Rumaquh

Rumaquh Media pendidikan dakwah

Tidak diragukan lagi, sesungguhnya di antara tujuan risalah Islam adalah membersihkan akhlak (budi pekerti), mensucikan ...
10/03/2026

Tidak diragukan lagi, sesungguhnya di antara tujuan risalah Islam adalah membersihkan akhlak (budi pekerti), mensucikan jiwa, memurnikan perasaan, menyebarkan cinta dan kasih sayang, serta semangat tolong menolong dan rasa persaudaraan di antara kaum muslimin. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْلاَقِ

‘Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” [HR. Ahmad dan ath-Thabrani].

Ada penyakit besar yang tersebar di antara semua lapisan masyarakat dalam berbagai usia dan tingkatan pendidikannya. Penyakit besar yang anak kecil tumbuh atasnya, yang tua menaikinya, dan banyak disepelekan oleh para orang tua dan anak-anak, laki-laki dan perempuan, pemuda dan pemudi. Penyakit besar yang terlahir darinya sifat dengki, bangkitnya sifat dendam, berhembuslah angin permusuhan dan kebencian disebabkannya. Penyakit besar yang dimurkai oleh Rabb Subhanahu wa Ta’ala, mengeluarkan hamba dari catatan orang-orang shalih dan memasukkannya dalam golongan orang-orang durhaka yang fasik. Sesungguhnya ia adalah mencela, mengutuk (melaknat), perkataan kotor, lisan yang keji.
Referensi : https://almanhaj.or.id/57703-jangan-suka-mengutuk-melaknat.html

AMBISI KEDUNIAANBerapa banyak orang berambisi dalam keegoisan kenikmatan dunia hingga menutup pintu rezeki orang lainTap...
09/03/2026

AMBISI KEDUNIAAN
Berapa banyak orang berambisi dalam keegoisan kenikmatan dunia hingga menutup pintu rezeki orang lain
Tapi pada akhirnya ambisi itu tidak akan memenuhi kerakusan melainkan penyakit hati yg berakar yg bahkan sulit membedakan antara kebenaran atau kebathilan

Sebelum diteorikan, konsep tauhid yang dipahami atau yang digunakan oleh Muhammadiyah adalah tauhid atau akidah relasion...
24/02/2026

Sebelum diteorikan, konsep tauhid yang dipahami atau yang digunakan oleh Muhammadiyah adalah tauhid atau akidah relasional– fungsional. Kecenderungan itu dapat dilihat di sejarah sosial Muhammadiyah.

Penegasan itu disampaikan oleh Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Muhammadiyah (PP) Muhammadiyah, Ustadi Hamzah pada Sabtu (21/2) dalam Pengajian Ramadan 1447 H PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Melihat spectrum lebih luas, menurutnya, periode kalam kontemporer seharusnya sudah berubah dari yang awalnya teosentrisme ke antroposentrisme, menjadi kosmosentrisme – bahkan isu yang berkembang tauhid di era kontemporer menjadi biosentrisme.

Dalam konteks itu, periode kalam kontemporer untuk isu Sunni dan Syiah sudah berkurang relevansinya. “Mungkin generasi tua akan mengatakan Sunni atau Syiah. Tapi kalau sudah yang muda-muda yang penting kami Islam gitu aja,” katanya.

Pada titik yang lebih jauh di depan, perdebatan tauhid di masa depan tidak lagi membicarakan tentang firkah. Namun demikian, sejarah keberadaan firkah-firkah itu tidak lantas dibuang – tapi disimpan menjadi kekayaan intelektual.

Ustadi Hamzah menjelaskan, kump**an firkah masa silam itu dapat dijadikan sebagai sumber untuk mengembangan suatu tipologi pemikiran yang orientasinya pada tiga hal. Pertama isu akidah masa itu dimaknai sebagai sistem nilai. Tidak boleh terjebak pada sistem firkah.

“Tauhid ini menjadi nilai bagi kemanusiaan kita…… Bagaimana tauhid itu bisa menjadi kemuliaan kita, bukan kita tidak mulia karena kita merasa tidak jadi Tuhan,” ungkapnya.

Orientasi tauhid yang kedua menurutnya, berfokus pada isu kemanusiaan, keadilan, universalitas, dan kemajuan. Ini penting, bahkan pola pikir umat Islam harus diarahkan kepada hal-hal tersebut. Jika tidak demikian, tauhid akan kembali pada isu era klasik. Tauhid harus diarahkan pada nilai-nilai pemuliaan manusia.

Selanjutnya, atau orientasi tauhid yang ketiga, untuk diarahkan pada solusi dan pemecahan masalah. Tauhid tidak cukup ada di ruang-ruang wacana-wacana yang diskursif – atau hanya jadi perdebatan semata.

sumber: https://muhammadiyah.or.id/2026/02/perdebatan-tauhid-sunni-syiah-kian-usang-islam-kontemporer-menuju-tauhid-fungsional/

Doa berbuka puasaذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ"Dzahabazh zhoma’u wabtall...
23/02/2026

Doa berbuka puasa
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
"Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah"

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah." (HR. Abu Daud No. 2357)

Untuk tahun 1447 Hijriah ini, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan bahwa 1 Ramad...
17/02/2026

Untuk tahun 1447 Hijriah ini, Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah menetapkan bahwa 1 Ramadan akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Menariknya, penetapan ini juga menunjukkan keselarasan faktual dengan kalender Ummul Qura di Arab Saudi.

Satu hal yang sering memicu pertanyaan adalah mengapa Muhammadiyah kerap merujuk pada wilayah yang jauh, seperti Alaska, dalam menentukan awal bulan. Apakah kita harus menengok ke belahan bumi utara hanya untuk mulai berpuasa di Indonesia?

Jawabannya terletak pada konsistensi. Muhammadiyah memegang teguh hasil Kongres Internasional Penyatuan Kalender 2016 di Istanbul yang menetapkan kriteria visibilitas pada tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Secara matematis, pada tanggal 17 Februari petang, kriteria ketat ini terpenuhi di wilayah Amerika Utara (termasuk Alaska).

Namun, jika kita menarik garis ke titik yang lebih dekat secara emosional dengan umat Islam, yakni Kakbah, faktanya tidak jauh berbeda. Menurut Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir pada Selasa (17/02), secara de facto, pelaksanaan puasa kita kemungkinan besar akan berbarengan dengan Ummul Qura di Arab Saudi.

Kalender Ummul Qura yang digunakan Saudi Arabia memiliki karakteristik yang unik. Berdasarkan situs resminya, Ummul Qura menggunakan prinsip bahwa asal bulan terbenam setelah matahari (moonset after sunset), maka bulan baru sudah dimulai. Tidak ada syarat ketinggian minimum tertentu.

Pada petang hari tanggal 17 Februari di Mekah, posisi bulan sudah berada di atas ufuk (positif). Artinya, menurut kriteria Ummul Qura, syarat masuknya bulan baru sudah terpenuhi. Dengan demikian, penduduk di tanah suci pun akan memulai tarawih di malam yang sama dengan warga Muhammadiyah di Indonesia.

Perlu dipahami bahwa perbedaan istilah atau rujukan geografis hanyalah persoalan metodologi untuk mencapai akurasi. Muhammadiyah menyebut “Alaska” bukan untuk gaya-gayaan atau menjauhkan diri dari realitas lokal, melainkan bentuk kepatuhan pada keputusan Munas Tarjih di Pekajangan yang mengadopsi standar global.

Pada akhirnya, tanggal 18 Februari 2026 menjadi titik temu yang menarik. Meskipun berangkat dari kriteria yang berbeda, Muhammadiyah dan Ummul Qura bermuara pada kesimp**an yang sama.

Referensi: Ummul Qura Calendar, https://ummalquracalendar.com, diakses pada 17 Februari 2026.

Sumber: https://muhammadiyah.or.id/2026/02/selaras-dengan-muhammadiyah-ummul-qura-di-arab-saudi-juga-tetapkan-1-ramadan-1447-pada-18-februari-2026/
Dicopy dari Persyarikatan Muhammadiyah

"METODE HISAB / PENGHITUNGAN ASTRONOMISMetode hisab yang digunakan Muhammadiyah, menurut pandangan KH Bahauddin Nursalim...
17/02/2026

"METODE HISAB / PENGHITUNGAN ASTRONOMIS

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah, menurut pandangan KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha), adalah Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Muhammadiyah secara konsisten menggunakan metode ini untuk menetapkan awal bulan kamariah (Ramadan, Syawal, Zulhijah) berdasarkan perhitungan astronomis yang matang, bukan dengan pengamatan visual (rukyatul hilal).

Berikut pandangan Gus Baha mengenai metode hisab Muhammadiyah:

Validitas Ilmiah:
Gus Baha mengakui keabsahan hisab sebagai metode penentuan awal bulan yang berbasis pada ilmu falak/astronomi.

Hisab dan Rukyat Sama Pentingnya:
Gus Baha menegaskan bahwa baik metode hisab (Muhammadiyah) maupun rukyat (NU/Pemerintah) sama-sama memiliki dasar yang kuat dalam Islam dan tidak perlu dipertentangkan.

Solusi Kemudahan:
Penggunaan hisab, seperti yang diterapkan Muhammadiyah, memberikan kemudahan (taysir) dalam beragama dan kepastian jauh-jauh hari.

Dasar "Faqduru Lahu":
Muhammadiyah menggunakan metode ini berdasarkan hadis yang memerintahkan untuk menghitung (faqduru lahu) jika hilal tidak terlihat, atau dalam hal ini, jika hilal dianggap sudah wujud di atas ufuk.

Inti Metode Wujudul Hilal Muhammadiyah:

Metode ini menetapkan awal bulan baru hijriah jika telah terpenuhi tiga kriteria (kriteria wujudul hilal):

1. Telah terjadi ijtima' (konjungsi) antara bulan dan matahari.

2. Ijtima' terjadi sebelum matahari terbenam (qabla al-gurub).

3. Saat matahari terbenam, bulan berada di atas ufuk (hilal wujud).

Dengan metode ini, Muhammadiyah tidak lagi mengandalkan laporan rukyatul hilal (melihat hilal secara langsung) dan menggunakan markaz (pusat perhitungan) di wilayah Indonesia, biasanya Yogyakarta.

"Jadilah seorang Muslim yg mengenal Rabbnya"
14/02/2026

"Jadilah seorang Muslim yg mengenal Rabbnya"

Ritual adat seperti mandi bersama (padusan), ziarah kubur khusus menjelang Ramadhan, atau bermaaf-maafan yang diwajibkan...
10/02/2026

Ritual adat seperti mandi bersama (padusan), ziarah kubur khusus menjelang Ramadhan, atau bermaaf-maafan yang diwajibkan, tidak dibenarkan karena tidak ada tuntunannya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Persiapan yang dibenarkan adalah bertaubat, melunasi hutang puasa, menuntut ilmu, dan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban. Refrensi (Muslim.or.id)

Doa Nabi Sulaiman ASArtinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang...
07/02/2026

Doa Nabi Sulaiman AS
Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon p**a) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Tauhid dibagi menjadi tiga berdasarkan cakupan pengesaan Allah: Rububiyah (perbuatan Allah: Pencipta/Pengatur), Uluhiyah...
06/02/2026

Tauhid dibagi menjadi tiga berdasarkan cakupan pengesaan Allah: Rububiyah (perbuatan Allah: Pencipta/Pengatur), Uluhiyah (perbuatan hamba: ibadah hanya kepada Allah), dan Asma wa Sifat (nama/sifat Allah yang sempurna). Rububiyah fokus pada meyakini Allah sebagai Rabb, Uluhiyah fokus pada pengikhlaskan ibadah, dan Asma wa Sifat fokus pada menetapkan nama/sifat sesuai Al-Qur'an dan Hadis tanpa penyimpangan.
(Referensi: Ruqoyyah.com)

29/01/2026

Membaca Al-Qur'an setiap hari menurut sains terbukti memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik dan mental. Studi menunjukkan bahwa lantunan Al-Qur'an menurunkan tingkat stres, tekanan darah, dan detak jantung, sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan menenangkan pikiran. Secara psikologis, membaca Al-Qur'an membantu meredakan kecemasan dan memberikan ketenangan batin.
Manfaat spiritual dari membaca Alquran
Pahala dan keberkahan: Setiap huruf yang dibaca mendapatkan pahala, bahkan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
Ketenangan jiwa: Membawa ketenangan dan ketenteraman hati karena mengingat Allah (QS. Ar-Ra'd: 28).
Pembersih hati: Menyembuhkan penyakit hati dan menjadikan hati lebih lembut serta peka terhadap kebenaran.
Memperkuat iman: Meningkatkan keyakinan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Kedekatan dengan Allah: Mendekatkan diri kepada Allah dan menumbuhkan rasa cinta serta takut yang seimbang. Rumaquh

Address

Jalan Sp. Teritit/Pondok Baru
Lampahan
24581

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumaquh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share