Renungan Percikan Sabda

Renungan Percikan Sabda Kump**an Renungan Harian menurut Liturgi Gereja Katolik dari berbagai sumber dan Doa Devosi
(1)

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Guntoro SCJVivat Cor Iesu per Cor mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.Para s...
02/08/2026

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabatku dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari kota Roma, menyapa dan mengundang Anda semua untuk berefleksi bersama RESI Dehonian, hari ini, tanggal 3 Agustus 2026.

Peristiwa Petrus berjalan di atas air memperlihatkan sebuah realitas iman yang sangat mendasar. Secara manusiawi berjalan di atas air adalah hal yang mustahil, namun Petrus mampu melak*kannya karena ia melangkah atas restu dan sabda Yesus sendiri. Selama pandangan mata dan hatinya tertuju sepenuhnya kepada Sang Guru, hukum alam seolah tunduk pada kuasa kepercayaan tersebut. Keberhasilan Petrus melangkah di atas gelombang bukan berasal dari kehebatannya pribadi, melainkan buah dari relasi dan persatuan hatinya yang lekat dengan Kristus (Sint Unum).

Namun, dinamika berubah drastis ketika fokus Petrus terpecah. Begitu ia mengalihkan pandangannya dari wajah Yesus dan mulai berfokus pada dahsyatnya angin serta tiupan ombak, ia kehilangan arah, keraguan menguasai jiwanya, dan kemampuannya untuk berjalan di atas air seketika lenyap. Hal ini menjadi cermin bagi hidup kita: sering kali bukan besarnya persoalan yang membuat kita jatuh dan tenggelam, melainkan keputusan kita untuk lebih membesarkan ketakutan akan โ€œombak kehidupanโ€ daripada memercayai penyertaan Tuhan yang memanggil kita.

Spiritualitas Dehonian mengajak kita untuk senantiasa mengarahkan pandangan dan hati kita ke dalam Hati Kudus Yesus, sumber ketenangan di tengah badai. Dalam situasi paling meragukan sekalipun, kita dipanggil untuk melak*kan penyerahan diri secara total (Ecce Venio)โ€”tidak membiarkan fokus kita terdistraksi oleh ancaman di sekeliling, melainkan percaya penuh pada kuasa dan belas kasih-Nya. Ketika fokus hidup kita tetap tertuju pada Hati-Nya, kita akan diberi kekuatan untuk mengatasi setiap impitan hidup yang tampaknya tak mungkin kita lalui.

Para sahabatku, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, supaya kita dimampukan untuk senantiasa fokus pada Dia yang selalu memberikan kita kekuatan. Terima kasih. Tuhan memberkati.

๐ŸŒฟ๐ŸŒพ๐Ÿ•Š๐Ÿ™๐Ÿ•Š๐ŸŒพ๐ŸŒฟ

RENUNGAN HARIAN KATOLIKKekristenanSENIN, 3 AGUSTUS 2026Hari BiasaYer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-3...
02/08/2026

RENUNGAN HARIAN KATOLIKKekristenan

SENIN, 3 AGUSTUS 2026

Hari Biasa

Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36

BcO Yl 1:13-2:11.

Warna Liturgi Hijau

Renungan :

Pernahkah Anda merasa seperti sedang berada di tengah badai? Bisa jadi badai masalah, badai ketakutan, atau badai kekecewaan yang rasanya mau menenggelamkan kita. Mungkin ada di antara kita yang sedang pusing memikirkan pekerjaan yang tidak kunjung datang atau khawatir dengan penyakit yang tak kunjung sembuh atau mungkin sedang sedih karena hubungan yang retak. Rasanya gelap, sendirian, dan panik. Dinamika perasaan itu juga dialami para murid.

Saat sedang berlayar, para murid menghadapi angin sakal yang kuat. Perahu mereka terombang-ambing. Mereka ketakutan. Di tengah ketakutan itu, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka mengira itu hantu. Sampai Yesus berseru, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Ini adalah momen krusial. Ketika ketakutan dan kepanikan melanda, kita sering kali tidak bisa melihat kehadiran Tuhan. Kita terlalu fokus pada masalah di depan mata, sampai lupa bahwa ada Dia yang jauh lebih besar daripada masalah apa pun.

Petrus yang sudah mulai berjalan sekalipun sempat goyah dan mau tenggelam saat kembali melihat badai. Kita tidak jarang juga meragukan kuasa Tuhan yang selalu ada untuk menolong. Sebagaimana Ia tidak membiarkan Petrus tenggelam, kita diingatkan bahwa Yesus tentu tidak membiarkan kita karam. Jangan terlambat berseru, "Tuhan, tolonglah aku!" Dia tahu kelemahan kita, tetapi Dia selalu mengulurkan tangan untuk meredakan badai dan menolong kita.

Ya Yesus, kuatkanlah iman kami agar kami tidak goyah saat badai kehidupan menerpa. Bimbinglah kami agar selalu setia pada Firman-Mu yang adalah kebenaran sejati. Amin.

๐ŸŒฟ๐ŸŒพ๐Ÿ•Š๐Ÿ™๐Ÿ•Š๐ŸŒพ๐ŸŒฟ

Senin, 03 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H). Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36Rasa takut adalah...
02/08/2026

Senin, 03 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H).
Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36
Rasa takut adalah kawan lama kemanusiaan kita. Siapa di antara kita yang tak pernah merasakannya? Ada yang gentar pada gelap, cemas akan masa depan, gemetar menghadapi kematian, atau sekadar takut pada hal-hal kecil di sekeliling kita. Dalam Injil hari ini, ketakutan itu mencekam para murid; mereka panik dan takut binasa saat perahu yang mereka tumpangi diamuk badai dan gelombang.
โ€‹Bukankah kisah ini adalah cermin hidup kita? Berapa sering bahtera kehidupan kita diombang-ambingkan oleh badai persoalan yang datang silih berganti? โ€‹Namun, sebagai orang beriman, kita diundang untuk memegang satu kebenaran: Tuhan tak pernah sudi meninggalkan perahu kita. Orang Jawa memiliki pepatah yang sarat iman, "Gusti ora sare"โ€”Tuhan tidak tidur. Walau dalam Injil dikisahkan Ia sedang tertidur lelap di tengah amukan badai, ketahuilah bahwa 'tidur-Nya' bukanlah bentuk pengabaian. Kehadiran-Nya di perahu yang sama adalah bukti penyertaan-Nya. โ€‹Jika Ia tampak terlelap, tugas kitalah untuk datang mendekat dan berseru kepada-Nya. Ia selalu siap sedia merengkuh kita, dengan kesigapan kasih yang melampaui kesiapsediaan seorang imam yang dibangunkan tengah malam untuk memberikan sakramen perminyakan. Bahkan dalam hening dan 'tidur-Nya', Tuhan menggenggam kendali atas segalanya. Oleh karena itu, mari teguhkan iman kita. Bersama Yesus di dalam perahu kehidupan, badai seganas apa pun pada akhirnya akan tunduk pada kehendak-Nya, membawa kembali keteduhan dan damai di hati kita.

 *TENANGLAH, JANGAN TAKUT!*Senin 03 Agu 2026_Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: `Tenanglah! Aku ini, jangan taku...
02/08/2026



*TENANGLAH, JANGAN TAKUT!*

Senin 03 Agu 2026

_Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: `Tenanglah! Aku ini, jangan takut!` (Mat 14:27)_

Pernahkah dalam kehidupan sehari-hari kita merasa sangat takut`tertekan oleh keadaan atau cemas akan masa depan yang belum pasti? Kalau boleh jujur, kita sepakat menjawab `Ya, pernah.` Yang menentukan adalah respon kita terhadap rasa takut itu. Ada yang memberontak, marah, bahkan mengutuki keadaan; ada p**a yang tetap tenang. Respon kita mencerminkan siapa diri kita dan apa yang menjadi `pegangan` kita.

Para murid dalam Injil Matius begitu ketakutan karena perahu mereka terombang-ambing diterpa angin kencang dan mereka mengira Yesus adalah hantu. Melihat hal itu, Tuhan menyapa dengan lembut, namun tegas: `Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!`. `Tenanglah` adalah perintah untuk percaya, tidak bertindak gegabah atau ceroboh karena prasangka. `Ini Aku, jangan takut!` adalah undangan untuk kembali memandang Tuhan, menyadari penyertaan-Nya yang sempurna, dan menghadapi segala ketakutan yang menjauhkan kita dari-Nya.

Sapaan yang sama juga Tuhan tujukan kepada kita hari ini: `Tenanglah! Ini Aku, jangan takut!`

*_Fr. Felix Joseph, CSE_*

Senin 03 Agu 2026
Yer 28:1-17 Mzm 119:29.43.79-80.95.102; Mat 14:22-36

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
https://www.renunganpkarmcse.com

*Join WA-Grup RenunganPKarmCSE, klik (pilih salahsatu)*
https://chat.whatsapp.com/L5LwkJsLw1YH6UfZTF3L8C
atau
https://renunganpkarmcse.com/wagrup

โ€œ๐“๐”๐‡๐€๐ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฌ ๐ž๐ง๐ ๐ค๐š๐ฎ, ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข ๐ž๐ง๐ ๐ค๐š๐ฎ ๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐›๐š๐ง๐ ๐ฌ๐š ๐ข๐ง๐ข ๐ฉ๐ž๐ซ๐œ๐š๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐๐ฎ๐ฌ๐ญ๐šโ€ (Yer 28:15). Dosa Hananya buk...
02/08/2026

โ€œ๐“๐”๐‡๐€๐ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฌ ๐ž๐ง๐ ๐ค๐š๐ฎ, ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข ๐ž๐ง๐ ๐ค๐š๐ฎ ๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐›๐š๐ง๐ ๐ฌ๐š ๐ข๐ง๐ข ๐ฉ๐ž๐ซ๐œ๐š๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐๐ฎ๐ฌ๐ญ๐šโ€ (Yer 28:15). Dosa Hananya bukan hanya berdusta, tetapi membuat banyak orang mempercayai kebohongan itu. Dusta sering terdengar lebih menarik daripada kebenaran karena menawarkan jalan pintas dan harapan instan. Bukankah hal yang sama terjadi di zaman media sosial? Banyak orang lebih mudah membagikan informasi yang menyenangkan daripada memeriksa kebenarannya. Firman Tuhan hari ini mengajak kita bertanya: Apakah perkataan dan tulisan kita menuntun orang semakin dekat kepada Allah, atau justru membuat mereka percaya kepada dusta?
๐‘‰๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘  ๐‘›๐‘œ๐‘› ๐‘’๐‘ฅ ๐‘›๐‘ข๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘œ ๐‘ ๐‘’๐‘๐‘ก๐‘Ž๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ข๐‘š ๐‘Ž๐‘’๐‘ ๐‘ก๐‘–๐‘š๐‘Ž๐‘ก๐‘ข๐‘Ÿ, ๐‘ ๐‘’๐‘‘ ๐‘’๐‘ฅ ๐‘“๐‘–๐‘‘๐‘’๐‘™๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘ก๐‘’ ๐ท๐‘’๐‘œ.
๐Š๐ž๐›๐ž๐ง๐š๐ซ๐š๐ง ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐๐ข๐ฎ๐ค๐ฎ๐ซ ๐๐š๐ซ๐ข ๐›๐š๐ง๐ฒ๐š๐ค๐ง๐ฒ๐š ๐ฉ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ, ๐ฆ๐ž๐ฅ๐š๐ข๐ง๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐ž๐ฌ๐ž๐ญ๐ข๐š๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐“๐ฎ๐ก๐š๐ง.

๐ŸŒปDoa Pagi๐ŸŒป8/3/26 โ€“ Yer 28:1-17 | Mzm 119:29, 43, 79-80, 95, 102 | Mat 14:22โ€“36Bapa Yang Maharahim, hari ini Putra-Mu dat...
02/08/2026

๐ŸŒปDoa Pagi๐ŸŒป8/3/26 โ€“ Yer 28:1-17 | Mzm 119:29, 43, 79-80, 95, 102 | Mat 14:22โ€“36

Bapa Yang Maharahim,
hari ini Putra-Mu datang menghampiri para murid yang sedang diterpa ombak. Ia tidak menunggu badai reda, tetapi datang justru ketika angin masih bertiup kencang. Saat para murid merasa sendirian, Yesus ternyata sedang berdoa bagi mereka dan berjalan mendekati mereka.

Sering kali hidupku juga seperti perahu kecil itu. Kekhawatiran, kegagalan, godaan, dan ketidakpastian membuatku kehilangan damai. Aku ingin badai segera berlalu, padahal Engkau mengajarkanku bahwa iman bukanlah menunggu hidup menjadi mudah. Iman adalah mendengar suara-Mu di tengah badai: โ€œTenanglah! Aku ini. Jangan takut!โ€

Seperti Petrus, Engkau mengundangku melangkah keluar dari zona nyaman. Selama pandangannya tertuju kepada Yesus, ia sanggup berjalan di atas air. Ketika ia lebih memperhatikan ombak daripada Tuhan, ia mulai tenggelam. Namun bahkan saat itu pun, tangan Yesus segera meraihnya.

Bapa, jauhkanlah aku dari kenyamanan palsu yang membuatku merasa tidak perlu bertobat. Melalui Nabi Yeremia, Engkau mengingatkanku bahwa harapan sejati selalu berjalan bersama pertobatan. Berilah aku hati yang rendah untuk menerima kebenaran-Mu, sekalipun menegurku, karena kasih-Mu selalu membawa pembaruan dan kebebasan.

Semoga kehadiranku membawa damai, penghiburan, dan harapan. Biarlah perkataanku menyembuhkan, tindakanku mempersatukan, dan hidupku memancarkan belas kasih Kristus. Semoga orang yang berjumpa denganku semakin merasakan kasih-Mu.

Hari ini aku memilih melangkah dalam iman, sebab tangan-Mu selalu lebih kuat daripada badai apa pun.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Yesus, Engkaulah Andalanku.

๐Ÿ•ฏ๏ธ Seberkas Cahaya

Badai bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita.
Sering kali justru di tengah gelombang itulah kita belajar melihat tangan-Nya yang selalu siap menopang.
Tataplah Yesus, bukan besarnya ombak. Di situlah iman bertumbuh, dan hati menemukan damai.

๐Ÿ“– USCCB Daily Readings:
https://bible.usccb.org/bible/readings/080326.cfm

โ˜˜๏ธHDโ˜˜๏ธ

Senin 3 Agustus 2026, Pekan Biasa XVIIIYer. 28:1-17; Mat. 14: 22-36โ€œJANGAN TAKUT, AKU INIโ€Perikop ini bukan sekadar kisa...
02/08/2026

Senin 3 Agustus 2026, Pekan Biasa XVIII
Yer. 28:1-17; Mat. 14: 22-36

โ€œJANGAN TAKUT, AKU INIโ€

Perikop ini bukan sekadar kisah spektakuler tentang Yesus berjalan di atas air. Injil menyingkapkan dinamika iman yang sangat manusiawi: ketakutan, keraguan, keberanian, dan penyelamatan.

Murid-murid berada dalam perahu yang diguncang angin sakal. Situasi ini melambangkan hidup kita yang sering diterpa badai: masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau bahkan krisis iman. Di tengah kegelapan dan ketakutan, Yesus hadir dengan cara yang tidak biasaโ€”berjalan di atas air. Kehadiran-Nya justru membuat murid semakin takut, karena mereka tidak mengenali-Nya.

Inilah pesan penting: sering kali kita tidak segera mengenali Yesus dalam peristiwa hidup yang sulit. Kehadiran-Nya bisa tampak asing, bahkan menakutkan. Namun, suara-Nya meneguhkan: โ€œTenanglah! Aku ini, jangan takut!โ€ Kata-kata ini menggemakan nama Allah sendiri: โ€œAku adalah Akuโ€ (Kel. 3:14). Yesus menegaskan bahwa Ia adalah Allah yang hadir, yang berkuasa atas kekacauan dan badai.

Petrus menjadi gambaran iman yang berani sekaligus rapuh. Ia melangkah keluar dari perahu, tetapi tenggelam ketika matanya beralih dari Yesus kepada angin. Begitu p**a kita: iman bertumbuh ketika fokus kita tertuju pada Kristus, bukan pada masalah. Namun saat kita goyah, tangan Yesus selalu terulur untuk menyelamatkan.

Renungan ini mengajak kita untuk melihat badai bukan sebagai tanda ketiadaan Allah, melainkan kesempatan untuk mengalami kuasa-Nya. Iman bukan berarti bebas dari badai, tetapi berani berjalan bersama Yesus di atas gelombang.

1. Mendengar suara Yesus di tengah ketakutan Biasakan membaca satu ayat Injil setiap hari dan biarkan firman itu menjadi penguatan pribadi.
2. Melangkah keluar dari โ€œperahuโ€ kenyamanan Ambil satu keputusan iman yang menantangโ€”misalnya mengampuni, melayani, atau berbagiโ€”meski terasa sulit.
3. Memegang tangan Yesus dalam doa Saat merasa goyah, ucapkan doa singkat: โ€œYesus, selamatkan akuโ€ sebagai ungkapan iman yang sederhana namun mendalam.

hans jw
n2-bali

LUMEN CHRISTIโ€œEngkaulah tempat perlindunganku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Muโ€ (Bdk. Mzm 119:114)Tahun A - ...
02/08/2026

LUMEN CHRISTI
โ€œEngkaulah tempat perlindunganku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Muโ€ (Bdk. Mzm 119:114)
Tahun A - II

Senin, 03 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII (Tahun A)

Bacaan I: Yer 28:1-17 "Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta."

Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29.43.79.80.95.102; R: 68 "Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan."

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b "Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah."

Bacaan Injil: Mat 14:22-36 "Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

warna liturgi hijau


Ketika kita melihat masalah yang dihadapi dunia kita, kita bertanya-tanya masa depan seperti apa yang menanti. Ekologi dunia kita berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan dan kritis. Namun dunia tampaknya lebih mementingkan menghasilkan uang dan memiliki lebih banyak kekayaan. Dunia tampaknya menggunakan kekuasaan, perang dan kekerasan serta mencoba membuktikan siapa yang lebih berkuasa. Dunia tampaknya menghindari masalah kemanusiaan yang sebenarnya dan berfokus pada kesenangan dan kemewahan.

Seperti dalam bacaan pertama, nabi Hananya menggunakan pesan palsu untuk menenangkan orang banyak. Namun ia harus membayar dengan nyawanya ketika nabi Yeremia membongkar nubuat palsunya. Dalam kisah dari Injil hari ini kita dapat melihat dengan jelas manifestasi dan representasi Gereja dan kita semua umat Allah yang setia, yang diwakili oleh para murid Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus sendiri yang berada di pucuk pimpinan Gereja yang melak*kan perjalanan bersama melalui badai yang bergolak dan berbahaya, ombak dan banyak ketidakpastian yang mengelilingi kita semua dalam kehidupan yang kita miliki di dunia ini. Ombak dan badai melambangkan semua tantangan, kesulitan dan kesulitan yang mungkin harus kita semua tanggung di tengah perjalanan hidup kita. Perahu itu melambangkan Gereja Kristus, yang sering kali digambarkan sebagai Bahtera, yang juga mengacu pada Bahtera Nuh yang bersejarah. Selama kita tetap bersatu di dalam Gereja dan berlabuh dengan kuat dalam iman kita kepada Tuhan, kita akan benar-benar menang pada akhirnya bersama Tuhan.

Namun jika kita membiarkan ketakutan kita, dan ketidakpastian, dan juga semua godaan dan kejahatan di sekitar kita untuk mengalihkan kita dari Tuhan, dan menuntun kita ke jalan kebinasaan, maka seperti mereka yang mungkin memilih untuk melompat dari perahu untuk menyelamatkan diri, mereka kemungkinan akan ditelan ombak dan tenggelam. Inilah sebabnya mengapa tidak peduli penderitaan dan kesulitan apa pun yang mungkin harus kita hadapi dalam hidup ini, kita harus ingat bahwa kita tidak menderita karenanya sendirian, dan pertama-tama, Tuhan sendiri selalu berada di sisi kita, menyediakan bagi kita dan membimbing kita sepanjang hidup, dan kita juga dikelilingi oleh sesama saudara dan saudari kita, sesama orang Kristiani di sekitar kita, karena kita semua adalah bagian dari satu Gereja , satu Tubuh Kristus dan satu kawanan umat beriman, yang akan selalu diingat dan dikasihi oleh Tuhan Yesus, Gembala kita yang penuh kasih dan baik.


Doa Umat

Dengan menyatukan diri kita dengan seluruh Gereja dalam doa, kita memohon kepada Tuhan agar kita tetap teguh berakar dalam iman yang telah kita akui.

Bagi semua anggota Gereja: Semoga Injil menjadi terang yang bersinar dalam perkataan dan tindakan mereka sehari-hari. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

Bagi para pemimpin dunia dan nasional: Semoga Tuhan melembutkan hati para pemimpin dunia untuk menghentikan konflik dan ketegangan di Iran demi terwujudnya perdamaian sejati. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

Bagi kaum miskin, orang sakit, dan orang yang menderita, semoga mereka dihibur oleh terang hadirat Allah dalam hidup mereka. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

Semoga Allah menganugerahkan iman dan keberanian kepada semua orang di Gereja yang sedang mempertimbangkan panggilan untuk menjadi imam, diakon, atau hidup bakti. Marilah kita berdoa.
Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.

Allah Bapa yang Maha Pengasih, kami mempersembahkan doa-doa kami dan dengan rendah hati memohon agar Engkau berkenan memperhatikan hamba-hamba-Mu yang setia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Amin.




๐ŸŒฟ๐ŸŒพ๐Ÿ•Š๐Ÿ™๐Ÿ•Š๐ŸŒพ๐ŸŒฟ

_RUAH_Senin, 03 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII (Tahun A) Seorang imam adalah tiang-tiang dasar untuk membantu orang...
02/08/2026

_RUAH_

Senin, 03 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XVIII
(Tahun A)


Seorang imam adalah tiang-tiang dasar untuk membantu orang lain, sedangkan saya begitu lemah sehingga membutuhkan bantuan orang lain. --- St. Albertus dari Trapani

Antifon Pembuka (Mzm 81:17)

Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum dan Kupuaskan dengan madu kuat.

Doa Pagi

Allah Bapa Yang Maharahim, kasihanilah dan dampingilah kami dengan sabda-Mu, daya Roh-Mu. Kami mohon, berilah kami rezeki untuk bekal perjalanan, ialah Yesus pemimpin kami, yang menjadi Pengantara kami di hadapan-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.



Bacaan dari Kitab Yeremia (28:1-17)

"Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta."

Peristiwa ini terjadi di Kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon, berkata kepadaku di rumah Tuhan, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat, "Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan K*kembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan K*kembalikan ke tempat ini, demikianlah sabda Tuhan! Sungguh, Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!" Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata nabi Yeremia, "Amin! Semoga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarlah perkataan yang akan k*katakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan." Kemudian Nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengk*k nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu. "Beginilah sabda Tuhan, 'Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan k*k Nebukadnezar, raja Babel, dari pada tengk*k segala bangsa!" Kemudian pergilah nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengk*k nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, "Pergilah dan katakanlah kepada Hananya, 'Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya! Sebab beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'K*k besi akan Kutaruh ke atas tengk*k segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya." Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya, "Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, 'Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan." Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:29.43.79.80.95.102; R: 68)
1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
3. Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
4. Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
5. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya,
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Inilah Injil Suci menurut Matius 14:22-36

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak p**ang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, โ€œItu hantu!โ€ Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, โ€œTenanglah! Akulah ini, jangan takut!โ€ Lalu Petrus berseru, โ€œTuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.โ€ Kata Yesus, โ€œDatanglah!โ€ Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, โ€œTuhan, tolonglah aku!โ€ Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, โ€œOrang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?โ€ Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, โ€œSungguh, Engkau Anak Allah.โ€ Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberithukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)

Renungan

Angin kencang yang mengguncang bebatuan dari lereng gunung. Gempa bumi yang melonggarkan tanah di bawahnya. Kebakaran hutan yang melahap semua yang ada di jalannya. Gelombang besar yang menghempas, menghantam, dan menenggelamkan. Kekuatan alam yang menakutkan seperti itu, saudara-saudariku, telah terjadi bukan hanya dalam Kitab Suci yang dikhotbahkan hari ini, tetapi baru-baru ini, seperti yang kita semua sadari, di negara kita sendiri, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat. Dalam apa yang terjadi saat itu dan apa yang terjadi sekarang, pesan, kebenaran yang harus diceritakan dan dihayati, adalah bahwa di tengah kegelapan, kehancuran, dan bencana, Tuhan hadir. Bahkan ketika Anda dan saya tidak percaya Dia ada. Bacaan dan doa hari ini berbicara kepada kita tentang kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita meskipun badai keraguan, ketakutan, dan pengabaian yang tampak.

Banyak dari kita, ketika menghadapi kesulitan dan cobaan dalam hidup kita sendiri dan dalam kehidupan orang-orang yang kita cintai, situasi yang menguji iman kita, Anda dan saya, seperti yang pernah saya lak*kan sendiri, mungkin bertanya, di manakah Tuhan kita ketika kita paling membutuhkan-Nya? Ketika kita takut dan tidak dapat melanjutkan lagi? Di manakah Tuhan ketika bertahan tampaknya mustahil? Tuhan ada di tempat yang paling tidak kita duga. Pada saat kita percaya bahwa mustahil untuk menemukan rahmat penyembuhan-Nya, namun di tengah badai yang tenang itulah Tuhan ada bersama kita. Elia, Santo Paulus, dan Santo Petrus semuanya memberikan kesaksian-kesaksian yang penuh kepercayaan, kesaksian yang tak terduga, tentang misteri iman kita kepada Tuhan. Ketika semuanya menjadi tanpa harapan, ketika Anda dan saya berjuang hanya untuk bertahan hidup, Tuhan ada di sana. Kasih penebusan-Nya selalu menjadi inti dari semua ini, bahkan ketika tampaknya kita telah dilupakan, ditinggalkan sendirian untuk menghadapi kesulitan kita. Justru pada saat itulah, ketika semuanya tampak hilang, Tuhan membangkitkan kita dari ketakutan kita, dari keputusasaan kita, untuk meyakinkan kita akan kasih-Nya yang agung dan kebaikan-Nya yang lembut.

Kasih yang menyertai kita, bahkan dalam kelemahan kita. Dalam pemeliharaan dan kebaikan-Nya, Tuhan mengundang Anda dan saya, saudara-saudari sekalian, untuk beralih dari kehancuran kita menuju iman yang menyembuhkan di dalam Dia. Akankah kita mendengar Kristus ketika Dia berbicara kepada kita? Akankah kita pergi kepada-Nya ketika Dia memanggil kita? Akankah kita menyerahkan diri kita kepada-Nya, mempercayai kasih pemeliharaan-Nya, dan melak*kan apa yang tampaknya mustahil, tidak realistis bagi kita, seperti berjalan di atas air di tengah badai yang dahsyat, untuk percaya bahwa Tuhan bersama kita, hadir baik dalam badai maupun dalam ketenangan dan keheningan hidup kita.

Kita perlu percaya pada Penyelamat yang adalah Kristus, yang diberikan kepada kita untuk menolong kita di tengah gejolak air dan angin dahsyat yang muncul dalam hidup kita. Ya, percaya memang tidak mudah. โ€‹โ€‹Namun terlepas dari ketakutan kita, kegagalan kita untuk tetap memfokuskan pandangan kita pada Kristus dan membiarkan kekacauan-kekacauan yang ada dalam hidup kita, membuat kita tuli terhadap panggilan-Nya, Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita, berbisik di dalam hati kita, "Tenanglah, Akulah ini. Jangan takut." Bahkan ketika kita goyah, bahkan ketika kita tidak percaya, Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita, untuk menangkap kita, bahkan ketika kita tenggelam dalam ketidakpercayaan.

Saudara-saudariku, saat kita meninggalkan Misa hari ini, marilah kita percaya pada apa yang tampaknya tak terduga, tak terpahami, tak terbayangkan, mustahil. Allah mengasihi kita terlepas dari kesalahan kita, terlepas dari kegagalan kita, terlepas dari dosa-dosa kita, dan dalam kasih itu Ia mengangkat kita. Marilah kita jadikan kata-kata Santo Ignatius dari Loyola sebagai tanggapan doa atas panggilan Yesus kepada kita pada awal pekan ini dan selalu, seperti yang ia doakan, "Ya Kristus Yesus, ketika semuanya gelap dan ketika kami merasakan kelemahan kami, berilah kami rasa kehadiran-Mu, kasih-Mu, kekuatan-Mu. Bantulah kami untuk memiliki kepercayaan yang sempurna pada kasih perlindungan-Mu dan pada kuasa-Mu yang perkasa, sehingga tidak ada yang dapat menakut-nakuti atau mengkhawatirkan kami." Dan seketika itu juga Yesus berkata kepada mereka, Beranilah. Akulah ini. Jangan takut. (RENUNGAN PAGI)

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini

Antifon Komuni (Mzm 81:17)

Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum, dan akan k*kenyangkan dengan madu dari gunung batu.


Doa untukTanah Air

Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.

Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan p**au, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.

Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.

Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.

Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.

Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.

Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Santa, Bunda Allah, kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
Amin.

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.

Santo Mikael Malaikat agung, jagalah kami dalam pertempuran, jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan tipu daya si jahat. Dengan rendah hati, kami memohon kepadamu, semoga Allah menghardik setan, dan engkau, Pangeran bala tentara surga, dengan kekuatan Allah, lemparkanlah ke dalam neraka, setan dan roh-roh jahat yang mengembara di dunia untuk menghancurkan jiwa-jiwa. Amin.

Sumber
Buku Bacaan Misa II, Penerbit Obor; Buku Bacaan Misa III, Penerbit Obor; Buku Misa Minggu dan Hari Raya, Kanisius 2011 ; Missale Romanum, Editio typica tertia, 2002; Missale Romanum Editio Typica tertia 2008 ; The Roman Missal - English translation according to the third typical edition, 2011; Mazmur Tanggapan dan Alleluya 2018, Nusa Indah; CanticaNOVA Publications; Tegar Andito (Komik Liturgi); Renungan: sesuai dengan sumber yang tercantum.

๐ŸŒฟ๐ŸŒพ๐Ÿ•Š๐Ÿ™๐Ÿ•Š๐ŸŒพ๐ŸŒฟ

Address

Manado

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Percikan Sabda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share