22/10/2025
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah pengelolaan sampah dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dilansir dari Kompas.com, Ia menegaskan, persoalan sampah kini menjadi hal mendesak, terutama setelah menerima laporan bahwa volume sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang telah menumpuk hingga 55 juta ton. Kondisi ini, kata Prabowo, berpotensi membahayakan wilayah sekitar jika tidak segera ditangani.
Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan membangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai daerah, termasuk Bantar Gebang, Bandung, Surabaya, dan Bali. Proyek ini ditargetkan rampung dalam dua tahun dan akan memilih teknologi terbaik untuk memastikan efisiensi pengolahan.
Menurut Prabowo, pembangunan PLTSa tidak hanya penting bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap sektor pariwisata. โSulit bagi wisatawan untuk datang ke tempat yang kotor. Karena itu, kebersihan adalah hal strategis,โ ujarnya.
Pemerintah menargetkan pengolahan 33.000 ton sampah per hari melalui sistem waste to energy di daerah dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut proyek ini menarik minat investor dari dalam dan luar negeri, termasuk dari China, Korea, Belanda, Jerman, Jepang, Australia, Singapura, dan Malaysia. Sepuluh wilayah prioritas tahap awal antara lain Yogyakarta, Sleman, Bantul, Denpasar, Badung, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Medan.
๐ข๐ณ๐ณ๐ถ๐ฐ๐ถ๐ฎ๐น ๐๐ฐ๐ฐ๐ผ๐๐ป๐ Harian Pagi Memo X :
Instagram :
TikTok :
Youtube : hello memo X
Email : [email protected]