ia pulang sebagai jenazah.

🥲 Bayangkan hati seorang ibu yang menunggu anaknya pulang, tetapi yang datang justru kabar kematian.

Bayangkan seorang ayah yang mungkin selama ini berharap anaknya menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan keluarga, tetapi harus menerima kenyataan bahwa anaknya pergi untuk selamanya.

Dan bayangkan keluarga Aprida Rapi dan drh. Alfonsius Albinus Mehan yang juga harus kehilangan orang yang mereka cintai.

Apa sebenarnya yang ingin diperjuangkan dengan cara seperti ini?

Kalau ada ketidakadilan, lawanlah ketidakadilan.

Kalau ada persoalan politik, perjuangkanlah melalui cara-cara politik.

Kalau ada luka sejarah, bicarakanlah dengan kepala dingin.

Tetapi jangan jadikan manusia yang sedang bekerja sebagai sasaran kemarahan.

Mereka yang bekerja sebagai guru, tenaga kesehatan, petugas pertanian, dokter hewan, ASN, maupun pekerja lainnya bukanlah musuh kalian.

Mereka datang bukan untuk berperang.
Mereka datang untuk bekerja.
Mereka datang membawa tugas.
Mereka datang membawa harapan untuk masyarakat.

Jangan jadikan Papua sebagai tanah tempat orang-orang yang ingin mengabdi harus mempertaruhkan nyawanya.

Saya memahami bahwa konflik tidak pernah lahir tanpa sebab. Ada sejarah, ada persoalan, ada ketidakpuasan, ada luka yang mungkin belum selesai.

Tetapi apa pun alasannya, membunuh orang yang tidak sedang menyerang kalian tidak akan menghidupkan kembali orang-orang yang telah lebih dahulu menjadi korban.

Kematian tidak pernah menyelesaikan kematian.
Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan berikutnya.

Hari ini mungkin keluarga Willi yang menangis.
Besok mungkin keluarga lain.
Dan suatu hari, bisa saja yang menangis adalah keluarga dari orang-orang yang melakukan kekerasan itu sendiri.

Saudara-saudaraku di Papua, berhentilah sejenak.
Lihatlah wajah keluarga yang kehilangan.🥲
Lihatlah anak-anak yang kehilangan orang tuanya.🥲
Lihatlah ibu yang kehilangan anaknya.🥲
Lihatlah orang-orang yang hanya ingin bekerja dan pulang dengan selamat.

Kalau perjuangan kalian adalah untuk masa depan Papua, maka jangan hancurkan masa depan itu dengan membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.

Papua membutuhkan pendidikan.
Papua membutuhkan kesehatan.
Papua membutuhkan guru.
Papua membutuhkan tenaga medis.

Papua membutuhkan petani, peternak, birokrat, pekerja, dan anak-anak muda yang mau mengabdi.
Bukan lebih banyak makam.

Saya tidak tahu apakah surat ini akan pernah sampai kepada kalian.

Tetapi sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan satu hal:
Cukuplah darah yang tertumpah.
Jangan lagi ada Willi berikutnya.
Jangan lagi ada Aprida berikutnya.
Jangan lagi ada Alfonsius berikutnya.
Biarkan mereka yang masih hidup pulang kepada keluarganya dengan selamat.

Kalau ada perbedaan, mari bicara.
Kalau ada persoalan, mari cari jalan keluar.
Kalau ada luka, mari kita obati dengan keadilan, bukan dengan menambah luka baru.
Saya mungkin hanya seorang anak NTT yang jauh dari Papua.
Tetapi ketika seorang anak NTT kehilangan nyawanya di tanah Papua, hati saya ikut terluka.
Karena pada akhirnya, kita semua adalah manusia.

Dan tidak ada cita-cita, perjuangan, politik, ataupun kepentingan apa pun yang seharusnya membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan.

Untuk Willi Mbuik, Aprida Rapi, dan drh. Alfonsius Albinus Mehan:

Beristirahatlah dengan tenang.
Kalian pergi dalam menjalankan tugas.
Semoga Tuhan menerima pengabdian kalian dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dari saya, seorang anak Nusa Tenggara Timur, untuk Papua dan untuk Indonesia.🥲

Onesimus Puling

Semoga tidak terjadi apa-apa...Doa kami menyertai.
10/09/2026

Semoga tidak terjadi apa-apa...
Doa kami menyertai.

Hasinggaan, Huta Kelahiran Marga Simanjorang, Bukan 'Desa Terpencil'Penulis: Paul Manjo SinagaHumbahas - Adalah fakta se...
09/09/2026

Hasinggaan, Huta Kelahiran Marga Simanjorang, Bukan 'Desa Terpencil'

Penulis: Paul Manjo Sinaga

Humbahas - Adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan, Huta Hasinggaan adalah huta bersejarah bagi Marga Simanjorang. Di huta inilah marga Simanjorang 'terlahir' dan bertumbuh menjadi marga besar yang kini tersebar di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Kisah kelahiran marga ini berawal dari peristiwa 'na so uhum na so adat' yang dilakukan Saribu Raja dengan Siboru Pareme. Akibat peristiwa itu, keturunan Si Raja Lontung menjadi terlarang untuk menetap di kawasan Sianjur Mula Mula.

Larangan adat itulah yang dialami Ompu Ulang Aling Sinaga. Ketika hendak meminang boru Raja Itabu di Huta Sitabu Bonandolok saat ini, karena cintanya yang begitu kuat, saat ditanya identitasnya oleh Raja Itabu, ia menyebut identitasnya sebagai 'Marga Simanjorang', mengambil nama ayahnya.

Simanjorang sendiri adalah anak pertama dari Ompu Simanjorang yang lahir di Girsang Sipangan Bolon, yang bersebelahan dengan Kota Parapat, Simalungun. Ompu Simanjorang Sinaga lahir sekitar 300 tahun lalu di Huta Siduan Datu, Sinaga Uruk, Urat Palipi, sekitar 300 meter dari lokasi Tugu Toga Sinaga saat ini.

Kepergian Ompu Simanjorang Sinaga dari Tano Urat dilatarbelakangi kekecewaan. Ia kecewa setelah mengetahui statusnya bukan sebagai Raja Jolo, merujuk pada ayahnya Datu Upar sebagai 'Sijolo Tubu'.

Dari kekecewaan itu, Ompu Simanjorang pergi diam-diam atau dalam istilah Batak 'jolma ma so martona' dari hutanya di Siduan Datu, menuju huta bapatuanya di Luat Uluan. Huta bapatuanya itu adalah Girsang Sipangan Bolon, Golat Nairasaon.

Di sana, oleh Ompu Simainang, seorang keturunan bapatuanya, Ompu Simanjorang kemudian di-ain atau diangkat menjadi anak. Karena Simainang adalah turunan Bonor mengikuti geneologis ayahnya, serta-merta Ompu Simanjorang pun 'menjadi' Bonor.

Di Huta Simanjorang yang didirikan oleh Ompu Simanjorang, lahir dua orang anak. Dari dua anak tersebut, yaitu Ompu Ulang Aling dan Ompu Hodon-hodon, yang menetap di Huta Hasinggaan adalah Ompu Ulang Aling. Huta Hasinggaan sendiri didirikan oleh Ompu Ulang Aling Sinaga di atas tanah pauseang atau pemberian dari mertuanya, Raja Itabu Sagala.

Sementara Ompu Hodon-hodon kemudian pergi meninggalkan Huta Hasinggaan menuju Tongging. Ia menetap di Tongging di huta simatuanya, marga Munthe. Di sana, Ompu Hodon-hodon pun mendirikan huta sendiri di atas pemberian simatuanya. Huta itu bernama Kodon-kodon.
Jalur Diaspora dan Keterbukaan
Berdasarkan fakta hubungan pendiri Huta Hasinggaan dan Kodon-kodon, terjalinlah hubungan sosiologis dan geografis yang kuat di antara kedua huta tersebut. Atas dasar itulah marga Simanjorang lebih banyak tersebar di wilayah Dairi, Karo, dan Simalungun daripada di Samosir.

Fakta penyebaran inilah yang membuat Hasinggaan sejak dahulu telah terbuka dan terhubung luas dengan dunia luar. Hasinggaan bukan 'Desa Terpencil' yang terisolasi.

Buktinya, tokoh-tokoh marga Simanjorang lahir dan besar sebagai putra daerah di tanah perantauan. Sarman Simanjorang adalah 'Putra Dairi', Brandon Simanjorang sang petarung bebas adalah 'Putra Karo', dan Radiapoh Hasiholan Sinaga adalah 'Putra Simalungun'.

Dengan jejak sejarah dan jaringan diaspora yang begitu luas, masihkah pantas menyebut Hasinggaan sebagai 'Daerah Terpencil'?

Penulis: Putra kelahiran Hasinggaan.

Penantian panjang, akhirnya terjawab...Hasinggaan akan bersinar.
08/09/2026

Penantian panjang, akhirnya terjawab...
Hasinggaan akan bersinar.

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Selama 81 tahun, warga tiga dusun di Desa Hasinggaan, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menanti kampung mereka dialiri listrik. Penantian panjang itu kini mendekati akhir. Sekitar 150 kepala keluarga (KK) ditargetkan segera menikmati aliran....

Jangan korbankan masyarakat, tutup judol!!!
08/09/2026

Jangan korbankan masyarakat, tutup judol!!!


Medanbisnisdaily.com-Samosir. Sebanyak 1.094 penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara terindikasi melakukan aktivitas judi online (judol). Di tengah rencana pemerintah memverifikasi data tersebut, Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendi Naibaho, mempertanyakan efektivitas pembe...

Sidang Paripurna DPRD Samosir, Nota Pengantar Perubahan KUA-PPAS APBD 2026...
07/09/2026

Sidang Paripurna DPRD Samosir, Nota Pengantar Perubahan KUA-PPAS APBD 2026...

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan Nota Pengantar Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Samosir, Senin (7/9/2026), di gedung dewan, Parba...

Tutup judol...!!!
07/09/2026

Tutup judol...!!!

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Sebanyak 1.094 warga penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Samosir terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol). Bupati Samosir Vandiko T Gultom mengatakan akan terlebih dahulu mengecek dan memverifikasi data tersebut.

Tetap waspada...Tuhan beserta kita.
07/09/2026

Tetap waspada...
Tuhan beserta kita.


Medanbisnisdaily.com-Samosir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan. Kabupaten Samosir termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut.

Address

Jalan Simanindo, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan
Kabupaten Samosir

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seputar Samosir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Seputar Samosir:

Shortcuts

Share