widya

widya Aku widya, seorang wanita. aku senang menulis sejak masih kecil.

Dulu aku anggota forum lingkar pena,aku ingin mengisi waktu dgn menulis sastra ;cerita pendek, puisi dan kalau bisa juga artikel tentang dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan disaat lain.

Judul: Kereta yang Tidak KunaikiMalam itu, aku berdiri sendirian di sebuah stasiun yang tidak ada namanya.Langit berwarn...
30/05/2026

Judul: Kereta yang Tidak Kunaiki

Malam itu, aku berdiri sendirian di sebuah stasiun yang tidak ada namanya.

Langit berwarna biru tua. Lampu-lampu tua memantulkan cahaya kekuningan di lantai yang basah oleh hujan.

Tidak ada suara selain derit rel dan angin yang berembus perlahan.

Lalu sebuah kereta datang.

Di jendelanya, aku melihat seorang perempuan.

Aku mengenalnya.

Itu aku.

Namun bukan aku yang sekarang.

Perempuan itu sedang menjalani kehidupan yang dulu pernah kuimpikan. Ia tampak bahagia. Di sampingnya ada orang-orang yang mencintainya. Wajahnya tenang. Matanya berbinar seperti seseorang yang menemukan tempatnya di dunia.

Kereta itu berhenti sesaat.

Pintunya terbuka.

Tetapi aku tidak naik.

Karena itu bukan keretaku.

Tak lama kemudian kereta itu pergi, membawa kehidupan yang tidak pernah sempat kujalani.

Lalu datang kereta kedua.

Di dalamnya ada versi lain dari diriku.

Ia tinggal di kota yang dulu ingin kutinggali. Ia berani mengambil kesempatan yang dulu kutolak. Ia berhasil menjadi seseorang yang pernah kubayangkan saat masih muda.

Kereta itu juga berhenti.

Dan lagi-lagi aku hanya melihatnya berlalu.

Setelah itu datang kereta ketiga.

Keempat.

Kelima.

Puluhan kereta.

Ratusan kereta.

Masing-masing membawa seorang perempuan yang wajahnya sama denganku.

Namun hidupnya berbeda.

Ada yang lebih kaya.

Ada yang lebih terkenal.

Ada yang lebih dicintai.

Ada yang lebih berani.

Ada yang lebih bahagia.

Dan ada p**a yang lebih terluka.

Aku memperhatikan semuanya lewat jendela.

Hingga akhirnya aku menyadari sesuatu.

Setiap kereta yang lewat memang membawa kehidupan yang mungkin lebih indah.

Tetapi tak satu pun dari mereka membawa seluruh diriku.

Mereka hanya membawa kemungkinan.

Sedangkan aku membawa kenyataan.

Aku membawa semua luka yang membentukku.

Semua kegagalan yang mengajariku.

Semua kehilangan yang membuatku mengerti arti syukur.

Semua orang yang kutemui di perjalanan ini.

Lalu, jauh di ujung malam, sebuah kereta terakhir datang.

Jendelanya gelap.

Aku tidak bisa melihat siapa yang ada di dalamnya.

Ketika pintunya terbuka, tidak ada seorang pun yang turun.

Di pintunya hanya tertulis:

"KEHIDUPAN YANG MASIH TERSISA."

Saat itulah aku mengerti.

Aku menghabiskan terlalu banyak waktu menatap kereta-kereta yang telah pergi.

Padahal satu-satunya kereta yang masih bisa kunaiki adalah yang belum berangkat.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, aku melangkah maju.

Bukan menuju masa lalu.

Melainkan menuju kehidupan yang masih menungguku.

30/05/2026

Hari ini aku duduk memandangi laut yang tenang. Entah mengapa pikiranku berjalan jauh ke belakang, menyusuri lorong-lorong waktu yang pernah kulewati.

Aku teringat betapa baiknya hidup kepadaku.

Dulu, hidup tidak hanya memberiku satu kesempatan. Ia memberiku banyak sekali. Banyak pintu yang terbuka. Banyak jalan yang bisa kupilih. Banyak mimpi yang pernah mampir dan mengetuk hatiku dengan lembut. Bahkan ada masa ketika aku merasa masa depan sedang tersenyum kepadaku dari segala arah.

Tetapi aku hanyalah manusia.

Aku memilih dengan pengetahuan yang kumiliki saat itu. Aku melangkah dengan keberanian yang kupunya saat itu. Dan sekarang, setelah begitu lama berjalan, aku baru menyadari sesuatu yang terasa menyakitkan.

Jalan-jalan yang kutinggalkan ternyata tidak pernah berhenti hidup.

Mereka terus tumbuh tanpa diriku.

Ada jalan yang dahulu kutinggalkan karena takut. Kini kulihat ia berakhir di taman yang penuh bunga. Ada jalan yang kulepaskan karena merasa belum siap. Kini kulihat ia dipenuhi tawa dan kebahagiaan. Ada p**a mimpi yang pernah kusimpan begitu dekat di dada, yang kini menjadi kenyataan bagi orang lain.

Aneh rasanya.

Seolah aku sedang mengunjungi rumah-rumah yang pernah dirancang oleh hatiku sendiri, tetapi ketika pintunya terbuka, aku mendapati orang lain tinggal di dalamnya.

Mereka tertawa di ruang yang pernah kubayangkan.
Mereka memetik buah dari pohon yang pernah kutanam dalam angan.
Mereka menjalani kehidupan yang dulu pernah memanggil namaku.

Dan aku hanya berdiri di luar, sebagai tamu.

Kadang aku bertanya-tanya, bagaimana jadinya jika dulu aku memilih berbeda? Apakah aku akan lebih bahagia? Apakah aku akan lebih utuh? Atau mungkin aku hanya akan menemukan penyesalan yang berbeda?

Tidak ada yang bisa menjawab.

Yang kutahu hanyalah bahwa hidup ternyata bukan tentang memilih yang terbaik. Hidup adalah memilih satu hal, lalu melepaskan seribu kemungkinan lainnya.

Mungkin itulah bagian yang paling menyedihkan dari menjadi manusia.

Kita diberi kemampuan untuk bermimpi tentang banyak kehidupan, tetapi hanya diizinkan menjalani satu.

Dan malam ini, di bawah langit yang mulai gelap, aku mengenang semua versi diriku yang tidak pernah sempat lahir. Semua perempuan yang mungkin bisa menjadi aku. Semua rumah yang mungkin bisa kutinggali. Semua kisah yang mungkin bisa kutuliskan.

Mereka tidak mati.

Mereka hidup di suatu tempat dalam imajinasiku, seperti bintang-bintang yang terlihat jauh dan indah, tetapi tak akan pernah bisa kugapai.

Aku memandang mereka dengan rindu.

Bukan karena aku ingin kembali.

Melainkan karena aku akhirnya memahami bahwa sebagian kesedihan dalam hidup bukan berasal dari apa yang kita kehilangan, melainkan dari apa yang sebenarnya pernah mungkin menjadi milik kita.

Dan aku sendiri telah memilih satu pilihan yang salah hingga aku terpaksa berakhir seperti sekarang....karena aku sadar tujuan nya bukan tujuan ku.

Dan senja ini masih mencoba memberikan ku sebuah mimpi istimewa tapi tubuh renta ini mungkin tak pernah bisa menggapainya karena waktu tidak lagi menunggu....

By Widya 512

30/05/2026

Aku duduk diam memandangi jalan hidupku yang berkelok-kelok. Dahulu, aku merasa hidup begitu murah hati kepadaku. Ia memberiku banyak kesempatan yang istimewa, pertemuan-pertemuan yang istimewa, bahkan mimpi-mimpi yang terasa lebih besar daripada diriku sendiri. Di setiap persimpangan, selalu ada jalan yang menjanjikan harapan.

Namun manusia hanya bisa memilih satu arah pada satu waktu.

Kini, ketika usia dan pengalaman mengajarkanku untuk menoleh ke belakang, aku melihat sesuatu yang tak pernah kusadari sebelumnya. Jalan-jalan yang dulu kutinggalkan ternyata tidak mati. Mereka terus berjalan tanpa diriku. Mereka tumbuh, berbuah, dan akhirnya menjadi kisah-kisah yang indah.

Aku melihat kebun-kebun yang dahulu mungkin bisa menjadi milikku. Pohon-pohon yang kutanam dengan harapan kecil kini berbuah lebat, tetapi dipetik oleh tangan orang lain. Rumah-rumah yang pernah kubayangkan ternyata berdiri megah, hanya saja bukan aku yang tinggal di dalamnya. Mimpi-mimpi yang pernah kupegang erat menemukan pemilik baru yang lebih berani atau lebih tepat waktu.

Ada rasa sedih yang sulit dijelaskan.

Bukan karena aku membenci mereka yang kini berada di sana. Justru aku turut bahagia melihat kehidupan itu tumbuh dengan baik. Hanya saja, ada bagian kecil dalam diriku yang berbisik, "Mungkin dulu aku juga bisa sampai di sana."

Kadang aku merasa kasihan pada diriku sendiri. Bukan karena hidupku buruk, melainkan karena aku baru memahami harga dari setiap pilihan. Setiap jalan yang kupilih ternyata bukan hanya memberiku sesuatu, tetapi juga membuatku kehilangan sesuatu yang lain.

Namun mungkin begitulah hidup bekerja.

Kita tidak pernah ditakdirkan untuk memiliki semua musim sekaligus. Kita hanya diberi satu pasang kaki untuk menapaki satu jalan pada satu waktu. Dan meskipun banyak kebun indah yang tumbuh di belakangku, aku harus mengakui bahwa langkah-langkah yang membawaku ke sini juga memiliki kisahnya sendiri.

Maka sore ini aku berdiri di antara syukur dan penyesalan. Syukur karena hidup pernah memberiku begitu banyak kemungkinan. Penyesalan karena aku tidak bisa menjalani semuanya.

Dan mungkin kedewasaan adalah saat kita akhirnya menerima bahwa beberapa bunga memang ditanam oleh tangan kita, tetapi mekar untuk dinikmati orang lain.

Dan aku sendiri telah memilih satu pilihan yang salah hingga aku terpaksa berakhir seperti sekarang....karena aku sadar tujuan nya bukan tujuan ku.

Dan senja ini masih mencoba memberikan ku sebuah mimpi istimewa tapi tubuh renta ini mungkin tak pernah bisa menggapainya karena waktu tidak lagi menunggu....

12/02/2026

* Hanya renungan pribadi Widi, bukan ceramah *

🌿 The Path to Paradise Begins at Home
( 🌿 Jalan Menuju Surga Dimulai dari Rumah)

In Islam, the road to Paradise is built upon two inseparable foundations: sincere worship of Allah alone and sincere devotion to one’s parents. Allah places kindness to parents immediately after the command to worship Him, showing the greatness of their position in our lives.
(Artinya: Dalam Islam, jalan menuju Surga dibangun di atas dua dasar yang tidak terpisahkan: ibadah yang tulus kepada Allah semata dan bakti yang ikhlas kepada kedua orang tua. Allah meletakkan perintah berbuat baik kepada orang tua tepat setelah perintah menyembah-Nya, menunjukkan betapa agung kedudukan mereka dalam hidup kita.)

Allah says:
“And your Lord has decreed that you worship none but Him, and to parents, good treatment…”
(Qur’an 17:23)
( artinya : Alloh berfirman :
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua…
(QS. Al-Isra’ 17:23)

“Worship Allah and associate nothing with Him, and be good to parents…”
(Qur’an 4:36)
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…"
(QS. An-Nisa’ 4:36)

“Be grateful to Me and to your parents; to Me is the final return.”
(Qur’an 31:14)
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu."
(Qur’an surah 31:14)

The Messenger of Allah ﷺ said:
“May his nose be rubbed in dust — the one who finds his parents, one or both of them, in old age and does not enter Paradise by serving them.”
(Sahih Muslim)
( artinya: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Celakalah seseorang, celakalah dia, celakalah dia — yaitu orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka di usia tua, namun tidak masuk Surga karena tidak berbakti kepada mereka.”
(HR. Muslim) )

This teaches us that truly unfortunate is the person who has living parents yet loses the opportunity to reach Paradise through serving them.
( artinya: Ini mengajarkan bahwa sungguh merugi orang yang masih memiliki orang tua, namun menyia-nyiakan kesempatan besar untuk meraih Surga dengan berbakti kepada mereka.)

A child who honors their parents sincerely — without expecting praise or reward — will be granted goodness in this life. And if their life is short, by Allah’s mercy, Paradise awaits them, as long as they remain obedient to Allah, avoid shirk, and never speak falsely in His Name.
(Artinya : Seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya dengan ikhlas — tanpa mengharap balasan pamrih atau pujian — akan diberi kebaikan dalam hidupnya. Dan jika wafat lebih cepat, dengan rahmat Allah, Surga menantinya, selama ia taat kepada Allah, tidak berbuat syirik, dan tidak berdusta atas nama Alloh )

🌸 Paradise is not far. Often, it lies beneath the patience, kindness, and devotion we give to our parents.
( artinya : 🌸 Surga tidak jauh. Seringkali ia terletak dalam kesabaran, kasih sayang, dan bakti kita kepada orang tua.)

Cuma sedikit renungan from widi
Di 2026 Februari 12 , Makassar Indonesia.

30/01/2026

*Ini cuma REFLEKSI diri bukan CERAMAH*
By widya

Bismillah,
Iman itu anugrah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Jika Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang maka diberikan hidayah menuju keimanan. Iman itu di hati tapi diikuti oleh lisan dan perbuatan.
Iman itu tidak bisa diperjual belikan
Iman itu tidak bisa diwarisi dari seorang ayah yang bertaqwa.
Iman itu adalah rahmat Nya
Tapi iman manusia tidak statis,
Iman manusia senantiasa berfluktuasi, naik dan turun
Tidak seperti iman malaikat.

Ketika kita bermaksiat atau bergaul dengan hal-hal yang tidak sesuai syariat sangat berpotensi untuk mengalami penurunan iman.
Begitu juga sebaliknya ketika kita melakukan ketaatan dan bergaul dengan hal-hal yang sesuai syariat juga berpotensi mengatrol iman naik.
Ketika iman bertakhta di hati dengan kuat lezatnya iman akan terasa sebagai kenikmatan yang tiada tara. Mati pun rela, tiada rasa takut sedikitpun demi menjaga kelezatan tersebut. Cinta yang tiada tandingannya. Cahaya di atas cahaya.
Tapi sekonyong-konyong ujian akan datang dari segala penjuru, mencari cela titik kelemahan.
Jangan bangga diri, sombong atau berpuas diri mengatakan kamu beriman sebelum kamu di uji.
Istiqomah itu berat kecuali orang-orang yang dirahmati. Jatuh bangun hingga akhirnya perjuangan benar-benar finish. Ketika saatnya kita harus p**ang ( mati).

Tapi dari perjalanan panjang yang kita tempuh melewati jurang,ngarai, menuruni lembah yang indah atau Memijak batu cadas nan terjal ada hikmah yang dapat kita petik.
Bahwa selagi kita masih hidup, perjuangan tidak akan pernah selesai.
Ketika kita melihat orang-orang yang tenggelam dalam kemaksiatan atau orang yang berada dalam gelap nya kesesatan kita berlindung kepada Alloh semoga tidak seperti itu tapi kita jangan pernah sombong dan memastikan nasib mereka. Selagi mereka masih hidup, kita tidak pernah tahu akhirnya.
Begitu juga ketika kita melihat seseorang berada di puncak keimanan, jangan memastikan karena kita tidak tahu akhirnya.

Don't be judge!

Orang kafir bisa saja mendapatkan hidayah, Allah tahu siapa yang hatinya hanif ( cenderung kepada kebenaran) Alloh memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bukan karena silsilah keturunan nya.
Bahkan islam di awal-awal banyak diterima dari kalangan yang di hina, status sosial nya dianggap rendah, diremehkan oleh orang-orang terpandang hingga diusir dan disiksa.
Walaupun akhirnya ada juga dari orang yang disegani dan dihormati.
Dulu sahabat Nabi asalnya orang kafir namun setelah mendapatkan hidayah islam mereka bertransformasi begitu hebatnya yang disebut hijrah menjadi Ummat pilihan.
Begitu juga orang yang dikehendaki murtad menjadi Ummat yang paling celaka. Naudzubillah tsumma naudzubillah min dzalik.
Bahkan paman Nabi tidak bisa mendapatkan hidayah islam.

Alloh menggenggam hati setiap manusia, Allah yang berkuasa membolak-balikan hati- hati hamba- Nya.
Namun tidak ada sesuatu pun peristiwa yang terjadi kebetulan, semua sudah dalam pengetahuan, rencana dan hikmah Alloh.
Kita lah manusia dan makhluk lainnya yang tidak pernah tahu sebelum terjadi
Kita juga tidak berkuasa menciptakan , kita hanya senantiasa mencari jalan, berdoa dengan segenap harapan ( roja') dan berikhtiar. Jika bertemu pada taqdir Nya maka terjadilah apa yang terjadi.
Itulah mengapa harus selalu bertawakkal dalam setiap gerakan hati dan tiap derap langkah kita.

Iman kita manusia akhir zaman tidak seperti iman nya para salafussholeh assabiqunal awwalun.
Kita begitu rentan jauh dari nubuwwah dengan begitu banyak fitnah akhir zaman.
Iman kita digambarkan seperti buih....
Walliyyadzu billah.
Itulah mengapa kita selalu dimangsa dan terbantai predator dari segala penjuru.

Meskipun penampilan ku cukup tertutup tapi aku bukan type konservatif , bukan orang yang sangat tertutup dengan hal-hal ...
26/01/2026

Meskipun penampilan ku cukup tertutup tapi aku bukan type konservatif , bukan orang yang sangat tertutup dengan hal-hal di luar diriku.

Dalam melihat sesuatu, dalam memikirkan sesuatu aku type openminded.
Tapi jelas aku punya filter dan batasan sendiri sebagai seorang yang independen.
Aku merdeka dari segala bentuk intimidasi
Yang mengikat ku adalah keyakinan ku dalam beragama. Tapi bukan keyakinan fanatisme sempit.
Aku dalam beberapa hal biasa disebut aliran keras, tapi agama ku bukan aliran. Agama ku merujuk pada sumber yang otentik.bukan pada pendapat seseorang atau kelompok.
Meskipun begitu kedewasaan, pengalaman dan wawasan mengajarkan ku bahwa menampilkan diri tidak harus selalu sok tahu, tidak harus membuka semua nya untuk mencari atau mendapatkan validasi dari orang lain.
Karena validasi yang maha akurat datang dari yang Maha Tahu segalanya. Yang tidak ada yang tersembunyi dariNya meskipun dalam hati yang paling dalam.
Di hadapan Sang Maha Tahu kita tidak bisa berkamuflase, tidak bisa framing apalagi playing victim.
Dan aku merasa aman dan tenang karena itu!!!

Lalu kembali lagi pada ayat, " Fattaqullah mastato'tum...... "
Kita bertaqwa sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Dan berharap validasi dari Yang Maha Adil.
Gitu aja sih aku.....

Dan aku juga bukan orang yang terlalu saklek, aku s**a kalau orang menasehati saya jika dia pantas dan dengan cara yang baik, misalnya beliau melakukan nya secara pribadi face to face atau melalui jaringan pribadi kalau by online. Itu kan cukup sopan dan tidak menjatuhkan harga diri kita di depan umum.
Tentu aku menerima dan sangat menghargai mas**an atau interupsi dan semacamnya.
Aku anggap itu sebagai bentuk ukhuwah, solidaritas atau kasih sayang pada diriku. 🥰
Tapi aku menolak segala bentuk kontrol atau intervensi setelah nya.
Karena aku independen dalam pilihan ku dan masih sadar segalanya ada konsekuensinya serta akan mempertanggung jawabkan semua nya dunia akhirat.
Dunia ku bukan sekedar hitam dan putih lagi....
Dan hidup itu ada dinamikanya, senantiasa berproses
.

"ELEGI SAYAP-SAYAP PATAHKU"Beberapa waktu yang lalu di bawah langit malang yang cerah....Aku jadi tahu bahwa harga dirim...
02/01/2026

"ELEGI SAYAP-SAYAP PATAHKU"

Beberapa waktu yang lalu di bawah langit malang yang cerah....

Aku jadi tahu bahwa harga dirimu adalah memamerkan kebahagiaan dan kemesraan kalian di depan ku.

Memberikan kejutan padaku, mempecundangiku , melukai Hatiku adalah kebanggaan kalian.
Membuat istri mu bahagia di depanku adalah kehormatan dan harga dirimu.

Kamu mungkin sedikit kecewa karena aku tidak memberikan reaksi waktu itu
Maaf karena saat menyadarinya hari itu, aku memilih untuk membekukan hati ku.
Walaupun aku hampir berubah menjadi harimau menggaum dan menggeram di dasar hatiku
Aku setengah mati menahan gemuruh tidak keluar
Hanya linangan air sungai yang meleleh dari kelopak mataku tak tertahan kan
Itupun kusembunyikan dari keramaian sorak sorai sambutan kebahagiaan kalian.
Aku masih punya harga diri untuk bertanya mengapa kamu lakukan semua ini padaku?
Kamu menghukum ku atas dosa yang tidak kulakukan
Aku menikmati sunrise di Bromo dengan rasa gamang, rasa terbuang dan tidak berarti lagi....
Aku melihat lembah yg begitu dalam tapi tidak berfikir melompat ke sana....
Aku berfikir bahwa kamu memang tidak layak untuk kucintai,
Kamu merasa sakit atas hal yang tidak ku ketahui dan tidak kuperbuat.
Kamu pergi tanpa ku antar karena kamu pergi tanpa mappesabbi kata orang Bugis.
Kamu hanya menitipkan pesan dan janji yang bias
Kamu juga datang dengan cara yang sama.....
Kamu tidak pernah menganggap ku berarti
Kamu tidak pernah memahami hatiku
Kamu hanya mencintai ego mu.
Kamu hanya menciptakan luka di hatiku

Awan putih berarak di atas gunung Bromo menyingkap kesuraman yg tercipta di hatiku
Semakin bergerak jauh , semakin terang benderang
Membuatku ingin ikut terbang menjauh dari duniamu
Aku tidak ingin berdiri di bawah langit yang sama dengan mu
Dan kepolosan yang ditampilkan istrimu adalah atraksi paling munafik yang pernah kulihat selama hidup ku.....
Menikam dari belakang
Memberi luka tak berdarah

Yaa andai sayap-sayapku tidak patah
Aku sudah terbang jauh....
Aku tidak betah di sekeliling kalian
Seperti biasa, aku menatap langit lepas
Menutup mataku sejenak
Membayangkan keajaiban yang pernah kulihat
Sosok makhluk bersayap seolah-olah mengulurkan tangan nya padaku
Aku berharap suatu saat nanti aku bisa terbang jauh, menjauh dari dunia mu.

Kini, aku melihat seorang pangeran berkuda bermata teduh
Muncul dari langit antah berantah
Tatapan dan senyum nya begitu murni sederhana
Laksana embun pagi.... Begitu alami.
Dia mengulurkan tangan kepada ku
Menyapa ku laksana ratu yang dicintainya
Aku tentu merasa luar biasa.... Speechless!!!
Ketulusan dan kemurniannya yang bersahaja
Meluluhkan hatiku
Menghilangkan semua lukaku
Mengalihkan duniaku
Apapun itu dia membuat ku sangat bahagia saat ini.
Aku telah sembuh dari luka hati yang meradang....
Ya rasanya aku ingin berteriak ke langit yang luas
Mungkinkah dia jawaban dari doa-doaku?
Aku belum tahu pasti endingnya kayak apa

Yang pasti kamu tidak lagi punya hak untuk bicara padaku
Walaupun kamu berfikir mengkhawatirkan ku dari orang jahat.
Tidakkah kamu merasa justru kamu lah manusia terjahat yang pernah kukenal????

Lupakan lah aku
Biar nasibku, Allah yang membingkai nya
Jangan ikut campur
Karena aku tidak mungkin lagi percaya padamu!!!!

By widya
03 Januari 2026
Di kota Makassar, Indonesia.
( ditulis murni apa adanya, dari kisah nyataku tanpa bantuan AI)

31/12/2025

Dari tahun ke tahun rasanya tidak ada perubahan berarti.
Apakah seabrek resolusi yang kita tulis di kertas lalu kita tempelkan di dinding itu telah merubah hidup kita ?
Apakah itu cuma rangkaian ceremony yang rutin tanpa makna?
Kenapa?
Hujan saja yang datang secara rutin tidak pernah bosan memberikan kejutan kok ....
Kadang datang membawa rasa s**a cita
Yaa karena aku adalah penikmat hujan
Aku menikmati suara hujan, hawanya yang dingin dan segar melepaskan rasa gerah dan panas 🔥
Waktu kecil aku malah senang bermain dibawah rinai hujan, tertawa dan berteriak kegirangan bersama teman-teman.
Aku senaaaang sekali melihat tanaman yang daun-daunnya nampak bahagia disiram air hujan.
Tapi hujan kadang-kadang juga datang membawa badai, banjir dan longsor.
Mungkin hujan ingin memberikan teguran atas semua kerusakan yang telah diciptakan oleh tangan-tangan nakal yang tak berperasaan.
Tapi hujan tidak pernah bermaksud mengorbankan Orang-orang tidak bersalah.... Ia hanya menjalankan tugas. Makanya hujan kadang-kadang bermakna tangisan, kadang-kadang juga seperti angkara murka. Ia hanya prajurit kawan 😭

Oh iya aku tidak merayakan pergantian tahun, semalam malah tertidur dan mimpi yang sangat menyenangkan hingga aku terbangun dan ternyata telah berada di tahun 2026 Masehi.
Yaa bagaimana pun kita berada di sebuah sistem yang setiap awal tahun menjadi tonggak permulaan segala perencanaan.... Apakah perencanaan kerja ,perhitungan anggaran kerja dan lain-lain.

Lalu.... Apakah tahun ini kita adalah orang yang sama dengan orang yang kemarin di tahun 2025 ?
Secara fisik tentu kita tetap kita, aku adalah aku. Orang sebodoh apa pun tahu itu.....
I mean... Apakah mindset kita tetap? Apakah progressnya tetap? Atau ekstrimnya.... Apakah kita tetap miskin ? Miskin ilmu dan miskin harta? Atau miskin iman?
Wadoooh wait and see aja deh
Tapi setidaknya kita memotivasi diri, menyusun planning terbaik tidak sekedar berhenti di resolusi.
Tergantung sih kita mau berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Kembali kepada Masing-masing.
Mau prioritaskan urusan apa, tergantung pada apa yang membahagiakan anda..
Anda yang jalani anda yang menanggung resikonya

Okay?

Address

BNP2 C5 Manggala
Makassar
90234

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when widya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share