02/08/2026
_RUAH_
Senin, 03 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XVIII
(Tahun A)
Seorang imam adalah tiang-tiang dasar untuk membantu orang lain, sedangkan saya begitu lemah sehingga membutuhkan bantuan orang lain. --- St. Albertus dari Trapani
Antifon Pembuka (Mzm 81:17)
Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum dan Kupuaskan dengan madu kuat.
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Maharahim, kasihanilah dan dampingilah kami dengan sabda-Mu, daya Roh-Mu. Kami mohon, berilah kami rezeki untuk bekal perjalanan, ialah Yesus pemimpin kami, yang menjadi Pengantara kami di hadapan-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yeremia (28:1-17)
"Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta."
Peristiwa ini terjadi di Kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon, berkata kepadaku di rumah Tuhan, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat, "Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan K*kembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan K*kembalikan ke tempat ini, demikianlah sabda Tuhan! Sungguh, Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!" Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata nabi Yeremia, "Amin! Semoga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarlah perkataan yang akan k*katakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan." Kemudian Nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengk*k nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu. "Beginilah sabda Tuhan, 'Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan k*k Nebukadnezar, raja Babel, dari pada tengk*k segala bangsa!" Kemudian pergilah nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengk*k nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, "Pergilah dan katakanlah kepada Hananya, 'Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya! Sebab beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'K*k besi akan Kutaruh ke atas tengk*k segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya." Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya, "Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, 'Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan." Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:29.43.79.80.95.102; R: 68)
1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
3. Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
4. Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
5. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya,
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius 14:22-36
"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."
Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak p**ang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, โItu hantu!โ Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, โTenanglah! Akulah ini, jangan takut!โ Lalu Petrus berseru, โTuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.โ Kata Yesus, โDatanglah!โ Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, โTuhan, tolonglah aku!โ Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, โOrang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?โ Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, โSungguh, Engkau Anak Allah.โ Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberithukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Angin kencang yang mengguncang bebatuan dari lereng gunung. Gempa bumi yang melonggarkan tanah di bawahnya. Kebakaran hutan yang melahap semua yang ada di jalannya. Gelombang besar yang menghempas, menghantam, dan menenggelamkan. Kekuatan alam yang menakutkan seperti itu, saudara-saudariku, telah terjadi bukan hanya dalam Kitab Suci yang dikhotbahkan hari ini, tetapi baru-baru ini, seperti yang kita semua sadari, di negara kita sendiri, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat. Dalam apa yang terjadi saat itu dan apa yang terjadi sekarang, pesan, kebenaran yang harus diceritakan dan dihayati, adalah bahwa di tengah kegelapan, kehancuran, dan bencana, Tuhan hadir. Bahkan ketika Anda dan saya tidak percaya Dia ada. Bacaan dan doa hari ini berbicara kepada kita tentang kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita meskipun badai keraguan, ketakutan, dan pengabaian yang tampak.
Banyak dari kita, ketika menghadapi kesulitan dan cobaan dalam hidup kita sendiri dan dalam kehidupan orang-orang yang kita cintai, situasi yang menguji iman kita, Anda dan saya, seperti yang pernah saya lak*kan sendiri, mungkin bertanya, di manakah Tuhan kita ketika kita paling membutuhkan-Nya? Ketika kita takut dan tidak dapat melanjutkan lagi? Di manakah Tuhan ketika bertahan tampaknya mustahil? Tuhan ada di tempat yang paling tidak kita duga. Pada saat kita percaya bahwa mustahil untuk menemukan rahmat penyembuhan-Nya, namun di tengah badai yang tenang itulah Tuhan ada bersama kita. Elia, Santo Paulus, dan Santo Petrus semuanya memberikan kesaksian-kesaksian yang penuh kepercayaan, kesaksian yang tak terduga, tentang misteri iman kita kepada Tuhan. Ketika semuanya menjadi tanpa harapan, ketika Anda dan saya berjuang hanya untuk bertahan hidup, Tuhan ada di sana. Kasih penebusan-Nya selalu menjadi inti dari semua ini, bahkan ketika tampaknya kita telah dilupakan, ditinggalkan sendirian untuk menghadapi kesulitan kita. Justru pada saat itulah, ketika semuanya tampak hilang, Tuhan membangkitkan kita dari ketakutan kita, dari keputusasaan kita, untuk meyakinkan kita akan kasih-Nya yang agung dan kebaikan-Nya yang lembut.
Kasih yang menyertai kita, bahkan dalam kelemahan kita. Dalam pemeliharaan dan kebaikan-Nya, Tuhan mengundang Anda dan saya, saudara-saudari sekalian, untuk beralih dari kehancuran kita menuju iman yang menyembuhkan di dalam Dia. Akankah kita mendengar Kristus ketika Dia berbicara kepada kita? Akankah kita pergi kepada-Nya ketika Dia memanggil kita? Akankah kita menyerahkan diri kita kepada-Nya, mempercayai kasih pemeliharaan-Nya, dan melak*kan apa yang tampaknya mustahil, tidak realistis bagi kita, seperti berjalan di atas air di tengah badai yang dahsyat, untuk percaya bahwa Tuhan bersama kita, hadir baik dalam badai maupun dalam ketenangan dan keheningan hidup kita.
Kita perlu percaya pada Penyelamat yang adalah Kristus, yang diberikan kepada kita untuk menolong kita di tengah gejolak air dan angin dahsyat yang muncul dalam hidup kita. Ya, percaya memang tidak mudah. โโNamun terlepas dari ketakutan kita, kegagalan kita untuk tetap memfokuskan pandangan kita pada Kristus dan membiarkan kekacauan-kekacauan yang ada dalam hidup kita, membuat kita tuli terhadap panggilan-Nya, Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita, berbisik di dalam hati kita, "Tenanglah, Akulah ini. Jangan takut." Bahkan ketika kita goyah, bahkan ketika kita tidak percaya, Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita, untuk menangkap kita, bahkan ketika kita tenggelam dalam ketidakpercayaan.
Saudara-saudariku, saat kita meninggalkan Misa hari ini, marilah kita percaya pada apa yang tampaknya tak terduga, tak terpahami, tak terbayangkan, mustahil. Allah mengasihi kita terlepas dari kesalahan kita, terlepas dari kegagalan kita, terlepas dari dosa-dosa kita, dan dalam kasih itu Ia mengangkat kita. Marilah kita jadikan kata-kata Santo Ignatius dari Loyola sebagai tanggapan doa atas panggilan Yesus kepada kita pada awal pekan ini dan selalu, seperti yang ia doakan, "Ya Kristus Yesus, ketika semuanya gelap dan ketika kami merasakan kelemahan kami, berilah kami rasa kehadiran-Mu, kasih-Mu, kekuatan-Mu. Bantulah kami untuk memiliki kepercayaan yang sempurna pada kasih perlindungan-Mu dan pada kuasa-Mu yang perkasa, sehingga tidak ada yang dapat menakut-nakuti atau mengkhawatirkan kami." Dan seketika itu juga Yesus berkata kepada mereka, Beranilah. Akulah ini. Jangan takut. (RENUNGAN PAGI)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Mzm 81:17)
Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum, dan akan k*kenyangkan dengan madu dari gunung batu.
Doa untukTanah Air
Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.
Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan p**au, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.
Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.
Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Santa, Bunda Allah, kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
Amin.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Santo Mikael Malaikat agung, jagalah kami dalam pertempuran, jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan tipu daya si jahat. Dengan rendah hati, kami memohon kepadamu, semoga Allah menghardik setan, dan engkau, Pangeran bala tentara surga, dengan kekuatan Allah, lemparkanlah ke dalam neraka, setan dan roh-roh jahat yang mengembara di dunia untuk menghancurkan jiwa-jiwa. Amin.
Sumber
Buku Bacaan Misa II, Penerbit Obor; Buku Bacaan Misa III, Penerbit Obor; Buku Misa Minggu dan Hari Raya, Kanisius 2011 ; Missale Romanum, Editio typica tertia, 2002; Missale Romanum Editio Typica tertia 2008 ; The Roman Missal - English translation according to the third typical edition, 2011; Mazmur Tanggapan dan Alleluya 2018, Nusa Indah; CanticaNOVA Publications; Tegar Andito (Komik Liturgi); Renungan: sesuai dengan sumber yang tercantum.
๐ฟ๐พ๐๐๐๐พ๐ฟ