Hallo Nusantara

Hallo Nusantara Hallo Nusantara hadir sebagai media informasi yang menyajikan berita terkini dengan prinsip Tegas, Tajam, dan Terpercaya. Selamat Datang di Hallo Nusantara.

Kami berkomitmen memberikan sudut pandang yang mendalam dan akurat dari seluruh pelosok NKRI. Kami hadir sebagai media informasi yang menyajikan berita terkini dengan prinsip Tegas, Tajam, dan Terpercaya. Kami berkomitmen memberikan sudut pandang yang mendalam dan akurat dari seluruh pelosok Nusantara. Pastikan Anda berlangganan untuk mendapatkan pembaruan berita setiap hari.

14/09/2026

Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi kembali mengungkap dugaan peredaran obat keras Daftar G tanpa izin di wilayah Kabupaten Bekasi. Pengungkapan yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Metro Bekasi Kompol Widodo tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni wilayah Kampung Kapling, Cikarang Utara dan Wanasari, Cibitung, berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dalam rangkaian penindakan tersebut, petugas mengamankan dua tersangka berinisial E dan MS. Dari keduanya, petugas menyita total 1.241 butir obat keras Daftar G, terdiri dari 377 butir Tramadol, 773 butir Hexymer, dan 91 butir Trihexyphenidyl. Selain itu, turut diamankan satu unit telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp675.000.

Para tersangka diduga menjalankan transaksi dengan sistem COD dan menentukan lokasi pertemuan secara berpindah-pindah untuk mengedarkan obat keras tanpa izin.

Atas perbuatannya, para tersangka diproses berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Polres Metro Bekasi berkomitmen terus memberantas peredaran obat keras ilegal yang dapat membahayakan masyarakat, khususnya generasi muda.

Masyarakat diimbau turut berperan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan ilegal melalui layanan Kepolisian 110.

Polres Metro Bekasi menggelar Apel Siaga dalam rangka pengamanan keberangkatan suporter dan kegiatan nonton bareng perta...
12/09/2026

Polres Metro Bekasi menggelar Apel Siaga dalam rangka pengamanan keberangkatan suporter dan kegiatan nonton bareng pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Apel yang berlangsung di Lapangan Promoter Polres Metro Bekasi sejak pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, didampingi Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, serta diikuti para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran Polres Metro Bekasi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapan Polres Metro Bekasi dalam memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap rangkaian aktivitas masyarakat dan suporter yang berkaitan dengan pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung.

Dalam pengamanan tersebut, sebanyak 1.597 personel gabungan dikerahkan dengan melibatkan unsur Polri, TNI, dan Satpol PP. Kekuatan pengamanan ditempatkan pada sejumlah titik strategis, mulai dari jalur keberangkatan dan kepulangan suporter, titik penyekatan, lokasi nonton bareng, titik rawan persinggungan antarsuporter, hingga pelaksanaan patroli gabungan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo menegaskan seluruh personel telah ditempatkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing serta diminta melaksanakan pengamanan secara maksimal, sungguh-sungguh, dan penuh tanggung jawab.

“Seluruh personel agar mengutamakan keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun masyarakat. Laksanakan tugas secara persuasif, humanis, namun tetap tegas sesuai ketentuan,” ujar Kapolres.

12/09/2026

Tim personel SAR berhasil masuk ke 3 pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau pada jarak kurang dari 3 km dalam keadaan aman, yaitu: pulau Rakata (Krakatau besar), pulau Panjang dan pulau Sertung.

Namun, belum juga ada tanda-tanda rombongan jurnalis yang hilang ditemukan.

Sumber: Harian Banten Raya

07/09/2026

Viral di media sosial, seorang petugas kebersihan wanita terlihat berteriak, menangis, meronta hingga melakukan gerakan tak biasa di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sejumlah warganet menduga wanita tersebut mengalami kesurupan, bahkan ada yang mengaitkannya dengan pocong, namun hingga kini dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kondisi yang dialaminya.

Sejumlah warganet melaporkan adanya dugaan abu vulkanik tipis yang menyelimuti perumahan dan kendaraan warga di berbagai...
06/09/2026

Sejumlah warganet melaporkan adanya dugaan abu vulkanik tipis yang menyelimuti perumahan dan kendaraan warga di berbagai wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta, Depok, Bogor, hingga kawasan Puncak, Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa debu halus tersebut merupakan sebaran abu vulkanik dari erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Erupsi tipe Strombolian disertai semburan lava pij ini tercatat telah berlangsung secara intensif sejak Jumat malam (4/9/2026).

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9, BMKG mengidentifikasi adanya klaster sebaran abu yang berada pada ketinggian hingga 20.000 kaki yang bergerak ke arah Timur Laut-Selatan, melingkupi perairan Selat Sunda serta wilayah Jabodetabek.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan situasi berkala melalui portal resmi Magma Indonesia (PVMBG) dan BMKG agar terhindar dari informasi hoaks.

06/09/2026

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih sangat tinggi. Gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut tercatat mengalami erupsi secara menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB hingga Sabtu pagi. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga) sejak penetapannya pada 2 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan pengamatan visual, erupsi tipe Strombolian ini memunculkan fenomena "Lava Fountain" atau air mancur lava berwarna merah menyala yang memuntahkan batu pijar serta abu vulkanik. Kolom asap kawah berwarna kelabu hingga hitam teramati membumbung tinggi sekitar 100 hingga 400 meter di atas puncak. Meski pada Sabtu (5/9/2026) pagi asap kawah sempat tak teramati, pendaran air mancur lava masih terlihat jelas.

Baca selengkapnya: https://hallonusantara.com/peristiwa/anak-krakatau-erupsi-menerus-pasca-level-iii-siaga-bnpb-tegaskan-belum-ada-potensi-tsunami/

05/09/2026

JAKARTA BARAT - Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di wilayah Kembang Kerep, arah Lippo / Notre Dame, Kembangan, pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan proses penanganan di tempat. Kronologi pasti serta penyebab kecelakaan beruntun tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan. Pengguna jalan diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas yang bertugas.

01/09/2026

Aksi pembegalan kendaraan bermotor diduga terjadi di Jalan Rubaya Totoang, tepatnya di wilayah perbatasan Kelurahan Karangpawitan dengan Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (1/9) dini hari tadi.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang warga yang mengaku sempat menolong korban setelah kejadian. Identitas korban belum diketahui secara pasti, namun sempat mengatakan sebagai warga Jamantri, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta (dalam video memakai sweater putih sedang menenteng helm berwarna merah).

Menurut keterangan warga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban melintas dari arah Kampung Bambuduri, Kelurahan Karangpawitan, menuju kawasan Totoang.

Sesampainya di lokasi yang berada di perbatasan Karangpawitan dan Desa Purwamekar, korban diduga dipepet oleh dua orang pelaku yang menggunakan satu sepeda motor.

Salah seorang pelaku disebut kemudian menghadang korban di lokasi yang cukup sepi. Korban diduga ditodong menggunakan senjata tajam jenis celur1t.

Dalam kejadian tersebut, sepeda motor milik korban beserta sejumlah uang tunai dibawa kabur oleh para pelaku.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian sempat memberikan pertolongan kepada korban.

Warga menyebut kondisi jalan di lokasi kejadian cukup minim penerangan, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik di kawasan tersebut menjadi gelap dan sepi sehingga dinilai rawan terjadi tindak kriminal.

Warga berharap penerangan jalan di kawasan tersebut dapat menjadi perhatian, sekaligus meminta peningkatan patroli keamanan untuk mengantisipasi aksi kriminal di ruas jalan yang minim penerangan dan cukup sepi pada malam hari.

31/08/2026

PEKALONGAN - Sebuah insiden nyaris membahayakan pengguna jalan terjadi di perlintasan kereta api Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Minggu pagi (30/8/2026).

Saat kereta api hendak melintas sekitar pukul 08.30 WIB, palang pintu perlintasan masih terbuka. Kondisi tersebut diduga terjadi karena petugas penjaga perlintasan tertidur saat bertugas.

Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi dengan cepat menyadari adanya kereta yang akan melintas. Mereka langsung bergerak menghentikan kendaraan dari kedua arah agar tidak memasuki perlintasan.

Warga bahkan secara sukarela mengatur lalu lintas dan memastikan kendaraan tetap berhenti hingga kereta api selesai melintas dengan aman.

Tidak ada kendaraan yang tertabrak maupun korban dalam kejadian tersebut. Namun, insiden ini memunculkan kekhawatiran warga terhadap aspek keselamatan di perlintasan tersebut.

Warga berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait, terutama terkait kesiapsiagaan petugas penjaga perlintasan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin.

Sumber: PEKALONGAN INFO

Address

Karawang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hallo Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share