28/01/2022
4 hari kegiatan itu rutin dilakukan, dan pada suatu malam lagi-lagi kami melihat sesuatu yang sangat menyeramkan.
Setelah melakukan sholat rutin di masjid aku dan 3 orang lainnya mampir di tempat biasa kami nongkrong, di pertigaan, waktu itu lampu jalan pertigaan sengaja di matikan dan menyisakan 1 lampu jalan di pertigaan satunya.
Kurang lebih pukul 02.30 dini hari kami berempat melihat anjing misterius itu datang lagi di pertigaan satunya yang lampu jalannya tidak di matikan, pertigaan itu berjarak kurang lebih 100 meter dari sini.
Melihat itu kami semua bersembunyi di balik pagar tembok warga dengan tujuan mengawasi gerak-gerik anjing misterius itu.
Tau nggak apa yang dilakukan anjing misterius itu?
Dia terlihat sedang duduk tenang sambil menoleh kanan kiri, tidak lama kemudian badannya semakin membesar dan berdiri layaknya manusia, badannya berupa manusia tapi berkepala anjing dan berekor, setelah berdiri dia melangkah ke pinggir jalan dan mematikan lampu pertigaan jalan.
Melihat kejadian itu kami semua benar-benar merinding karena jujur saja, baru kali ini kami menyaksikan kejadian yang sangat tidak masuk akal seperti itu.
Setelah lampu itu dimatikan kami tidak bisa melihat anjing itu lagi karena gelap, lalu Arif mangajak kami semua untuk berjalan pelan-pelan kearah pertigaan itu. Jalannya sangat gelap karena lampu jalan sebelumnya sengaja di matikan.
Pelan-pelan kami berjalan menuju kesana, sesampai disana kami berempat dikejutkan oleh beberapa ekor anjing yang sedang berkumpul di depan rumah salah satu warga yaitu rumah warga yang kami curigai sebelumnya. Kumpulan anjing itu berwarna cokelat, hitam, belang, putih, dsb.
Sekumpulan anjing itu sepertinya merasakan kedatangan kami hingga akhirnya sekumpulan anjing itu bubar berlari ke berbagai arah.
Melihat itu kami semua kaget dan kala itu aku berfikir,
"Apa mungkin, pemilik rumah itu yang benar-benar menggunakan pesugihan?"
Tapi sekali lagi! Karena takut dibilang fitnah, aku tidak mau menyimpukannya dulu begitupun dengan teman-temanku.
Singkat cerita.
Malam itu tepat malam ke 7 kami melakukan sholat rutin di masjid, setelah selesai sholat mbah S selaku sesepuh di kampung itu meminta para jama’ah untuk tidak pulang dulu dan mengajaknya membaca sholawat sambil berjalan mengitari kampung.
Perjalanan mereka menjadi 4 titik karena tujuannya adalah ke setiap sudut pojok kampung, mbah S meminta para pemuda untuk berjalan di barisan depan sedangkan mereka yang tua mengawalnya di belakang.
Sebelum berjalan mbah S sempat berkata pada jama’ah,
"Iki mengko ono salah siji teko awak dewe, sing bakal nyawang kedadean gede, sing sakdurunge durung tau diweruhi".
(Ini nanti akan ada salah satu dari kita, yang akan melihat kejadian besar, yang sebelumnya belum pernah dilihat)
Mereka mulai berjalan dari titik 1 hingga ke titik 4 sambil bersholawat, sesampai di titik 4 mereka berhenti dan mbah S mengambil segenggam tanah yang diinjaknya kemudian ditiup.
Setelah beliau meniup tanah itu, aku melihat kakak sepupuku Arif ini tercengang, matanya melotot kearah barat dan tanpa berkata apapun, sekujur tubuhnya kaku, beberapa aku memanggilnya tapi sepertinya dia tidak bisa mendengarku.
Tidak lama setelah itu kakak sepupuku Arif akhirnya meresponku dan terlihat mbah S berjalan mendekati Arif sambil berkata,
“Le, wes yo, kowe sing dadi saksi nek kampung iki wes resik tur adem”.
(Nak, udah ya, kamu yang menjadi saksi kalau kampung ini sudah bersih dan adem)
Setelah ritual malam itu para jamaah pulang kerumahnya masing-masing, sambil berjalan pulang aku bertanya pada kakak sepupuku Arif tentang kejadian yang membuatnya tercengang tadi.
Katanya, tadi dia melihat ada air yang sangat besar bagaikan tsunami dan akan menyapu bersih kampung ini sekaligus dirinya tapi ketika air sudah menyapu kampung itu seketika Arif sadar, dan melihat sekitar ternyata tidak ada apa-apa.
Setelah ritual malam itu anjing misterius sudah tidak pernah muncul lagi di kampung dan ternyata itu memang benar anjing jadi-jadian yang dipakai untuk pesugihan oleh warga setempat.
Pelakunya memang sangat kuat, ilmu hitam itu didapatkan dari sebuah gunung keramat di Jawa Timur.
Sampai sekarang pelakunya masih hidup tapi anggota tubuhnya sudah tidak utuh, akibat kejadian di sekoalahan itu.
Kami dan semua warga sengaja diam dan tidak menegur atau menanyakan hal itu pada pelakunya, yang terpenting kami semua sudah tau dan kampung kami sudah aman, disisi lain si pelaku pesugihan itu mendapat akibat atas perbuatannya.
END