26/05/2026
Al-Qur’an tua tulisan tangan yang tersimpan di Masjid Nur Yaqin, Pulau Barrang Lompo, menjadi salah satu peninggalan sejarah Islam paling berharga di kawasan tersebut. Masjid ini berada tepat di samping Makam Syech Alwi Bin Abdullah Bin Ahmad Syarif Assegaf, seorang tokoh Sayyid yang sangat dihormati masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan Tuan Karama’.
Pulau Barrang Lompo sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki jejak kuat keturunan Nabi dan para Sayyid. Di p**au ini terdapat beberapa makam tua para ulama dan tokoh penyebar Islam, termasuk makam Syech Alwi Bin Abdullah Bin Ahmad Syarif Assegaf serta sebuah makam tua lain yang hingga kini belum diketahui secara pasti identitasnya.
Menurut informasi masyarakat dan keturunan Sayyid di Barrang Lompo, Syech Alwi Bin Abdullah Bin Ahmad Syarif Assegaf pernah menjadi M***i Kerajaan Gowa, meskipun belum diketahui secara pasti masa jabatannya. Beliau datang ke Makassar pada tahun 1683 M, pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Imappadulung Karaeng Sanro Bone. Dalam perjalanan hidupnya, beliau kemudian menikah dengan putri Raja Gowa pada masa itu, sehingga memiliki hubungan erat dengan lingkungan kerajaan.
Salah satu warisan penting yang masih terjaga hingga sekarang adalah Al-Qur’an tulisan tangan peninggalan beliau yang disimpan di Masjid Nur Yaqin. Mushaf kuno tersebut diyakini ditulis langsung oleh Syech Alwi Bin Abdullah Bin Ahmad Syarif Assegaf dan menjadi bukti perkembangan Islam serta tradisi keilmuan di Pulau Barrang Lompo pada masa lampau.
Sayyid Alwi Bin Abdullah Bin Ahmad Syarif Assegaf wafat pada tahun 1717 M. Berdasarkan usia peninggalannya, Al-Qur’an tulisan tangan tersebut diperkirakan telah berumur lebih dari 300 tahun. Keberadaannya menjadikan Masjid Nur Yaqin dan kawasan makam di Pulau Barrang Lompo sebagai salah satu situs sejarah Islam yang memiliki nilai budaya, religi, dan sejarah yang sangat penting di Makassar.