18/05/2026
Kenalkan, aku adalah wanita yang pernah dipatahkan oleh seorang pria, bahkan luka dari nya masih ada dan masih basah. Jujur dulu aku sempat putus asa, sempat merasa duniaku terguncang hebat. Aku menjadi lupa mengurus diri, telat makan hampir tiap hari, jarang minum air putih, sampai-sampai jam tidurku rusak karena memikirkan dia sampai pagi.
Tapi akhirnya aku sadar, ternyata aku bodoh. Untuk apa aku memikirkan dia sedangkan di sana dia mana peduli dengan aku. Buat apa aku menghabiskan hari, menyiksa diri, hanya untuk menangisi pria yang kelak akan paham bahwa wanita tulus sepertiku hanya datang satu kali.
Aku tidak dendam, tidak juga melontarkan sumpah serapah pada nya. Karena percaya Tuhan punya cara-Nya sendiri membalaskan rasa sakit ku ini. Atur sajalah Tuhan, Aamin.
Kini aku semakin pulih, sudah bisa tertawa lagi, bisa berjalan ke sana ke mari, dan bisa melihat lebih jelas, bahwa masih di dunia ini pasti ada kejutan terindah untukku, untuk kita para wanita yang bersemi setelah patah.
Sekarang aku menunggu di sini, bukan untuk dia. Tapi untuk menyambut sosok pria yang membuatku bahagia, pandai menghiburku, selalu mengkhawatirkan aku, dan dia merasa terluka ketika melihatku menangis.
Apakah pria seperti itu ada? Pasti ada. Sebab aku percaya di antara pecahan kaca pasti ada gelas yang utuh. Begitu p**a Tuhan menciptakan kaum Adam tidak semuanya buruk, pasti ada yang baik. Dan di sini aku menunggu nya, soal kapan dia datang bukan aku yang mengaturnya, tapi semesta yang akan mempertemukannya.
_____________________________________________
πΊπ°π
π° π»πΎπΆπΈπΊπ°