10/06/2026
Direktur BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, curhat ke DPR mengalami defisit sebesar Rp 2 triliun setiap bulannya. Prihati mengatakan lebih banyak jumlah pengeluaran dibanding pemasukan.
Hal itu disampaikan Prihati dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Prihati menyinggung BPJS Kesehatan yang memiliki pengalaman defisit mulai 2018-2020.
"Jadi Bapak Ibu sekalian, memang BPJS ini mempunyai pengalaman defisit itu mulai tahun 2018-2020. Kemudian pandemi COVID sedikit efisien, kemudian sampai sekarang rasio klaim sudah sampai 108,72 persen," kata Prihati dalam rapat.
Ia mengatakan dalam sehari terjadi 2 juta transaksi di BPJS Kesehatan. Ia menyebut pembayaran yang mesti dilakukan BPJS di angka Rp 16,5 triliun, tetapi iuran yang masuk hanya di angka Rp 14 triliun.
"Dan ini Bapak Ibu sekalian, kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari, dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun," katanya.
Ia pun menyebut ada potensi BPJS Kesehatan gagal bayar di Juli tahun depan. Prihati meminta dukungan dari DPR RI supaya kejadian tersebut tidak terjadi.
"Namun demikian, kita masih punya cadangan untuk pembayaran klaim ini sampai awal tahun depan. Dan kita akan gagal bayar di Juli 2027 bila tidak ada intervensi (dukungan) Bapak, Ibu, sekalian," ucapnya.
Baca selengkapnya:
https://news.detik.com/berita/d-8525388/dirut-ungkap-bpjs-kesehatan-defisit-rp-2-t-bulan-potensi-gagal-bayar-di-2027
🗞 sumber: