25/04/2026
Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di wilayah Ketami pada Rabu (22/4). Kejadian ini dilaporkan terjadi pada siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, dengan total 69 siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan demam. Penanganan dilakukan bersama lintas sektor guna memastikan kondisi siswa tetap terpantau dan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ferry Djatmiko, menyampaikan bahwa laporan dari sekolah langsung direspons oleh Dinas Kesehatan melalui pengambilan sampel makanan.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” jelas Ferry, Jumat (24/4).
Ia menegaskan bahwa kondisi siswa saat ini sudah terkendali, tidak ada yang dirawat inap, kondisi anak-anak telah membaik, serta puskesmas turut proaktif melakukan pemeriksaan.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut hasil investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur.
“Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa uji organoleptik belum dilakukan secara lengkap di setiap tahapan. Menurutnya, pengujian tersebut seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima, namun dari hasil investigasi diketahui ada tahapan yang terlewat.
Menyikapi hal tersebut, sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi lab.