Jangkauan Luas

Jangkauan Luas Baca dan Pahami
(1)

06/05/2026

Taiwan punya ASUS, Korsel Punya SAMSUNG, Jepang Punya Sony, Amerika Serita Punya Apple, China punya Huawei.
INDONESIA PUNYA TEDDY?
Bangga Jadi Indonesia

Baru terima Setahun, anak2 makin Kreatif
05/05/2026

Baru terima Setahun, anak2 makin Kreatif

Kalau ada kampus yang setuju untuk punya SPPG maka rektor kampus tersebut tidak memilik Harga diri lagi. Apresiasi untuk...
05/05/2026

Kalau ada kampus yang setuju untuk punya SPPG maka rektor kampus tersebut tidak memilik Harga diri lagi. Apresiasi untuk Kampus UI yang menegaskan jati Dirinya sebagai Perguruan Tinggi.

Kepala BGN sangat dipermalukan.

“Benarkah Lambung Orang Miskin Tak Layak Makanan Bergizi?”Pernyataan bahwa lambung orang miskin tidak cocok makanan berg...
05/05/2026

“Benarkah Lambung Orang Miskin Tak Layak Makanan Bergizi?”

Pernyataan bahwa lambung orang miskin tidak cocok makanan bergizi bukan sekadar kalimat—ini cermin cara kita memandang kemiskinan.

Sejak kapan kemiskinan mengubah struktur tubuh manusia?

Apakah perut orang miskin berbeda secara biologis?
Atau sebenarnya yang berbeda adalah akses, kesempatan, dan keadilan?

Selama ini, masyarakat kecil bukan tidak ingin makan bergizi. Mereka hanya:

Berhadapan dengan harga bahan pangan yang tinggi

Terbatas dalam pilihan makanan

Hidup dalam kondisi yang memaksa bertahan, bukan memilih

Jika tiba-tiba mereka diberi makanan bergizi lalu tubuh “kaget”, itu bukan karena mereka “tidak cocok”—
itu karena selama ini mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk terbiasa.

Pernyataan seperti ini berbahaya. Ia menggeser masalah dari sistem ke individu.
Dari kegagalan distribusi menjadi seolah-olah kelemahan tubuh orang miskin.

Padahal yang perlu diperbaiki bukan “lambung mereka”—
tetapi kebijakan kita, empati kita, dan cara kita memperlakukan mereka sebagai manusia yang setara.

Jika kita mulai percaya bahwa orang miskin “tidak cocok hidup sehat”,
maka tanpa sadar kita sedang menurunkan standar hidup mereka… dan menganggap itu wajar.

Dan di situlah masalah sesungguhnya dimulai.

05/05/2026

MBG—yang semula dibangun sebagai simbol kepedulian—perlahan berubah menjadi cerita yang lebih gelap ketika kabar keracunan mulai muncul di berbagai tempat.

Bayangkan anak-anak yang datang dengan perut kosong dan harapan sederhana: makan. Tapi setelah menyantap hidangan yang seharusnya menyehatkan, justru tubuh mereka bereaksi—mual, muntah, lemas. Ruang kelas berubah jadi ruang panik. Orang tua yang awalnya merasa terbantu, kini berlari ke puskesmas dengan rasa takut yang sulit dijelaskan.

Ini bukan lagi soal porsi yang kurang atau distribusi yang terlambat. Ini tentang sesuatu yang jauh lebih mendasar: keamanan. Program yang dimaksudkan untuk memperbaiki gizi, justru dalam beberapa kasus menghadirkan risiko bagi kesehatan. Dan di situlah rasa kecewa berubah menjadi ketakutan.

Yang paling menyayat adalah dampaknya pada kepercayaan. Anak-anak yang seharusnya merasa aman saat menerima makanan dari program pemerintah, kini bisa saja diliputi ragu. Orang tua yang tadinya berharap, kini dihantui pertanyaan: “Apakah ini benar-benar aman untuk anak saya?”

Lebih dari sekadar insiden, kasus keracunan membuka celah besar dalam sistem—tentang pengawasan, kualitas bahan, hingga kesiapan pelaksana di lapangan. Karena ketika menyangkut anak-anak, satu kesalahan saja sudah terlalu banyak.

MBG seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih sehat. Tapi ketika diwarnai kejadian seperti ini, ia justru menjadi pengingat pahit: niat baik tidak cukup, jika tidak diiringi tanggung jawab yang benar-benar dijaga dari dapur hingga ke tangan yang menerima.

Dan pada akhirnya, yang tersisa bukan hanya anak-anak yang sempat sakit, tapi juga luka dalam kepercayaan—yang tidak mudah dipulihkan.



Dugaan Kejanggalan Seleksi Paskibraka TTS 2026, Peserta Lolos Diminta Mundur Tanpa Penjelasan ResmiSoE – Proses seleksi ...
04/05/2026

Dugaan Kejanggalan Seleksi Paskibraka TTS 2026, Peserta Lolos Diminta Mundur Tanpa Penjelasan Resmi

SoE – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2026 menuai sorotan publik. Hal ini mencuat setelah adanya dugaan ketidaksesuaian prosedur terhadap salah satu peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi.

Gres Tenistuan, siswi asal SMA Kristen 1 SoE, diketahui merupakan salah satu dari 125 peserta yang mengikuti seluruh tahapan seleksi Paskibraka TTS 2026. Berdasarkan pengumuman resmi pada 23 April 2026, ia dinyatakan lolos.

Informasi ini turut diperkuat oleh unggahan akun Facebook Yerim Yos Fallo 2 di grup Pospera TTS pada 4 Mei 2026, yang menyebutkan:

“Adik ini nama Gres Tenistuan asal SMA Kristen 1 Soe adalah salah satu dari 125 orang yang daftar seleksi paskibraka dan ikut semua tahapan dan dinyatakan lolos pada pengumuman di tanggal 23 April 2026.”

Setelah dinyatakan lolos, Gres kemudian dimasukkan ke dalam grup khusus Paskibraka 2026. Pada 30 April 2026, ia diminta hadir di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten TTS untuk melakukan pengukuran pakaian dan sepatu.

Namun, setelah proses tersebut, muncul kejadian yang menimbulkan pertanyaan. Dalam unggahan yang sama disebutkan:

“Setelah ukur sepatu dan pakaian adik Grace diarahkan ke Kaban Kesbangpol dan setelah bertemu di sana, Kaban menyuruh adik Grace pulang dan tidak mengikuti paskibraka tanpa surat resmi apapun dan hanya disuruh pulang.”

Kejadian tersebut memunculkan dugaan adanya kejanggalan dalam proses seleksi dan penentuan nilai. Dalam postingan itu juga disampaikan harapan agar pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

“Ada kejanggalan dalam proses pada penentuan nilai dan lainnya yang harus dibuka ke publik oleh badan Kesbangpol Kab TTS untuk memberikan keadilan dan kebenaran ditegakkan.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kesbangpol Kabupaten TTS terkait peristiwa tersebut. Publik pun berharap adanya klarifikasi guna memastikan transparansi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi Paskibraka.
😡😡😡🤬

03/05/2026

Jujur aja. Mana yang lebih berguba

03/05/2026

Cari Tukang pasang paving Blok dan pasang penahan Paving Blok. Minat hub.081339154537
Lokasi Kab. Kupang
Langsung wa di nomor ini.

18/04/2026

Wajah Asli Dalam Lagu?:"Lu Kenal Veronika Ko?"

Jusuf Kalla dan Isu Sensitif: Saatnya Iman Bicara Lewat KasihDalam kehidupan berbangsa yang majemuk seperti Indonesia, i...
15/04/2026

Jusuf Kalla dan Isu Sensitif: Saatnya Iman Bicara Lewat Kasih

Dalam kehidupan berbangsa yang majemuk seperti Indonesia, isu dugaan pen*staan agama selalu menjadi hal yang sensitif dan berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Pelaporan terhadap seorang tokoh publik seperti Jusuf Kalla tentu memunculkan berbagai reaksi, baik yang mendukung maupun yang menolak. Namun, dalam perspektif iman Kristen, respons terhadap situasi seperti ini seharusnya tidak didasarkan pada emosi atau dorongan untuk membalas, melainkan pada nilai-nilai kasih, damai, dan pengampunan yang diajarkan dalam Alkitab.

Ajaran Kristen menempatkan kasih sebagai fondasi utama dalam relasi antar manusia. Kasih tidak hanya berlaku kepada mereka yang seiman atau sependapat, tetapi juga kepada siapa pun, termasuk mereka yang berbeda pandangan atau bahkan yang dianggap bersalah. Dalam konteks ini, orang percaya dipanggil untuk tetap memandang setiap pribadi sebagai sesama yang memiliki martabat, sehingga tidak terjebak dalam sikap membenci atau memusuhi. Kasih menjadi kekuatan yang menahan diri dari tindakan yang memperkeruh keadaan dan justru mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik.

Selain itu, iman Kristen sangat menekankan pentingnya hidup dalam damai. Di tengah berbagai perbedaan yang ada, orang Kristen diharapkan menjadi pembawa damai, bukan pemicu konflik. Ketika muncul isu yang sensitif, sikap yang diambil bukanlah memperbesar persoalan atau menyebarkan kemarahan, melainkan menghadirkan ketenangan dan kebijaksanaan. Ini berarti menjaga ucapan, tidak mudah terprovokasi, serta berusaha melihat persoalan secara jernih tanpa prasangka yang berlebihan.

Pengampunan juga merupakan inti dari ajaran Kristen yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mengampuni bukan berarti mengabaikan kebenaran atau membenarkan kesalahan, tetapi merupakan sikap hati yang melepaskan dendam dan keinginan untuk membalas. Dalam kasus seperti ini, pengampunan menjadi jalan untuk menjaga hati tetap bersih dan tidak dikuasai oleh kebencian. Dengan mengampuni, seseorang justru menunjukkan kedewasaan iman dan kepercayaan bahwa keadilan sejati tidak selalu harus diwujudkan melalui kemarahan.

Di sisi lain, iman Kristen juga mengajarkan untuk tidak mudah menghakimi. Setiap persoalan perlu dilihat secara utuh dan adil, tanpa terburu-buru menarik kesimpulan. Dalam masyarakat modern yang dipenuhi arus informasi cepat, sering kali orang tergoda untuk langsung bereaksi tanpa memahami fakta secara lengkap. Sikap bijak menuntut kesabaran untuk menunggu proses yang berjalan, termasuk proses hukum yang berlaku, sehingga kebenaran dapat terungkap dengan adil.

Menghormati hukum dan otoritas juga menjadi bagian penting dari kehidupan orang percaya. Jika suatu persoalan telah dibawa ke ranah hukum, maka penyelesaiannya perlu dipercayakan kepada mekanisme yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa iman tidak berdiri di luar sistem sosial, melainkan hidup di dalamnya dan turut menjaga ketertiban bersama. Dengan demikian, tidak ada kebutuhan untuk mengambil tindakan yang justru dapat merusak persatuan atau menimbulkan konflik yang lebih besar.

Pada akhirnya, panggilan orang Kristen adalah menjadi terang dan garam di tengah dunia. Dalam situasi yang penuh ketegangan, kehadiran orang percaya seharusnya membawa kesejukan, bukan memperburuk keadaan. Sikap yang penuh kasih, damai, pengampunan, dan kebijaksanaan menjadi kesaksian nyata tentang nilai-nilai iman yang hidup. Dengan cara ini, iman Kristen tidak hanya menjadi ajaran yang diucapkan, tetapi juga menjadi kekuatan yang nyata dalam menjaga keharmonisan dan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

01/11/2025

Ketua Pice Kotta tallu keren. Sampai di kawal seketat ini karena harus melewati lautan manusia menuju panggung

Address

Jalan Sitarda
Kupang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jangkauan Luas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jangkauan Luas:

Share