17/05/2026
BERITA JEPARA JAWA TENGAH
➡️Nahkoda Kapal Wisata Tewas Tersambar Petir
Momen keramaian libur panjang di kawasan Rantai Wisata Bandengan Kabupaten Jepara, dikejutkan dengan tragedi kematian. Seorang nahkoda kapal wisata tewas tersambar petir.
Kematian korban yang teramat tragis ini, saat ia mengantar wisatawan menggunakan kapal kayu dari Pulau Panjang menuju Pantai Bandengan pada Kamis (14/5/2026) sore.
Korban diketahui bernama Aji Santoso (25), warga Desa Bandengan RT 05 RW 02 Jepara. Korban selama ini bekerja sebagai pengemudi kapal wisata di kawasan wisata bahari Bandengan.
Pantai Bandengan Jepara Geger, Nahkoda Kapal Wisata Tewas Tersambar Petir
Pihak keluarga mengikhlaskan meninggalnya korban dan tidak menuntut siapapun. --
Kala itu, kondisi perairan wilayah setempat sedang diliputi mendung tebal sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kapal berada sekitar 350 meter dari bibir Pantai Bandengan, cuaca mendadak memburuk disertai hujan dan petir.
Sambaran petir langsung mengenai tubuh korban, yang saat itu sedang mengemudikan kapal.
Dua saksi yang berada di sekitar lokasi segera mendekati kapal korban, setelah melihat insiden tersebut. Salah satu saksi kemudian naik ke atas kapal untuk mengambil alih kemudi, agar kapal tidak kehilangan arah di tengah laut.
“Korban sempat diberikan pertolongan pertama oleh penumpang wisatawan, namun tidak kunjung sadar,” ujar Kasat Polairud Polres Jepara AKP M. Syaifuddin.
Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIB, kapal bersama para penumpang berhasil dibawa menuju kawasan Pasir Putih Kampung Laut, Desa Bandengan.
Pengunjung dan warga yang berada di kawasan pantai itu, kemudian membawa korban menuju Rumah Sakit Islam Jepara. Namun dalam perjalanan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sambaran petir.
Peristiwa tersebut sempat mengejutkan wisatawan dan warga di kawasan wisata bahari Bandengan yang saat itu masih ramai aktivitas penyeberangan.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selain itu menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, " pungkas Syaifuddin.