16/04/2026
Eko Prasetyo menulis buku ini dengan rasa geram setelah melihat kenyataan pahit. Penyakit bukan datang karena perilaku buruk, melainkan karena industri makanan yang mencucuk kita ke kubangan penyakit, obat berbahaya, dan pencemaran yang tak terhindari.
Orang miskin sakit bukan karena salah mereka, tapi karena sistem yang membiarkan mereka sakit.
Buku ini membuka empat luka besar negeri kita. Kisah Negeri Penuh Wabah memperlihatkan demam berdarah, malaria, TBC, AIDS datang bergantian seperti tamu tak diundang.
Tapi yang lebih sakit adalah cara negara membiarkan wabah jadi rutinitas tahunan, bukan musibah yang harus dicegah.
Di bab Sakit Yang Miskin dan Yang Kaya, Eko membongkar diskriminasi mentah. Orang kaya bisa pesan jenis sakit dan surat dokter sesuai kebutuhan, bahkan untuk menghindari sidang korupsi.
Sementara orang miskin harus rela berobat dengan obat palsu yang beredar bebas, atau mati di rumah karena tak punya biaya deposit rumah sakit.
Dunia Medis yang Kapitalis dan Kejam menguak rahasia kelam rumah sakit yang berubah jadi pabrik uang. Pelayanan tak lagi sosial, melainkan bisnis yang mengorbankan pasien demi keuntungan.
Setiap kesalahan medis sulit diadili, sementara obat palsu dan malpraktik jadi bagian sistem yang tak terjamah hukum.
Surat Untuk Para Pekerja Kesehatan di penutup buku ini bukan penyerahan, tapi seruan. Eko memanggil dokter, perawat, apoteker untuk kembali jadi aktivis kesehatan, bukan kaki tangan industri.
Sebab kesehatan bukan komoditas, tapi hak dasar yang tak boleh ditawar dengan ketebalan dompet.