14/08/2026
Kabupaten Klaten bersiap menggelar perhelatan karnaval budaya tahun ini.
Direncanakan pada Selasa (18/8/2026) di sepanjang Jalan Pemuda dengan mengusung tema Klaten Mandala Peradaban — Saka Sandyakala, Tumuju Cahya.
Nantinya karnaval budaya disambungkan dengan karnaval pembangunan yang akan dilangsungkan pada Rabu (19/8/2026).
Karnaval tersebut dirancang sebagai perjalanan yang menghubungkan keagungan peradaban Mataram Kuno dengan dinamika dan potensi Klaten masa kini.
Khusus karnaval budaya akan diikuti 28 kontingen dengan total peserta mencapai ribuan orang yang akan memadati sepanjang Jalan Pemuda.
Masing-masing kontingen bakal menyuguhkan beragam cerita, karakter, identitas wilayah melalui seni pertunjukan kolosal yang memikat.
Ada pun karnaval budaya akan dimulai pada pukul 13.00 dengan titik kumpul di depan Bank Jateng di Jalan Pemuda.
Sedangkan untuk panggung kehormatan ada di depan Rumah Dinas Bupati Klaten.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, penyelenggaraan tahun ini menyajikan konsep pementasan yang berbeda dibandingkan pawai-pawai budaya sebelumnya.
Setiap kecamatan tidak lagi sekadar tampil membawa rombongan atau parade visual biasa.
Melainkan diwajibkan mengusung narasi sejarah dan identitas geografis wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa perspektif Mataram Kuno menjadi magnet utama dalam perhelatan karnaval budaya tahun ini.
Hal ini untuk memperlihatkan bagaimana fondasi peradaban masa lalu membentuk identitas Klaten di era modern.
"Tahun ini akan spesial karena pawai budaya tidak hanya sekadar kecamatan menampilkan atraksi tapi akan ada sesuatu yang menarik yaitu mengangkat tema Mataram kuno," ujar Bupati Hamenang dikutip dari rilis yang diterima Kamis (13/8/2026).
Konsep karnaval budaya akan menempatkan 26 kecamatan sebagai pilar narasi utama.
Setiap kecamatan menggali secara mendalam kearifan lokalnya. Baik dari sisi sejarah, kekayaan alam, kerajinan rakyat, tradisi hingga aktivitas sosial masyarakat.
Selengkapnya: https://radarsolo.jawapos.com/klaten/2608140024/klaten-bakal-gelar-karnaval-budaya-angkat-sejarah-mataram-kuno-hingga-potensi-daerah?page=2