Klaten 24 Jam

Klaten 24 Jam informasi klaten dan sekitarnya, silahkan follow kami untuk lebih update lagi info² yang ada di klaten. selalu update setiap saat. Mau iklan?
(1)

follow us
instagram :
tiktok : klaten24jam.id hub admin 085640461175

12/06/2026

19.38 | 12 Juni 2026
Klaten kota arah ke jogja hujan
Klaten bagian lain bagaimana lur?

12/06/2026

Seorang warga Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, langsung sujud syukur setelah permintaannya mendapatkan sambungan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Merapi dikabulkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Warga tersebut bernama Sukrisnanto, warga Dukuh Sarap, Desa Pesu. Permintaan itu disampaikan saat kegiatan Sambung Rasa yang digelar di desa setempat pada Jumat (5/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sukrisnanto sempat mendapatkan hadiah sepeda dari Bupati Klaten. Namun, pria itu justru mengaku tidak terlalu membutuhkan sepeda dan lebih berharap rumahnya bisa mendapatkan sambungan air bersih dari PDAM.

Langsung direspon cepat Bupati, Respons cepat itu membuat Sukrisnanto terharu hingga sujud syukur di lokasi acara. Sementara hadiah sepeda yang sebelumnya diterimanya tetap diberikan.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten, Sigit Setyawan, mengatakan pemasangan sambungan baru sudah dilakukan.

“Kemarin sudah terpasang. Untuk pemasangan gratis,” kata Sigit saat dihubungi Espos, Kamis (11/6/2026).

Kini Sudah Bisa Digunakan
Kepala Dusun 1 Desa Pesu, Siswanto, membenarkan rumah Sukrisnanto kini telah menikmati layanan air bersih dari PDAM.

Menurut dia, petugas PDAM langsung mendatangi rumah penerima manfaat setelah kegiatan Sambung Rasa dan melakukan proses pemasangan pada awal pekan ini.

“Sudah dipakai untuk aktivitas rumah, mengisi bak kamar mandi, memasak serta wudu. Pemasangan gratis,” kata Siswanto.

Ia menjelaskan Sukrisnanto berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal bersama kakaknya yang belum berkeluarga. Selain itu, Sukrisnanto juga mengalami disabilitas fisik dan mental sejak kecil.

Sebelum mendapatkan sambungan PDAM, kebutuhan air bersih sehari-hari dipenuhi dengan menimba air dari sumur yang berada di dekat rumahnya.

Melalui video yang diterima Espos, Sukrisnanto menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Klaten atas bantuan yang diterimanya.

“Dhumateng Pak Bupati, matur nuwun bantuanipun kangge banyu menika. Mugi-mugi sedaya angsal barokahipun,” ujar Sukrisnanto.
Artikel: Solopos
Video: Hamenang Wajar Ismoyo S.I.Kom

11/06/2026

JUWIRING - Dua gelang emas milik Sri Sulastri (74) warga Dukuh Karanglo, Desa Jaten, Kecamatan Juwiring, Klaten raib digondol begal. Pelaku yang seorang diri membawa senjata tajam jenis sabit.

"Kejadiannya itu sekitar jam 08.30 WIB. Kondisi sedang sepi sini, pada kerja," ungkap tetangga korban Aditya Dwi Susanto (32) kepada detikJateng, Kamis (11/6/2026) siang.

Saat kejadian, kata Aditya, dirinya sedang di kebun barat rumah korban. Mendadak terdengar suara minta tolong dari jalan.

"Dengar suara tolong-tolong saya kira anak kecil pada mainan, lalu saya tengok. Terus ada kejadian itu (perampasan)," terang Aditya.

"Saya sempat tanya ke pelaku, ada masalah apa, Mas?. Dia (pelaku) malah menunjukkan sabit ditujukan kepada korban," lanjutnya.

Melihat pelaku membawa sabit, terang Aditya, dirinya memilih mundur mengambil jarak lalu pelaku kabur. Pelaku satu orang dengan motor Vario.

"Pelaku satu orang bawa motor Vario. Pakai masker, celana panjang, orangnya gemuk agak pendek," imbuhnya.

Sri Sulastri menceritakan saat kejadian dirinya sedang membersihkan rumput di jalan depan rumah. Kemudian pelaku datang menanyakan alamat.

"Terus datang pelaku tanya KDMP itu mana saya tunjukkan dengan tangan itu. Langsung disahut, saya dipaksa menyerahkan gelang," katanya.

Pelaku, sebut Sri, kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis sabit. Semula dirinya mau melepaskan tapi langsung ditarik.

"Langsung ditarik. Yang hilang dua gelang emas, 7 dan 4 gram," kata Sri yang pensiunan guru itu.

Lokasi kejadian dari pantauan detikJateng memang sepi. Rumah korban menghadap jalan di tepi sawah yang sepi dan lebarnya hanya sekitar 2-3 meter.

Kapolsek Juwiring AKP Nuril Asadi mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Pelaku hanya satu orang dengan motor matik.

"Pelaku satu orang menggunakan motor matik. Yang hilang gelang emas tujuh dan empat gram senilai sekitar Rp 17 juta, ini masih penyelidikan," jelasnya.

Sc; detikcom

Piala Dunia 2026 makin seru pakai IRA! 🏆⚽ Cukup langganan Rp100.000, kamu langsung dapet:✅ Dapat 3 bulan internet✅ Grati...
11/06/2026

Piala Dunia 2026 makin seru pakai IRA! 🏆⚽

Cukup langganan Rp100.000, kamu langsung dapet:
✅ Dapat 3 bulan internet
✅ Gratis nonton Piala Dunia 2026 di Folaplay

Cara klaimnya gampang banget, cek poster di atas ya!

👉 Daftar sekarang di [....] atau klik link di bio profile kami

Berlaku untuk pelanggan baru. Periode promo 26 Mei - 19 Juli 2026.

Promo ini hanya berlaku di coverage area:
Pulau Jawa, Maluku dan Papua

Internet Rakyat

11/06/2026

Semenjak Pertamax Naik, sekarang antrian Pertalite dk spbu-spbu panjang.. karena jarak harga semakin kerasa.. .
sudah kah anda ikut antrian hari ini 😁

11/06/2026

Sebanyak 1.022.654 unit kendaraan bermotor di wilayah Soloraya tercatat menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga akhir 2025. Total piutang pajak kendaraan di tujuh daerah tersebut mencapai sekitar Rp736,1 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, mengatakan tunggakan pajak kendaraan masih menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan.

"Kalau pendapatan kurang, pembiayaan pembangunan juga berkurang. Salah satu pembiayaan dari APBD itu untuk pelaksanaan pembangunan, termasuk infrastruktur jalan," kata Masrofi saat ditemui di kantornya, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data Bapenda Jateng, Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan jumlah kendaraan menunggak pajak terbanyak di Solo Raya. Tercatat ada 201.814 kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajak dengan total piutang mencapai Rp133,1 miliar.

Sementara itu, Kota Solo berada di posisi kedua dengan 203.609 kendaraan menunggak dan nilai piutang sebesar Rp123,6 miliar.

Berikut rincian tunggakan PKB di wilayah Solo Raya hingga akhir 2025:

Kabupaten Klaten: 201.814 unit, piutang Rp133,1 miliar

Kota Solo: 203.609 unit, piutang Rp123,6 miliar

Kabupaten Sukoharjo: 147.479 unit, piutang Rp104,8 miliar

Kabupaten Sragen: 143.302 unit, piutang Rp100,9 miliar

Kabupaten Boyolali: 140.655 unit, piutang Rp99,1 miliar

Kabupaten Karanganyar: 137.950 unit, piutang Rp98,3 miliar

Kabupaten Wonogiri: 110.553 unit, piutang Rp76,3 miliar

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang beroperasi di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 juta unit. Namun, hanya sekitar 12 juta kendaraan yang aktif membayar pajak.

Sebanyak 5.124.243 kendaraan lainnya tercatat menunggak pajak hingga Desember 2025, terdiri atas 4.558.563 kendaraan roda dua dan 546.780 kendaraan roda empat.

Menurut Masrofi, total tunggakan PKB di seluruh Jawa Tengah mencapai Rp2,881 triliun. Sementara nilai opsen PKB yang menjadi hak pemerintah kabupaten/kota mencapai Rp877,7 miliar.

"Maka total piutang atau jumlah masyarakat yang belum bayar pajak itu ada Rp3,759 triliun," ujarnya.

Sc: solopos

10/06/2026

Warga Dusun Susuhan, Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten mendadak gempar pada Senin (8/6/2026) malam.

Sarno Pawiro Martono, 78, warga setempat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya.

Kasi Humas Polres Klaten AKP Suwoto menjelaskan,  penemuan jasad Sarno bermula sekitar pukul 17.45.

Saat itu, salah seorang saksi bernama Mulyono, 56, mendapat informasi dari penjual jamu tradisional keliling yang biasa menjadi langganan Sarno.

Penjual jamu merasa curiga karena pesanan jamu yang ia gantungkan di pintu rumah korban sejak Senin (8/6/2026) pagi belum diambil.

"Mendapat informasi tersebut, saksi Mulyono berinisiatif mengecek langsung ke dalam rumah korban. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang," ujar AKP Suwoto, Selasa (9/6/2026).

Melihat kondisi korban, Mulyono segera memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Jatinom pada pukul 20.00. Petugas kepolisian langsung tiba di tempat kejadian perkara (TKP) lima menit setelah laporan diterima.

Pihak kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Jatinom langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Sarno Pawiro Martono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dipimpin oleh dr. Hj. Nik'mah Nur Fajarini, petugas memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda kekerasan. Korban diketahui memang lansia dan memiliki riwayat penyakit sesak napas. Maka itu kondisi usia lanjut membuatnya rentan terhadap penyakit," jelas Suwoto.

Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas dan menerima peristiwa meninggalnya sebagai musibah takdir. Keluarga juga secara resmi membuat pernyataan keberatan untuk dilakukan tindakan otopsi lebih lanjut pada jenazah.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sebagaimana mestinya.

Sc: radarsolo

09/06/2026

Poliklinik Desa (Polindes) Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten bernasib malang. Fasilitas layanan kesehatan desa itu menjadi sasaran aksi corat-coret atau vandalisme.

"Ya begitulah. Sudah sering kita cat ulang, dicoret-coret lagi," ungkap Kades Jomboran Kecamatan Klaten Tengah, Agung Widodo kepada detikJateng, Selasa (9/6/2026) siang.

Menurut Agung, aksi vandalisme tersebut sudah berlangsung sejak lama dan Pemdes sudah berulang kali mengecat. Padahal Polindes tersebut masih digunakan.

"Masih digunakan untuk masyarakat. Pelakunya orang mana juga tidak tahu karena biasanya dilakukan malam hari," lanjut Agung.

Tidak hanya Polindes, sebut Agung, pagar SDN juga jadi sasaran corat-coret tidak jelas. SDN tersebut padahal juga masih digunakan masyarakat.

"SDN juga masih untuk belajar. Saya khawatir gedung KDMP (koperasi desa merah putih) nantinya juga disasar karena lokasinya sepi," lanjut Agung.

"Lokasinya (polindes) memang sepi jauh dari permukiman dan di tepi jalan raya," imbuhnya.

Pantauan detikJateng di Polindes tersebut, tembok yang di tepi selatan jalan penuh coretan. Bahkan tembok belakang juga.

Sedangkan SDN 2 Jomboran pagarnya juga penuh coretan. Coretan dinding tersebut tidak jelas karena berupa huruf-huruf konsonan yang dirangkai empat atau tiga huruf.

Darsono, seorang warga yang ditemui detikJateng mengatakan polindes itu sudah lama jadi tempat corat-coret. Dicat pun dicoret lagi.

"Dicat dicoret-coret lagi. Tembok yang ke arah RSUD juga dicoreti," katanya.

Ia mengatakan pelaku nekat karena lokasinya sepi, jauh dari kampung padahal jalan raya. Dari lokasin itu jika selatan ke arah Rawa Jombor.

"Ini ke selatan ke arah Rawa Jombor, ke barat RSUD, jauh dari kampung juga," imbuhnya.

Sc: detikcom

09/06/2026

Viral di media sosial sejumlah pengemis diantar mobil Elf dan diduga hendak beraksi di objek wisata Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. Dalam video yang beredar, para pengemis itu ditegur warga hingga kembali masuk ke mobil.
Postingan di salah satunya diunggah akun Facebook BERITA SEPUTAR JATINOM. Video yang diunggah menampilkan satu mobil Elf berhenti di tepi jalan.

Beberapa orang berusia sekitar 50-60 tahun berpakaian sederhana turun dari mobil. Namun saat ditegur warga mereka balik masuk ke mobil.

Sopir mobil saat ditanya asalnya menjawab dari Jatinom dan berangkat dari GOR. Sebab warga semakin keras dan meminta rombongan pergi, mereka akhirnya naik ke mobil.

Kabid Penegakan Perda Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten , Sulamto, menjelaskan pihaknya telah melakukan penelusuran terkait video tersebut. Dia mengatakan peristiwa terjadi pada akhir pekan lalu.

Berdasar laporan warga sekitar, pengemis drop-dropan itu biasa beraksi saat akhir pekan dari pagi hingga petang. Kini, pihaknya telah mengimbau agar warga melapor jika menemukan hal serupa.

"Droping pengemis dilakukan setiap akhir pekan atau hari Minggu mulai jam 09.00 WIB dan menjelang maghrib dijemput. Untuk itu para pelaku usaha serta warga diminta melaporkan ke Satpol-PP atau Polsek," jelas Sulamto kepada detikJateng, Selasa (9/6/2026) siang.

"Kami juga akan melakukan patroli pengawasan saat akhir pekan atau hari Minggu serta hari libur nasional untuk mencegah praktik pengemis dan gelandangan yang mengganggu kenyamanan wisatawan," imbuh Sulamto.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Joko Hendrawan, menyampaikan sejak hari Senin dan hari ini penyisiran dilakukan di beberapa objek wisata, termasuk rawa Jombor. Hasilnya nihil

"Dari dua hari penertiban memang tidak ada pengedropan lagi. Dan memang warga sekitar Rawa Jombor itu sudah menolak," terang Joko.

Akibat penolakan warga itu, kata Joko, para PGOT tidak jadi beraksi dan langsung kembali. Indikasinya droping itu tidak hanya di rawa saja tetapi juga di objek wisata lainnya.

Sc: detikcom

09/06/2026

Pencurian sepeda motor terjadi di Dukuh Gaten, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Seorang gadis cilik berinisial A (12) mencoba menggagalkan aksi maling itu hingga membuatnya terseret sampai 1 kilometer.

"Saya narik (motor yang dicuri) pas di dekat rumah tadi. Sampai sini (sawah Dukuh Kenteng sejauh sekitar 1 kilometer) saya di boncengan tengkurap," tutur siswi kelas VI SD itu, dilansir detikJateng, Selasa (9/6/2026).

A bercerita, saat kejadian, dia tengah bermain sendiri di halaman rumah di dekat motor. Dua pelaku lalu datang dan salah satunya mengambil motor.

A bergelantungan di jok belakang motor sampai pencuri memintanya turun. Pelaku mengancam mau menjualnya jika nekat ikut.

"Dia bilang, 'yen ikut pakde tak dol sisan kowe mengko (kalau ikut, saya jual sekalian nanti kamu)'. Saya belum mau turun lalu melepas tangan saya dari motor," papar A.

Kapolsek Polanharjo AKP Abdillah menyatakan pelaku dua orang berboncengan sepeda motor. Satu orang turun mengambil motor dan yang satu kabur ke selatan.

Sc: detikcom

Address

Klaten
Klaten
57438

Telephone

+6285640461175

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klaten 24 Jam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share