infoMJLK

infoMJLK Media Berbasis Citizen Jurnalis. Menyajikan informasi di wilayah Ciayumajakuning.
(5)

Dibuat sejak tanggal 5 Desember 2010 yang sampai sekarang telah menjadi sebuah media berbagi komunikasi dan informasi nomor satu di Kabupaten Majalengka. Kami telah dipercaya sebagai event media partner dan media promosi brand lokal dan nasional. Untuk event media partner dan media promosi hubungi di email [email protected] atau via direct message di Twitter dan Instagram kami

07/06/2026

“Air yang keruh tidak pernah membenci hulu. Ia hanya sedang membawa pesan bahwa ada yang terluka di sepanjang alirannya.”

Kalimat itu mengingatkan kita bahwa alam selalu memiliki cara untuk berbicara. Ketika sungai tak lagi jernih, ketika sampah menumpuk, atau ketika cuaca semakin sulit diprediksi, sesungguhnya lingkungan sedang menyampaikan pesan kepada manusia.

Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Komunitas Hujan Keruh Jatitujuh berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Majalengka, Sekar Laras Majalengka, dan Kirik Nguyuh mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan hubungan kita dengan alam.

Bagi mereka, menjaga lingkungan bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni sesaat. Merawat bumi adalah kebiasaan yang harus tumbuh setiap hari, dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita.

Melalui tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, memperkuat kepedulian lingkungan, membangun jejaring komunitas, sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.

07/06/2026

Di sebuah desa kecil bernama Lelea, di tengah hamparan sawah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ada sebuah tradisi pernikahan yang tak akan kamu temukan di tempat lain.

Namanya Kawin Bobot.

Sebelum ijab kabul diucapkan, sang pengantin wanita terlebih dahulu naik ke atas dacing, timbangan tradisional berukuran besar yang biasa dipakai menimbang hasil panen. Di sisi seberangnya, sang mempelai pria menaruh berbagai hasil bumi: padi, kelapa, hingga aneka produk pertanian lainnya hingga kedua sisi timbangan itu benar-benar seimbang.

Bukan soal berat badan. Bukan soal penampilan.

Ini soal kesiapan. Seberapa besar sang suami sanggup menanggung kehidupan istrinya. Seberapa sungguh ia siap memberi nafkah, perlindungan, dan kesejahteraan bukan hanya dengan janji, tapi dengan bukti nyata yang bisa ditimbang.

Filosofi yang sederhana, namun begitu dalam maknanya.

Hingga hari ini, masyarakat Desa Lelea masih merawat tradisi ini dengan penuh kebanggaan bukan sebagai beban warisan, melainkan sebagai identitas yang membedakan mereka dari yang lain. Sebuah pengingat bahwa di tanah Jawa Barat, cinta bukan sekadar dirasakan ia juga ditimbang.

video by

07/06/2026

Jembatan Penghubung Dua Desa di Majalengka Disebut Terbengkalai Sejak 2015

Warga Blok Sukamanah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Maja, berharap pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Candrajaya, Kecamatan Sukahaji, dapat kembali menjadi perhatian pemerintah.

Menurut informasi yang diterima, pembangunan jembatan tersebut telah terbengkalai sejak tahun 2015 dan hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, keberadaan jembatan ini dinilai penting sebagai akses penghubung antarwilayah yang dapat mempermudah mobilitas warga.

Selain mempersingkat akses perjalanan, warga menilai jembatan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar wilayah Sindangkerta dan Candrajaya.

Masyarakat berharap adanya tindak lanjut dari pihak terkait agar pembangunan jembatan dapat segera dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi warga di kedua desa.

📍 Blok Sukamanah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Maja – Desa Candrajaya, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.


07/06/2026

Jembatan Penghubung Dua Desa di Majalengka Disebut Terbengkalai Sejak 2015

Warga Blok Sukamanah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Maja, berharap pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Candrajaya, Kecamatan Sukahaji, dapat kembali menjadi perhatian pemerintah.

Menurut informasi yang diterima, pembangunan jembatan tersebut telah terbengkalai sejak tahun 2015 dan hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Padahal, keberadaan jembatan ini dinilai penting sebagai akses penghubung antarwilayah yang dapat mempermudah mobilitas warga.

Selain mempersingkat akses perjalanan, warga menilai jembatan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar wilayah Sindangkerta dan Candrajaya.

Masyarakat berharap adanya tindak lanjut dari pihak terkait agar pembangunan jembatan dapat segera dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi warga di kedua desa.

📍 Blok Sukamanah, Desa Sindangkerta, Kecamatan Maja – Desa Candrajaya, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

07/06/2026

Pagi-pagi jalan ke wilayah utara Majalengka, sambil menikmati sepoi-sepoi angin utara dengan kondisi jalan yang mulus semakin syahdu ngegas kendaraan.

Ada yang tiap hari lewat jalan ini ?

06/06/2026

Alhamdulillah, kabar terbaru terkait PMI asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Ibu Marwati, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Abu Dhabi.

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima, Ibu Marwati telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dan saat ini sedang dalam proses penjemputan oleh pihak keluarga di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, kasus Ibu Marwati sempat menjadi perhatian berbagai pihak setelah keluarga kehilangan komunikasi dan belum mendapatkan kepastian mengenai kepulangannya. Berbagai upaya koordinasi dilakukan oleh keluarga, Pemerintah Desa Sumber Wetan, serta instansi terkait hingga akhirnya Ibu Marwati dapat kembali ke tanah air.

Semoga Ibu Marwati selalu diberikan kesehatan dan dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.

06/06/2026

Andai saja. Karena semua jalan desa di Majalengka tak semuanya bolong-bolong dan rusak kok. Ini salah satunya, jalan Surawana - Surawangi , Kecamatan Jatiwangi.

Kira-kira jalan mana yang perlu diperbaiki ?

Jadi gini baraya, ada keluarga pensiunan guru di Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, meminta kejelasan...
05/06/2026

Jadi gini baraya, ada keluarga pensiunan guru di Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, meminta kejelasan atas perbedaan data luas tanah yang selisihnya diluar kewajaran yaitu 220 meter persegi. Itu teh hilang secara administrasi alias tidak tahu kemana.

Loh kok bisa?

Dalam Akta Jual Beli tahun 1998, luas tanah tercatat kurang lebih 2.500 meter persegi. Begitu juga dalam klentingan 2009, angka dan datanya nyaris sama. Namun dalam sertipikat yang terbit kemudian, luas tanah tercatat 2.280 meter persegi.

Katanya, permintaan ini sudah diajukan ke pihak Desa Talaga Wetan, untuk memperoleh kepastian administrasi dan hukum atas bidang tanah tersebut. Nah, kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya keterbukaan dokumen pertanahan, kejelasan batas bidang, serta tertib administrasi desa dalam proses sertifikasi tanah.

Apakah Baraya juga pernah mengalami kejadian serupa?

04/06/2026

PROYEK PABRIK BYD DI SUBANG DILAPORKAN TERBAKAR

Kebakaran dilaporkan terjadi di area proyek pembangunan pabrik BYD yang berlokasi di Cipeundeuy, Kabupaten Subang, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok. Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung dari area proyek sebelum akhirnya berhasil ditangani.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan sumber api dan penyebab kejadian.

📹 Source: TikTok Rian Cina

Pemkab Majalengka menyalurkan dana hibah dengan nilai total Rp3.677.280.000. Bantuan dana hibah diberikan kepada delapan...
04/06/2026

Pemkab Majalengka menyalurkan dana hibah dengan nilai total Rp3.677.280.000. Bantuan dana hibah diberikan kepada delapan partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Majalengka hasil Pemilihan Umum Tahun 2024.

Pemberian hibah atau bantuan keuangan kepada partai politik merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Secara teknis di tingkat daerah, pelaksanaannya dipayungi melalui Keputusan Bupati Majalengka Nomor 100.3.3.2/Kep.1266-Bakesbangpol/2025 tentang perubahan atas keputusan bupati sebelumnya terkait bantuan keuangan partai politik.

Besaran bantuan keuangan untuk partai politik ditetapkan sebesar Rp5.000 per suara sah hasil Pemilu 2024. PDI Perjuangan menjadi partai yang mendapatkan dana hibah terbesar yaitu senilai Rp1.114.625.000 karena pada Pemilu 2024 berhasil meraih 222.925 suara sah. Selanjutnya partai yang mendapatkan dana hibah yaitu PKS sebesar Rp573.815.000 dengan 114.763 suara, Partai Golkar sebesar Rp492.495.000 dengan 98.499 suara dan Partai Gerindra sebesar Rp416.330.000 dengan 83.226 suara. Ada parpol PKB sebesar Rp382.975.000 dengan 76.595 suara, PAN sebesar Rp291.600.000 dengan 58.320 suara, PPP sebesar Rp269.415.000 dengan 53.883 suara, dan Partai Demokrat sebesar Rp136.025.000 dengan 27.205 suara.

Bupati Majalengka Eman Suherman, menjelaskan bahwa partai politik memiliki peran strategis sebagai pilar utama demokrasi yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Tak lupa, Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran guna meningkatkan kualitas pendidikan politik masyarakat serta memperkuat sistem demokrasi yang sehat di Kabupaten Majalengka.

Address

Majalengka

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when infoMJLK posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to infoMJLK:

Share