Hey Bali Info

Hey Bali Info Bali Reporter
Bali, tanpa lapisan. Berita dan realitas dari sudut pandang yang berbeda.

22/05/2026

Viral di Nusa Dua, WNA Hadang Kendaraan di Tengah Jalan, Publik Soroti Meningkatnya Perilaku Turis yang Dinilai Semakin Tak Terkendali di Bali

Sebuah video viral yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) berlutut sambil menghadang kendaraan di kawasan Jalan Tugu Ngurah Rai, Nusa Dua, kembali memicu perdebatan publik mengenai perilaku sebagian turis asing di Bali.

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, perempuan tersebut terlihat berteriak di tengah jalan hingga menarik perhatian pengendara dan warga sekitar. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya seorang pria yang diduga rekannya mencoba menenangkan dan mengamankan perempuan tersebut dari lokasi kejadian.

Insiden ini bukan hanya dianggap sebagai keributan biasa. Banyak warga menilai kejadian tersebut menjadi simbol meningkatnya fenomena perilaku turis asing yang dianggap semakin tidak menghormati ruang publik dan ketertiban sosial di Bali.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik Bali berkali-kali dihadapkan pada berbagai aksi kontroversial wisatawan asing. Mulai dari pelanggaran lalu lintas, tindakan tidak sopan di tempat suci, keributan di ruang publik, hingga perilaku yang dinilai mengganggu masyarakat lokal.

Viralnya video di Nusa Dua ini kembali memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah Bali mulai kehilangan batas dalam menjaga kualitas dan etika pariwisatanya?

Banyak masyarakat menilai persoalan ini tidak bisa lagi hanya dipandang sebagai konten viral semata. Di tengah upaya Bali menjaga citra pariwisata dunia, muncul kekhawatiran bahwa toleransi yang terlalu longgar terhadap perilaku wisatawan justru dapat berdampak pada kenyamanan warga lokal serta reputasi pulau Bali itu sendiri.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun penyebab aksi perempuan tersebut. Namun di media sosial, video itu terus menuai perhatian dan memicu kritik tajam dari netizen terkait pengawasan terhadap wisatawan asing di Bali.

Sumber video: Facebook Sousou Nengah / Denpasar Viral

18/05/2026

“PARA RAJA REKLAMASI” bukan sekadar lagu.
Ini adalah suara kegelisahan.

Kegelisahan melihat Bali berubah terlalu cepat.
Mangrove ditebang. Laut ditimbun. Nelayan kehilangan ruang hidup. Dan pembangunan terus datang atas nama kemajuan.

Lagu ini lahir dari percakapan, liputan lapangan, diskusi warga, dan apa yang kami lihat sendiri belakangan ini di Bali.

Kami tidak menulis lagu ini untuk menyerang siapa pun.
Kami menulisnya karena kami percaya Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi rumah, ruang hidup, dan warisan yang harus dijaga bersama.

“Para Raja Reklamasi” diciptakan oleh Team Bali Reporter untuk masyarakat Bali.

Lagu dan lirik ini tidak memiliki klaim hak cipta komersial.
Silakan digunakan, dibagikan, diputar, atau dijadikan bagian dari karya, aksi sosial, video, dokumenter, dan ekspresi publik lainnya — selama digunakan secara bertanggung jawab dan tidak untuk menyebarkan kebencian atau fitnah.

Karena terkadang, musik hanyalah cara lain untuk menyampaikan apa yang sulit diucapkan secara langsung.

Bali tidak sedang baik-baik saja.
Dan mungkin, sudah waktunya lebih banyak orang mulai mendengarkan.

18/05/2026

BALI MENOLAK BANJIR, TAPI GEMAR BUANG SAMPAH KE SUNGAI

Sebuah potret ironis terekam jelas di aliran sungai Jalan Pulau Moyo, Denpasar, Bali. Ketika masyarakat kerap mengeluhkan infrastruktur dan ancaman banjir saat musim hujan tiba, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa aliran sungai di kawasan ini masih diperlakukan tak ubahnya tempat pembuangan akhir (TPA) raksasa.

Dalam rekaman tersebut, terlihat petugas kebersihan harus bertaruh kesehatan di dalam air keruh demi mengevakuasi ribuan botol plastik kemasan. Mirisnya, kiriman sampah ini terus berdatangan tanpa henti dari arah hulu, menjadikan hilir Jalan Pulau Moyo sebagai tempat penampungan kelalaian kolektif yang belum terputus.

Padahal, botol plastik jenis ini memiliki nilai ekonomi tinggi jika dipilah sejak dari rumah dan disalurkan ke Bank Sampah terdekat. Alih-alih menjadi komoditas sirkular yang menghasilkan, egoisme oknum masyarakat justru mengubahnya menjadi sumbatan pemicu bencana kota.

Sampai kapan hilir harus terus membayar harga dari kelalaian yang terus diproduksi di hulu?

15/05/2026

Sudah Beli Tanah, Ternyata Masuk L*D! Bisa Dicabut atau Tidak?

Status Lahan Sawah Dilindungi (L*D) kini mulai menjadi perhatian serius masyarakat Bali, terutama di tengah maraknya penjualan tanah dan booming investasi properti.

Banyak masyarakat baru menyadari persoalan ini setelah tanah yang sudah dibeli ternyata masuk dalam kawasan L*D — yang berarti pemanfaatannya wajib mengikuti aturan tata ruang dan tidak bisa digunakan secara bebas.

Lalu pertanyaannya:
apakah status L*D bisa dicabut?

Dalam wawancara dengan Kepala Kantor Pertanahan Denpasar, dijelaskan bahwa pencabutan status L*D memang dimungkinkan, namun prosesnya tidak sederhana dan tidak diputuskan di tingkat kantor pertanahan daerah.

Pemohon harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Pengendalian ATR/BPN di tingkat pusat.

Proses tersebut melibatkan sejumlah persyaratan, mulai dari KKPR, legalitas tanah, kesesuaian tata ruang, hingga rekomendasi dari pemerintah daerah dan instansi tata ruang terkait.

BPN juga menjelaskan bahwa selama tanah masih berada dalam kawasan L*D, maka pemanfaatannya wajib mengikuti fungsi ruang yang telah ditetapkan dalam tata ruang daerah.

Artinya, meskipun tanah dimiliki secara legal dan telah bersertifikat, penggunaannya tetap bisa dibatasi oleh regulasi tata ruang.

Dalam wawancara tersebut, pihak BPN daerah juga mengakui bahwa detail teknis, syarat lengkap, hingga besaran biaya pencabutan status L*D berada di kewenangan Direktorat Jenderal Pengendalian ATR/BPN di pusat.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat maupun investor bahwa membeli tanah di Bali hari ini tidak lagi cukup hanya melihat sertifikat atau lokasi strategis.
Karena di tengah perubahan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian, status penggunaan tanah kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kepemilikan itu sendiri.

*D

14/05/2026

DARURAT ETIKA LINGKUNGAN: OKNUM PEMBUANG LIMBAH TERTANGKAP BASAH DI JALAN BYPASS JIMBARAN

JIMBARAN — Sebuah rekaman video amatir memperlihatkan momen ketegangan saat seorang warga melabrak oknum yang kedapatan membuang limbah ban bekas secara ilegal di kawasan hijau hutan mangrove, tepat di sisi Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran.
Aksi tak terpuji ini memicu keprihatinan mendalam terkait komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir Bali. Hutan mangrove, yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap abrasi dan habitat keanekaragaman hayati, justru dijadikan tempat pembuangan sampah oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi.

Tindakan pembuangan limbah sembarangan merupakan pelanggaran serius terhadap UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaku tidak hanya terancam sanksi sosial, tetapi juga pidana penjara dan denda materiil yang berat.

Video ini menjadi peringatan keras bagi kita semua: Keindahan Bali bukanlah tanggung jawab alam semata, melainkan hasil dari ketegasan hukum dan kesadaran setiap individu yang berpijak di atasnya.

Sudah saatnya pengawasan di titik-titik rawan diperketat agar "paru-paru" Bali tidak terus diracuni oleh sampah dan kelalaian.

13/05/2026

MARKAS SCAMMER INTERNASIONAL TERBONGKAR DI BALI ! Polisi Temukan Atribut FBI dan Starlink

Sebuah guest house di kawasan Kuta, Badung mendadak menjadi sorotan setelah aparat kepolisian mengamankan 30 orang yang terdiri dari 26 warga negara asing dan 4 WNI dalam operasi yang dilakukan Polresta Denpasar dan Polsek Kuta.

Para WNA yang diamankan berasal dari beberapa negara, termasuk China, Taiwan, Malaysia, Kenya, dan Filipina.

Kasus ini awalnya bermula dari informasi dugaan penculikan warga negara asing. Namun setelah aparat melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi, polisi justru menemukan indikasi adanya persiapan kejahatan scamming lintas negara dalam skala besar.

Di lantai dua guest house tersebut, polisi menemukan berbagai barang yang diduga akan digunakan untuk menjalankan operasi penipuan internasional.
Mulai dari komputer, perangkat komunikasi, jaringan internet Starlink, atribut FBI, bendera asing, hingga script atau naskah latihan operasi.

Menurut polisi, dalam script yang ditemukan terdapat skenario latihan dan pola komunikasi tertentu yang diduga berkaitan dengan rencana aksi kejahatan internasional.

Aparat juga menduga lokasi tersebut bukan sekadar tempat tinggal sementara, tetapi telah dipersiapkan sebagai pusat operasional dengan rencana perekrutan lanjutan dan pengembangan jaringan berikutnya.

Kasus ini kini melibatkan koordinasi lintas lembaga, termasuk Imigrasi, Hubinter Polri, hingga atase kepolisian negara lain untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap para WNA yang diamankan.

Pengungkapan ini kembali menjadi pengingat bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata internasional…

tetapi juga memiliki kerentanan terhadap aktivitas kejahatan lintas negara yang bergerak diam-diam di balik hiruk pikuk pariwisata dunia.

12/05/2026

BTID Disorot Setelah Warga Hindu Keluhkan Akses Ibadah ke 9 Pura di Serangan

Konflik BTID kini memasuki babak yang jauh lebih sensitif bagi masyarakat Bali.

Dalam forum RDP Pansus TRAP DPRD Bali yang juga dihadiri pihak BTID, warga Serangan mengeluhkan akses menuju kawasan pura dan tempat ibadah di dalam area proyek yang disebut semakin rumit dan terbatas.

Keluhan itu memicu respons keras Ketua Pansus TRAP, I Made Supartha, yang menyebut terdapat sembilan pura suci di kawasan tersebut, termasuk Pura Sakenan yang disakralkan umat Hindu Bali.

“Tempat suci bukan kawasan ekonomi khusus,” tegas Supartha dalam rapat.

Polemik ini kini tidak lagi sekadar soal investasi dan mangrove.

Tetapi mulai menyentuh isu yang paling sensitif di Bali:
akses umat menuju tempat suci dan ruang spiritual yang telah ada jauh sebelum proyek berdiri.

Address

Kubu Anyar Street No 88x Pasar Senggol Anyar Kuta
Kuta
80361

Opening Hours

Monday 09:00 - 20:00
Tuesday 09:00 - 20:00
Wednesday 09:00 - 20:00
Thursday 09:00 - 20:00
Friday 09:00 - 20:00
Saturday 09:00 - 20:00
Sunday 09:00 - 20:00

Website

https://balireporter.com/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hey Bali Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share