KabarBeranda

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Ajijul Gazi, Abraham Syah, Rohit Rohan, ভালোবাসার রং, ...
04/12/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Ajijul Gazi, Abraham Syah, Rohit Rohan, ভালোবাসার রং, AH Afjol Husen

PWDPI Surati Komisi B DPRD Labura Labura | KABARBERANDA -  "TEGAKAN HUKUM WALAU LANGIT AKAN RUNTUH" Kimhock Ambarita Mel...
19/11/2025

PWDPI Surati Komisi B DPRD Labura

Labura | KABARBERANDA - "TEGAKAN HUKUM WALAU LANGIT AKAN RUNTUH" Kimhock Ambarita Melalui Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia PWDPI Labura (DPC PWDPI) pada rabu(19/11/25) kembali datangi kantor DPRD Labura guna Surati yang kesekian kali ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten labuhanbatu (Labura).
Selengkapnya baca di Facebook.com

19/11/2025

oleh Shandra Lucky Win

19/11/2025

oleh Susi Syamsir

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Meldania Agisna, Rakib Khan BD, Yd Ycig, Rupanjali Nat...
19/11/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Meldania Agisna, Rakib Khan BD, Yd Ycig, Rupanjali Nath, Nano Rasa Kopi, Mintu Roy, Ribhu Mondal, Sanjana Mahato, Sumon Saha, Nasima Akther, Pk Afjol Husen

18/11/2025

Saya membuat progres! Saya baru saja naik ke #1889 di papan peringkat dengan postingan tantangan saya!

18/11/2025

oleh Blanche Selikoff Rosenblatt

17/11/2025

oleh Anita Zacky Bestot

Diduga Cemari Udara Bertahun-tahun, PKS di Paya Bakung Blok 2 Kembali Disorot — Warga Mendesak DLH Bertindak TegasHampar...
17/11/2025

Diduga Cemari Udara Bertahun-tahun, PKS di Paya Bakung Blok 2 Kembali Disorot — Warga Mendesak DLH Bertindak Tegas

Hamparan Perak | KABARBERANDA – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Desa Paya Bakung Blok 2 kembali menuai kritik keras dari warga. Asap tebal yang keluar dari cerobong pabrik pada Senin, 17 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, diduga menjadi sumber utama pencemaran udara yang semakin memprihatinkan di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Sejumlah warga mengaku sudah bertahun-tahun menghirup udara yang tercemar, namun hingga kini belum ada langkah tegas dari pemerintah maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mereka menilai keberadaan pabrik tersebut lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Asap hitamnya pekat, kadang sampai masuk ke rumah. Kami merasa pemerintah tutup mata. Sampai kapan begini?” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepulan asap yang keluar secara terus-menerus dari cerobong pabrik, mengarah ke permukiman warga. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, serta dapat merusak tanaman pertanian warga yang berada di sekitar area pabrik.

Warga menilai DLH Kabupaten Deli Serdang lamban dalam menangani keluhan masyarakat. Mereka menuntut agar DLH segera melakukan uji emisi, audit lingkungan, serta kajian ulang izin operasional PKS tersebut.

“DLH harus hadir dan transparan. Bila didapati melanggar baku mutu, izin operasionalnya harus dievaluasi, bahkan dicabut,” tegas salah seorang tokoh masyarakat.

Di sisi lain, pihak Muspika Hamparan Perak diharapkan lebih serius memediasi permasalahan ini dan tidak sekadar melakukan peninjauan tanpa tindak lanjut. Warga mengingatkan bahwa persoalan polusi bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PKS belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat menegaskan tidak akan berhenti bersuara sampai ada kebijakan konkret yang berpihak pada keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan. (Sam)

Address

Jalan Gatot Subroto
Kota Medan
20127

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KabarBeranda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share