Kabar Banyuwangi

  • Home
  • Kabar Banyuwangi

Kabar Banyuwangi Portal Kabar Seputar Banyuwangi
(1)

Bandung – Kabar membanggakan datang dari Bumi Blambangan. Sebanyak 12 lagu dan musik tradisi asli Kabupaten Banyuwangi k...
13/05/2026

Bandung – Kabar membanggakan datang dari Bumi Blambangan. Sebanyak 12 lagu dan musik tradisi asli Kabupaten Banyuwangi kini resmi dipagari hukum setelah mengantongi Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum RI.

Penyerahan sertifikat prestisius ini dilakukan secara serentak dalam acara Campus Call Out (CCO) yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (12/5/2026).

Surat pencatatan tersebut diterima secara simbolis oleh perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pencatatan KIK ini bukan sekadar urusan administrasi formalitas belaka.

Menurutnya, dokumen tersebut merupakan "pagar" hukum yang sangat krusial di tengah arus globalisasi. Dengan adanya sertifikasi ini, identitas musik tradisional Banyuwangi memiliki posisi tawar yang kuat di kancah global.

"Negara hadir untuk memastikan bahwa identitas bangsa, termasuk tradisi lisan dan musik dari daerah seperti Banyuwangi, memiliki perlindungan hukum yang kuat. Kita ingin membangun ekosistem di mana inovasi modern dan warisan leluhur berjalan beriringan," ujar Andi Agtas.

Deretan gending yang kini resmi tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) antara lain Gendhing Keok-Keok, Gendhing Kembang Waru, Gendhing Gurit Mangir, Gendhing Erang-Erang, Gendhing Embat-Embat.

Selain itu juga Gendhing Podho Nonton, Gendhing Sekar Jenang, Gendhing Gurit Jawa, Gendhing Santri Moleh, Gendhing Thetel-Thetel, Gendhing Kusir-Kusir, Gendhing Layar Kemendhung.

Bupati Banywuangi Ipuk Fiestiandani menyatakan rasa syukurnya atas pencatatan tersebut.

“Ini sekaligus mengukuhkan posisi Banyuwangi sebagai daerah yang paling progresif dalam menginventarisasi kekayaan lokalnya di bawah naungan Kanwil Kemenkum Jatim,” kata Ipuk.

Ipuk juga menyampaikan terimakasih kepada UPT Taman Budaya Jawa Timur yang banyak membantu dan memfasilitasi.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Disbudpar Provinsi Jatim, khususnya UPT Taman Budaya Jawa Timur yang banyak membantu kami untuk bisa mencatatkan KIK wilayah Kabupaten Banyuwangi,” tambahnya.

Banyuwangi menjadi bintang di wilayah Jawa Timur dengan menyumbangkan daftar karya legendaris paling signifikan. Hal ini juga membawa Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur meraih penghargaan khusus atas keberhasilannya menggerakkan sembilan daerah, termasuk Banyuwangi, Tuban, hingga Madura.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto menyatakan pihaknya akan terus melakukan pencatatan terhadap aset budaya daerah.

“Jawa Timur adalah gudang budaya, dan Banyuwangi adalah salah satu permata terbesarnya yang harus terus kita lindungi," ungkap Haris.

Setidaknya ada tiga poin krusial yang kini dikantongi masyarakat adat Banyuwangi atas legalitas ini.

Pertama, jaminan hak moral dan ekonomi; kedua, pencegahan klaim sepihak oleh pihak luar; dan ketiga, pengayaan database kekayaan intelektual nasional yang terintegrasi langsung di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). (*)

Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari warga. Saat ini ada ...
13/05/2026

Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari warga. Saat ini ada 23.410 rumah tangga dari 73 desa di Banyuwangi yang bergabung program pengelolaan sampah ramah lingkungan ini.

Program Banyuwangi Hijau adalah pengelolaan sampah yang dilakukan ramah lingkungan, salah satunya dengan cara mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di sejumlah lokasi.

Sejak diimplementasikan tahun 2023, Program Banyuwangi Hijau menunjukkan perkembangan dalam penguatan layanan pengelolaan sampah berbasis kawasan dan masyarakat.

Hingga Mei 2026, program ini telah menjangkau 73 desa dengan cakupan layanan kepada 23.410 rumah tangga atau sekitar 500.000 jiwa penduduk.

Selain itu, fasilitas TPS 3R Balak Kecamatan Songgon yang menjadi stasiun pengolahan sampah di Program Banyuwangi Hijau telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah sejak awal operasional dengan dukungan 91 tenaga kerja.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pengelolaan sampah anorganik sebanyak 652 ton dan sampah organik sebanyak 455 ton.

“Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan,” kata Ipuk, Selasa (12/5/2026).

Ipuk mengaku terus mendorong agar desa terus mendukung program ini. Sampah rumah tangga dari warga desa tidak hanya dibakar atau dibuang ke sungai, tapi dikumpulkan, dipilah dan dibawa ke TPS 3R oleh petugas.

“Terima kasih untuk dukungan warga atas program ini. Ini akan mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mengurangi sampah laut,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dwi Handayani menambahkan capaian pengelolaan sampah pada Program Banyuwangi Hijau tak lepas dari peran desa.

Sebanyak 73 desa juga telah bekerjasama melalui penandatanganan PKS. Semua desa tersebut juga telah membentuk lembaga operator desa untuk mendukung layanan persampahan.

"Desa desa tersebut juga menganggarkan Alokasi Dana Desa Khusus (ADDK) untuk kegiatan persampahan desa periode 2023–2026 total mencapai sebesar Rp. 3,97 miliar,” ungkap Yani, panggilan akrabnya saat membuka kegiatan Konsolidasi Program Banyuwangi Hijau 2026, Senin (11/5/2026)

Selain itu, lanjut Yani, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi pilar keberhasilan Program Banyuwangi Hijau.

Perubahan ini dilakukan melalui kegiatan pemicuan/edukasi yang telah diikuti 46.555 orang hingga berbagai kegiatan pelatihan fasilitator, edukator desa, pegiat perubahan perilaku, dan kampanye komunitas oleh Tim Banyuwangi Hijau.

Pada tahun 2026, lanjut Yani, Program Banyuwangi Hijau menargetkan perluasan cakupan layanan untuk mendukung pencapaian akses layanan persampahan kepada 885.000 jiwa dengan total 116 desa terlayani. (*)

Seorang pria berinisial S (46) yang tinggal sebatang kara, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur pada Rabu (13/5/2026...
13/05/2026

Seorang pria berinisial S (46) yang tinggal sebatang kara, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur pada Rabu (13/5/2026).

Korban merupakan warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Ia diduga tercebur saat menimba air di sumur dekat rumahnya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam sumur, tetangganya sempat mencari keberadaan korban yang diketahui sudah dua hari tak terlihat beraktivitas.

Saat melakukan pencarian, warga dibuat terkejut saat menemukan korban dalam kondisi sudah mengambang di permukaan air sumur. Kejadian ini segera dilaporkan ke perangkat desa dan polisi.

“Korban ditemukan mengambang di sumur. Diduga korban terjatuh saat menimba air,” kata Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto.

Baca selengkapnya di website kami.

Sebanyak 1.312 Jemaah Haji asal Kabupaten Banyuwangi telah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Keberan...
13/05/2026

Sebanyak 1.312 Jemaah Haji asal Kabupaten Banyuwangi telah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Keberangkatan ini menandai fase awal perjalanan ibadah mereka sebelum terbang menuju Tanah Suci.

Jamaah haji Banyuwangi terbagi menjadi lima kloter. Sebanyak 550 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 84 dan 85 menjadi rombongan terakhir yang bertolak dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi pada Selasa (12/5/2026) malam.

Banyuwangi memberangkatkan lima kloter pada musim ini. Sebelumnya, pada Selasa pagi, sebanyak 752 jemaah dari Kloter 82 dan 83 telah lebih dulu diberangkatkan. Sementara itu, 8 jemaah yang tergabung dalam Kloter 71 sudah bertolak mendahului rombongan utama.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Bupati Mujiono, Sekda Guntur Priambodo, serta jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi melepas langsung para jemaah.

Suasana khidmat dan haru menyelimuti depan kantor Pemkab saat ribuan keluarga pengantar melepas keberangkatan sanak saudara mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menitipkan doa kepada para jemaah agar saat berada di tempat-tempat mustajab, khususnya di depan Kakbah, mereka mendoakan kemajuan Banyuwangi.

Ia berharap pembangunan daerah semakin pesat, pelayanan publik kian membaik, serta masyarakatnya semakin sejahtera dan diberkahi Allah SWT.

"Kami di tanah air selalu mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Semoga jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kembali ke Banyuwangi dengan predikat haji yang mabrur dan mabrurah," ujar Ipuk.

Ipuk juga berpesan kepada petugas haji agar melayani jemaah dengan sepenuh hati, terutama memberikan perhatian ekstra kepada jemaah lansia dan mereka yang membutuhkan pendampingan khusus.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Janaidi, menjelaskan bahwa setibanya di Embarkasi Sukolilo Surabaya, jemaah akan beristirahat sekitar 20 jam sebelum diterbangkan ke Makkah.

Berdasarkan jadwal, para jemaah akan menjalankan ibadah selama 40 hari dan dijadwalkan tiba kembali di Banyuwangi pada 22 Juni mendatang.

Data Kemenhaj mencatat, dari total 1.312 CJH Banyuwangi tahun ini, sebanyak 503 orang merupakan jemaah lansia di atas 65 tahun, dan 144 orang masuk kategori risiko tinggi (risti). Tercatat jemaah tertua berusia 103 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 18 tahun.

"Tahun ini tidak ada jemaah difabel dari Banyuwangi. Kami telah memetakan jemaah prioritas, yakni lansia dan risti, untuk mendapatkan fasilitas serta layanan khusus. Semua disiapkan agar jemaah lebih mudah dan nyaman dalam melaksanakan seluruh ritual ibadah haji," ujar Rif’an. (*)

Ratusan kader posyandu di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu yang digelar di kawasan wisata Hutan De Djawatan, ...
13/05/2026

Ratusan kader posyandu di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu yang digelar di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Kecamatan Cluring, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas kader kesehatan desa agar semakin aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.

Jambore diikuti lebih dari 300 kader posyandu, merupakan kader yang telah mendapatkan pelatihan program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya).

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi).

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan pada warga,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua TP PKK Anna Nazili Hanim Mujiono, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Unair Dr. Rahardian Indartosusilo, dan Ketua Research Group for Health and Wellbeing of Women and Children Susy Katikana.

Kader Puspadaya dilatih menggunakan aplikasi untuk mengumpulkan dan melaporkan data ibu hamil dan balita, memahami makna dari data yang dikumpulkan, serta menggunakannya untuk menghasilkan program gizi yang lebih baik di desanya.

Keterampilan yang telah diajarkan tersebut dilombakan dalam Jambore Kader Posyandu. Masing-masing kader unjuk kebolehan dalam melakukan presentasi, menggunakan aplikasi, melakukan konsultasi, mengintepretasi data, hingga bernegosiasi.

“Lewat kegiatan ini, kami berharap kapasitas para kader semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas keterlibatan kader perempuan dalam pengambilan keputusan tingkat desa juga semakin meningkat,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab, Unair, dan Poliwangi terkait implementasi Puspadaya, yakni sistem integrasi data untuk memperkuat kapasitas pengambilan keputusan oleh kader kesehatan berbasis data di tingkat desa.

Dilaksanakan sejak Juni 2025, hingga saat ini Puspadaya telah melatih sebanyak 208 kader posyandu di Desa Tampo, Desa Sraten, Desa Sembulung, Desa Benculuk, melalui 1.134 sesi pendampingan kader.

Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menambahkan, jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini ada lebih dari 13 ribu orang.

“Jambore Kader Posyandu kita laksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan,” tambahnya. (*)

Warga Negara Asing (WNA) berinisial AF (50) menjalani proses persidangan setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan ter...
13/05/2026

Warga Negara Asing (WNA) berinisial AF (50) menjalani proses persidangan setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap SHN (36) warga Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi.

Bule asal Rusia itu dikenakan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dengan hakim tunggal, Yoga Perdana di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Selasa (12/5/2026).

AF hadir di persidangan dengan didampingi kuasa hukumnya, Eko Sutrisno. Hadir p**a SHN sebagai saksi korban bersama dua petugas kemanan Pantai Marina Boom yang turut memberikan kesaksian.

Dalam persidangan yang digelar secara terbuka itu, para saksi dimintai keterangan secara bergantian terkait insiden yang terjadi di kawasan Pantai Marina Boom, Banyuwangi pada 29 Maret 2026 lalu.

Usai pemeriksaan para saksi, sidang yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB itu sempat diskors dan kembali dilanjutkan pukul 13.30 WIB dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim.

Baca selengkapnya di https://kabarbanyuwangi.co.id/bule-rusia-divonis-denda-rp-2-juta-dalam-kasus-penganiayaan-di-banyuwangi

Polisi menggagalkan peredaran paket besar narkoba jenis sabu yang akan dikirim ke Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwang...
12/05/2026

Polisi menggagalkan peredaran paket besar narkoba jenis sabu yang akan dikirim ke Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Dari hasil pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial FS (36), warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Petugas juga menyita dua paket sabu seberat 2 kilogram serta satu unit mobil Daihatsu Xenia bernopol AG 1069 GI.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pengungkapan dilakukan setelah anggota mendapatkan informasi terkait pengiriman narkoba dari Kediri menuju Bali pada 26 April 2026 lalu.

Atas informasi itu, anggota kepolisian bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menyergap terduga pelaku yang menggunakan mobil Xenia untuk melakukan pengiriman.

“Kita lakukan penyergapan dan kami amankan terduga pelaku di depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang,” kata Rofiq dalam konferensi pers di Polsek KP3 Tanjungwangi, Selasa (12/5/2026).

Baca selengkapnya di https://kabarbanyuwangi.co.id/polisi-ringkus-pria-kediri-kirim-sabu-2-kg-menuju-bali-via-pelabuhan-ketapang-banyuwangi

Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di toilet Musala Nurul Huda, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore...
12/05/2026

Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di toilet Musala Nurul Huda, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (12/5/2026).

Mayat bayi itu ditaruh di dalam sebuah tas ransel warna hitam bergambar gajah yang ditemukan tergantung di dalam toilet musala tersebut.

Di dalam tas tersebut juga ditemukan sebuah amplop berisi uang tunai sebesar Rp 100 ribu. Pada bagian luar amplop tertulis permintaan yang diduga ditulis pembuang bayi.

“Siapapun yang menemukan tas ini saya minta tolong makamin janin anak saya yang layak, dalam amplop ini ada uang cuma sedikit. Saya kasih nama Muhammad Nur Riski” demikian isi tulisan pada amplop tersebut.

Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan mengatakan, mayat bayi di dalam tas itu ditemukan oleh warga usai salat Subuh. Tepatnya sekira pukul 05.30 WIB.

Baca selengkapnya di https://kabarbanyuwangi.co.id/mayat-bayi-lakilaki-dalam-tas-ditemukan-di-toilet-musala-glenmore-banyuwangi

Address

Perum Griya Giri Mulya WX:06, Kelurahan Klatak, Kalipuro

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kabar Banyuwangi:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share