05/09/2026
ORMAS SATU DARAH Nyatakan “PERANG TOTAL” TERHADAP RENTENIR DI KEDIRI.
KEDIRI | Geraknews.com — Organisasi Masyarakat (Ormas) Satu Darah secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap praktik pinjaman uang ilegal (rentenir) yang meresahkan masyarakat di Kediri dan sekitarnya.
Sikap ini diambil sebagai respons atas kian maraknya eksploitasi ekonomi terhadap warga kecil melalui bunga mencekik, intimidasi fisik, dan teror psikologis.
Ketua Harian DPP Satu Darah, Achmad Masliyanto, menegaskan bahwa toleransi terhadap praktik pemerasan berkedok pinjaman telah habis.
Satu Darah tidak akan diam melihat rakyatnya dijerat dalam lingkaran setan utang yang tidak manusiawi.
“Kami tidak anti-usaha, kami anti-pemerasan, silakan cari untung, tapi jangan dengan cara merampas martabat dan masa depan rakyat.
Jika ada yang berani ‘mencekik’ masyarakat Kediri, maka One Blood akan mematahkan tangan-tangan kriminal tersebut melalui jalur hukum dan tekanan sosial.”
Dalam pernyataan ini, Achmad Masliyanto merinci tiga langkah konkret yang akan dilakukan oleh Ormas Satu Darah:
Satu Darah membentuk satuan tugas khusus untuk menerima pengaduan korban rentenir.
Kami akan mendokumentasikan setiap bukti intimidasi, ancaman, dan transaksi ilegal untuk diserahkan langsung kepada aparat penegak hukum. Tidak ada lagi kasus yang ditutup-tutupi karena rasa takut.
Kami akan menyediakan bantuan hukum penuh bagi korban,setiap pelaku rentenir yang terbukti melakukan pelanggaran UU Perbankan, KUHP Baru (Pasal Pemerasan & Pengancaman), serta UU Perlindungan Konsumen, akan kami kejar hingga tuntas di pengadilan.
Kami tidak akan menerima penyelesaian di bawah tangan yang merugikan korban.
Bagi pelaku yang masih nekat beroperasi secara ilegal, bersiaplah menghadapi tim tim kami dilapangan, fokus kami masih di Kediri tapi tidak menutup kemungkinan kami instruksikan ke DPC sejawa timur.
Masyarakat akan kami edukasi untuk memboikot dan melaporkan kegiatan kegiatan pinjaman yang berbunga tinggi dan menjerat masyarakat.
Achmad Masliyanto menyampaikan pesan langsung kepada para sindikat pinjaman ilegal di Kediri,“Ini adalah peringatan terakhir. Era kalian mengeksploitasi ketakutan rakyat sudah berakhir.
Pemerintah mungkin memiliki keterbatasan sumber daya, tetapi Satu Darah memiliki ribuan mata dan telinga di lapangan.
Jangan uji kesabaran kami,jika kalian terus meneror ibu-ibu, pedagang kecil, dan warga miskin, kami akan pastikan kalian berhadapan dengan tembok besi penjara.”
Satu Darah juga mendesak Kepolisian Resor Kota Kediri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tidak lagi menganggap remeh laporan masyarakat terkait rentenir.
Tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ekonomi boleh tumbuh, tetapi tidak boleh dibangun di atas puing-puing penderitaan rakyat.
“SATU DARAH SIAP BERDIRI DI GARIS DEPAN. BAGI KORBAN RENTENIR, JANGAN TAKUT INFORMASIKAN KEPADA KAMI. KAMI ADALAH PERISAI ANDA.”Tegas Achmad menutup pernyataannya. (Red)