18/03/2026
Salam toleransi
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi serta pawai takbiran menyambut Idulfitri tetap dapat dilaksanakan meski waktu kedua perayaan tersebut berdekatan pada tahun ini.
Dilansir dari Metro TV, Minggu (15/3/2026), Pemerintah Provinsi NTB menegaskan tidak ada pelarangan terhadap dua kegiatan keagamaan tersebut selama tetap menjaga ketertiban dan saling menghormati antarumat beragama.
Juru Bicara Pemerintah NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan seluruh kegiatan keagamaan masyarakat tetap dapat dilaksanakan seperti biasa.
“Seluruh kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat,” ujar Ahsanul di Mataram, dikutip dari laporan Antara News.
Ia menambahkan masyarakat NTB selama ini dikenal memiliki tradisi toleransi yang kuat dalam kehidupan beragama. Momentum berdekatan antara perayaan Nyepi dan Idulfitri dinilai justru menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan sikap saling menghargai.
Menurutnya, umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian. Sebaliknya, umat Hindu juga menghormati pelaksanaan malam takbiran dan salat Idulfitri umat Islam.
Pemerintah daerah bersama tokoh agama, panitia kegiatan, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta aparat keamanan juga telah melakukan koordinasi untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.
Koordinasi tersebut mencakup pengaturan rute kegiatan, pembatasan peserta termasuk dari luar daerah, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah berharap tradisi toleransi yang telah lama terjaga di NTB dapat terus dipertahankan sebagai kekuatan sosial dalam kehidupan masyarakat.