Info Sekampung Udik

  • Home
  • Info Sekampung Udik

Info Sekampung Udik Media Warga Sekampung Udik, Lampung Timur

instagram.com/infosekampungudik

Warga Pugung Raharjo, Sekampung Udik berinisiatif memperbaiki sendiri jalan provinsi yang berlubang di wilayah mereka pa...
18/01/2026

Warga Pugung Raharjo, Sekampung Udik berinisiatif memperbaiki sendiri jalan provinsi yang berlubang di wilayah mereka pada Minggu (18/1). Gotong royong ini dilakukan menjelang Ramadan 2026 sebagai respons atas tidak adanya perbaikan dari pemerintah.

Namun, nampaknya kesabaran kolektif itu akhirnya tumpah, bukan dalam bentuk amarah, melainkan gotong royong. Warga sepakat mengambil alih tugas yang sejatinya menjadi kewenangan negara, menambal jalan berlubang di ruas Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik.

Dengan peralatan seadanya dan senyum getir yang sudah terlatih, warga menimbun lubang-lubang jalan yang selama ini lebih cocok dipromosikan sebagai arena off-road gratis ketimbang jalur transportasi provinsi.

Ironinya, jalan yang diperbaiki warga ini bukan jalan desa, bukan p**a jalan kampung, melainkan jalan provinsi Lampung. Statusnya provinsi, rasanya perjuangan.

Aspalnya tipis, lubangnya tebal, dan harapan warga sudah melalui proses pengikhlasan bertahap. “Kami ini rakyat biasa, bukan kontraktor.

Tapi karena tiap hari lewat, ya akhirnya kami yang ngerjain,” ujar Budi dan rekan-rekannya sambil menebar daun kelapa dan tanah urug metode tambal jalan versi rakyat, ramah lingkungan dan penuh makna.

Lubang-lubang di ruas ini bahkan sudah naik status menjadi aset kenangan. Ada yang dinamai, ada yang dihafal letaknya, dan ada p**a yang sudah “akrab” dengan shockbreaker motor warga.

Saking seringnya dilewati, beberapa lubang disebut-sebut sudah hafal nomor polisi kendaraan warga setempat, tahu siapa yang sering terjatuh, bahkan tahu motor mana yang paling sering mengeluh.

“Kalau lubang ini ditutup nanti malah kangen,” canda seorang warga, sambil tetap serius menimbun tanah dengan ekspresi ikhlas tapi lelah.

Aksi gotong royong ini dilakukan tanpa proposal, tanpa rapat berjam-jam, tanpa baliho anggaran, dan tanpa seremoni. Cukup satu kalimat pemicu, “Kalau nunggu pemerintah, bisa-bisa Ramadan sudah lewat, jalannya masih bolong.”ujarnya.

Ironisnya, pemerintah kerap menggaungkan semangat gotong royong. Dan benar saja warga membuktikannya. Bedanya, gotong royong kali ini menggantikan fungsi pemerintah, bukan mendukungnya.

“Pemerintah mungkin lagi sibuk rapat, kami sibuk nutup lubang,” celetuk warga sambil tertawa kecil tawa yang lebih mirip mekanisme bertahan hidup.

Gotong royong ini bukan sekadar menimbun tanah, tetapi juga menimbun lubang jalan, menimbun kekecewaan, dan menimbun janji-janji pembangunan yang tak kunjung mendarat.

Warga berharap, setidaknya menjelang Idulfitri, motor tidak lagi “melayang”, orang tua tidak mengeluh setiap melintas, anak-anak tidak perlu kursus keseimbangan ekstrem, dan pemerintah hadir bukan hanya lewat baliho atau spanduk program.

Lewat aksi sederhana namun sarat makna ini, warga Pugung Raharjo seolah ingin menyampaikan pesan yang terdengar pelan, tapi menggema “Kami bisa kerja bakti, tapi kami bukan Dinas PU.” Warga boleh sabar, tapi kesabaran pun ada batas aspalnya.

Hingga berita ini diturunkan, jalan masih bisa dilalui, warga masih tertawa, dan pemerintah seperti biasa masih dinantikan kehadirannya. Bukan hanya lewat, melihat, lalu lupa.

sumber berita: wawai news

Seorang kepala dusun (kadus) di Kabupaten Lampung Selatan viral setelah disebut mirip dengan Presiden RI Prabowo Subiant...
13/01/2026

Seorang kepala dusun (kadus) di Kabupaten Lampung Selatan viral setelah disebut mirip dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pegawai kantor dan warga setempat bahkan memanggilnya dengan sebutan "Pak Wowo".

Kadus tersebut bernama Sopan (56), yang bertugas di Dusun IV, Desa Sukadamai, Kecamatan Natar.

Kemiripan antara Sopan dengan Prabowo ini bahkan sempat viral setelah diunggah oleh mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang melakukan KKN di desa tersebut.

Saat ditemui, kemiripan Sopan yang telah 15 tahun menjadi kadus itu dapat dikatakan sekitar 90 persen.

"Saya kadang mikir, 'beneran mirip apa ya?' Saya ini kan orang desa, petani. Mana mungkin mirip Presiden," katanya, Selasa (13/1/2026), saat dijumpai.

Setelah viral, candaan soal kemiripannya dengan Prabowo makin sering terdengar, terutama saat ia mengenakan seragam dinas.

"Kalau lagi piket terus pakai baju putih, teman-teman sering bilang, 'Wah, kayak Pak Prabowo'," katanya.

Sopan yang juga petani ini bahkan sering dipanggil oleh "penggemarnya" saat menuju persawahan untuk bertani. Terlebih, kalau dia menghadiri undangan pernikahan warga.

Kehadirannya kerap membuat heboh empunya acara dan tamu undangan lain. "Pernah pas kondangan ada yang bilang, 'Wah Pak Prabowo datang, kasih jalan!" katanya sambil tertawa.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan  Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung Tahun 2026 yang berlaku 1 Januari 2026...
23/12/2025

Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung Tahun 2026 yang berlaku 1 Januari 2026 yaitu sebesar Rp 3.047.734 atau naik Rp154.665 sebesar 5,35 persen. UMP Lampung tahun 2025 adalah Rp2.893.069.

Sementara, Upah Mininum Sektoral Provinsi (UMSP) Lampung untuk Sektor Usaha Kelapa Sawit dan Pengelolaan Minyak Mentah (KLBI 10434) sebesar Rp. 3.108.689 per Bulan.

“Besarnya UMP Lampung sebagaimana dimaksud hanya berlaku bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 Tahun,” ujar Kepala Dewan Pengupahan Provinsi Lampung yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, Selasa (23/12/2025).

Dia melanjutkan, hal tersebut sudah mendapatkan persetujuan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dan akan diumumkan secara resmi Kamis (24/12/2025) besok.

“Pengusaha wajib menyusun dan menerapkan Struktur dan Skala Upah yang menjadi pedoman upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 Tahun atau lebih,” sambungnya.

Pengusaha juga dilarang membayar upah lebih rendah dari Upah Minimum Provinsi yang telah ditetapkan.

“Ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung, dikecualikan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil,” kata Agus lagi.

Agus melanjutkan, penetapan Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Sektoral di Provinsi Lampung sudah mempertimbangkan Aspek Ekonomi Daerah (Pertumbuhan Ekonomi & Inflasi) dan Kondisi Ketenagakerjaan dengan Koefisien yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.

22/10/2025

Siapa nih yang sering ngisi bahan bakar di Pom Pertamina Bumi Mulyo?

Jembatan yang membentang di atas sungai Way Penet, penghubung Desa Margasari-Desa Sukorahayu di Kecamatan Labuhan Maring...
24/09/2025

Jembatan yang membentang di atas sungai Way Penet, penghubung Desa Margasari-Desa Sukorahayu di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur yang mengalami kerusakan, sejak Senin (22/9), dan membuat warga khawatir akan keselamatan pengendara roda dua dan roda empat, segera diperbaiki Dinas PUPR setempat.

Camat Labuhan Maringgai Hendri Gunawan menanggapi kekhawatiran warga dengan meninjau langsung jembatan itu, pada Selasa, bersama Tim Unit Reaksi Cepat Jejama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Timur (Lamtim), dan Kepala Desa Sukorahayu Afria Syahdi.

Hendri mengatakan, berdasarkan petunjuk Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, perbaikan sementara pada jembatan akan dilakukan.

"Tim Unit Reaksi Cepat Jejama Dinas PUPR Lampung Timur meninjau lokasi jembatan yang berlubang itu. Setelah peninjauan tersebut akan segera dilakukan perbaikan dengan menutup kerusakan lubang jembatan itu dengan pelat baja, sambil menunggu anggaran untuk perbaikan secara total," ujar Hendri.

Hendri menyatakan perbaikan sementara itu dilakukan agar masyarakat tidak khawatir lagi dalam mengakses jalan Desa Margasari-Desa Sukorahayu.

Kepala Desa Sukorahayu Afria Syahdi meminta agar kedepannya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memperhatikan jembatan penghubung desanya itu.

"Karena jembatan tersebut sebagai sarana transportasi satu-satunya penghubung di desa kami. Jembatan ini akses masuk dan keluar masyarakat. Setiap hari digunakan oleh warga kami dan desa lainnya. Sehingga kami sangat berharap pemerintah membantu memberikan solusi secepatnya agar tidak sampai memakan korban jiwa," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya. Ia berharap perbaikan jembatan ini menjadi skala prioritas pemkab setempat.

"Ya, seharusnya menjadi prioritas untuk segera dibenahi, karena akses utama penghubung antara dua desa," katanya.

Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial LS (21), warga Desa Braja Harjoasri Kecamatan Braja Selebah, SU (2...
22/09/2025

Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial LS (21), warga Desa Braja Harjoasri Kecamatan Braja Selebah, SU (23), warga Desa Karang Anyar Kecamatan Labuhan Maringgai, dan DP (20), warga Desa Braja Kencana Kecamatan Braja Selebah.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas penyalahgunaan obat-obatan terlarang di lingkungannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat malam (19/9/25) sekira pukul 23.30 WIB, petugas Sat Res Narkoba Polres Lampung Timur bergerak melakukan penyelidikan.

Dalam operasi tersebut, polisi lebih dulu mengamankan SU dan PR di Desa Braja Gemilang Kecamatan Braja Selebah saat keduanya diduga tengah menyalahgunakan obat-obatan berbahaya jenis Hexymer.

Tidak berselang lama, dari lokasi yang tidak jauh, polisi juga berhasil mengamankan seorang wanita berinisial LU, yang diduga memiliki keterkaitan dengan peredaran obat-obatan tersebut.

Dari hasil penggeledahan, aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain 2 bungkus plastik bening berisi 325 butir obat jenis Hexymer, 1 strip berisi 5 butir obat keras jenis Tramadol, 3 unit telepon genggam, 1 unit sepeda motor Honda Beat, serta 1 buah bra wanita yang turut diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Resnarkoba AKP Timor Irawan menyampaikan bahwa ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Lampung Timur guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pelaku yang ditangkap adalah Supri (39), warga Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Ia ditetapkan sebagai ...
11/09/2025

Pelaku yang ditangkap adalah Supri (39), warga Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengantongi bukti kuat keterlibatannya dalam aksi anarkistis tersebut.

Tiga pelaku lain yang sudah teridentifikasi masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, mengatakan pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa flashdisk berisi rekaman video aksi, sebuah topi milik pelaku, serta pecahan pot bunga yang digunakan untuk melempar ke arah gedung DPRD.

“Dalam rekaman video, Supri terlihat jelas aktif melakukan perusakan, mendorong pagar, dan melempar benda keras. Ia juga diduga menghasut massa untuk memecahkan pot bunga sebagai alat pelempar,” tegas Endro, Rabu (10/9/2025).

Menurut Kapolres, kericuhan terjadi karena adanya dua kelompok berbeda dalam aksi tersebut. Kelompok pertama berasal dari BEM Universitas Baturaja dan HMI yang resmi menyampaikan pemberitahuan kepada polisi.

Namun, kelompok kedua adalah massa tak terkoordinir yang diduga sengaja memicu kekacauan.

“Kerusuhan ini dipicu oleh kelompok yang tidak terkoordinir. Mereka yang bertanggung jawab atas perusakan fasilitas negara,” ujarnya.

Akibat ulah massa anarkistis itu, fasilitas pemerintah seperti pagar, gapura, pot bunga, serta kaca dan spion kendaraan dinas Polri mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp73 juta.

“Fasilitas itu dibangun dari uang rakyat. Jadi kerugian ini adalah kerugian seluruh masyarakat,” kata Endro.

Selain kerugian materiil, dua anggota Polri mengalami luka ringan, sementara seorang warga sipil terkena lemparan batu di kepala hingga harus dirawat medis.

“Kami akan terus dalami kasus ini dan memburu tiga pelaku lainnya yang sudah teridentifikasi dari rekaman video serta keterangan saksi,” pungkas Kapolres.

Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil Fortuner yang ditumpangi adik Wakil Gubernur Lampung, Sasa Chalim, di Kecama...
04/09/2025

Kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil Fortuner yang ditumpangi adik Wakil Gubernur Lampung, Sasa Chalim, di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, berakhir damai.

Peristiwa nahas itu terjadi pada 29 Juli 2025 di Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung. Dua korban yang merupakan pasangan lanjut usia menjadi korban.

Banjar Sopyan (65) meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara istrinya, Maini (63), mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Kasie Humas Polres Lampung Timur, Ipda Edwin, mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan.

"Pihak korban sudah menerima, tapi bentuknya masih secara kekeluargaan. Informasi dari unit laka, kedua belah pihak sudah mengadakan perjanjian perdamaian," ujarnya dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (3/9/2025).

Meski sudah ada surat permohonan damai dari kedua belah pihak, dia menegaskan, penyidikan tidak bisa langsung dihentikan. Pasalnya, ada korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

"Nanti akan dilakukan gelar khusus. Dari situ baru bisa diputuskan apakah penghentian perkara dilakukan melalui restorative justice atau pertimbangan lain," jelas Edwin.

Dia bilang, gelar perkara khusus akan melibatkan sejumlah pejabat internal Polres, termasuk Kasatreskrim, Kasat Intelijen, Kasiwas, hingga Propam, untuk memastikan langkah hukum yang diambil tidak melanggar aturan.

Hingga saat ini, status sopir mobil Fortuner, M Zaki (22) masih sebagai terperiksa dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, mobil Toyota Fortuner yang terlibat kecelakaan masih diamankan di Mapolres Lampung Timur. Sedangkan sepeda motor milik korban telah dikembalikan kepada keluarga.

"Karena motor itu satu-satunya yang dipakai keluarga korban, maka dipertimbangkan untuk dipinjamkan kembali melalui surat pinjam pakai," jelas dia.

Dia menegaskan, penyidik saat ini masih melengkapi syarat formil dan materil sebelum menggelar perkara penghentian kasus tersebut. "Kita juga masih melengkapi syarat formil dan materilnya apabila sudah terpenuhi akan segera dilakukan gelar untuk penghentian perkaranya," jelas dia.
sc: liputan6com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengambil sikap tegas. Ia langsung menonaktifk...
01/09/2025

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Thomas Amirico mengambil sikap tegas. Ia langsung menonaktifkan Purwito dari jabatannya sebagai Kepala SMKN 1 Labuhanmaringgai, Lampung Timur, menyusul adanya dugaan perbuatan amoral yang bersangkutan.

’’Sudah kami tindak dan lakukan langkah tegas. Sudah kami nonaktifkan dan tunjuk Plt. (pelaksana tugas)-nya," kata Thomas kepada Radar Lampung, Minggu (31/8).

Penonaktifan Purwito sendiri dari jabatannya berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 800.1.11.1/2188.1/V.01/DP.1A/2025 tanggal 30 Agustus 2025 yang ditandatangani langsung Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico.

Pada surat ini, Thomas menunjuk Wahyuni Dwi Rahayu, guru ahli muda di SMKN 1 Labuhanmaringgai sebagai Plt. Kepala SMKN 1 terhitung sejak Sabtu (30/8) sampai ditunjuknya Plt. baru atau ditetapkannya pejabat defenitif.

Kemudian terhitung tanggal tersebut juga, Kepala SMKN 1 Labuhan Maringgai definitif (Purwito) dinonaktifkan. ”Untuk memastikan kelancaran kegiatan di sekolah, Plt mulai bekerja besok (hari ini), 1 September 2025,” tandasnya.
sc: radarlampung

Sebanyak 40 santri Pondok Pesantren Al Islah, Desa Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, mengalami mual dan...
27/08/2025

Sebanyak 40 santri Pondok Pesantren Al Islah, Desa Matarambaru, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur, mengalami mual dan muntah diduga akibat keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

40 santri langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, Kebanyakan santri mengalami mual dan muntah serta kondisi tubuh yang lemas.

Kepala UPTD Puskesmas Matarambaru, Kuntarti membenarkan adanya 40 santri yang dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

“Memang benar, ada 40 santri yang mendapatkan perawatan, dengan indikasi keracunan makanan,” Kata Kuntarti, Rabu 27/8/25.

Menurut Kuntarti, Santri yang diduga mengalami keracunan mengalami gejala mual, muntah dan lemas. “Untuk perawatan ada yang dibawa ke Puskesmas Bandar Sribhawono, Puskesmas Labuhan Maringgai dan sebagian di Klinik Permata Keluarga,” Imbuhnya.
sc: radar24coid

Address

Sekampung Udik

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Sekampung Udik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share