17/09/2026
DUKA MENDALAM MASYARAKAT 3 DISTRIK KABUPATEN NDUGA
Hari ini kami duduk di tanah, di depan sekolah anak-anak kami di gunung.
Kami bukan duduk karena upacara, kami duduk karena hati kami sakit.
Bagi kami masyarakat kecil di Nduga,Aris Sanda atau bapak Tasya,sudah seperti orang Nduga.
Sudah berapa tahun dia layani kami, bawa makanan kami, bawa mama-mama jualan, bawa anak-anak kami dari Wamena ke Nduga dengan selamat.
Sekarang dia sudah tidak ada,kami kehilangan,
mau cari sopir seperti dia di mana lagi di gunung ini?
Anak-anak sekolah menangis, mama-mama menangis, bapa-bapa tunduk kepala,kami rasa kehilangan paling dalam.
Untuk saudara-saudara kami OPM di hutan,
Dengan hati yang hancur kami minta:
Stop sudah, jangan sembarang tembak sopir.
Sopir itu bukan musuh,dia tidak bawa senjata,dia bawa kehidupan untuk kami di Nduga.
Kalau ada masalah, tanya dulu, lihat bukti dulu, jangan langsung tembak orang tidak bersalah.
Setiap peluru yang kena sopir, yang luka itu hati kami masyarakat Nduga juga.
Kami masyarakat Nduga mau hidup damai, mau anak-anak sekolah aman, mau jalan Wamena-Nduga aman.
Jangan tambah air mata lagi di atas tanah ini.