Faedah as-Sunnah Manado

Website Contact the business

Faedah as-Sunnah Manado Media Dakwah Ahlussunnah Manado, Yang berlandaskan Al Qur'an & Sunnah, sebagaimana yang dipahami ole

DAUROH KOTA MANADO...... berat Faedah as-Sunnah Manado
29/08/2026

DAUROH KOTA MANADO......

berat
Faedah as-Sunnah Manado

"JANGAN SEMBARANGAN MEMILIH TEMAN DEKAT"......Jum'at, 15 Rabiul Awwal 1448 H./ 28 Agustus 2026. berat Faedah as-Sunnah M...
27/08/2026

"JANGAN SEMBARANGAN MEMILIH TEMAN DEKAT"......

Jum'at, 15 Rabiul Awwal 1448 H./ 28 Agustus 2026.

berat
Faedah as-Sunnah Manado

BENAHILAH KESALAHAN DIRIMU YANG BESAR, SEBELUM MEMBENAHI KESALAHAN SAUDARAMU YANG KECIL...Kamis, 14 Rabiul Awwal 1448 H/...
26/08/2026

BENAHILAH KESALAHAN DIRIMU YANG BESAR, SEBELUM MEMBENAHI KESALAHAN SAUDARAMU YANG KECIL...

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1448 H/ 27 Agustus 2026 M....
https://t.me/salafytabalong
berat
Faedah as-Sunnah Manado

"TIGA PINTU YANG MEMPERMUDAH SETAN MENGHANCURKAN KITA"...Rabu, 13 Rabiul Awwal 1448 H/ 26 Agustus 2026. berat Faedah as-...
25/08/2026

"TIGA PINTU YANG MEMPERMUDAH SETAN MENGHANCURKAN KITA"...

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1448 H/ 26 Agustus 2026.

berat
Faedah as-Sunnah Manado

LUAR BIASA MEMAAFKANAl-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan,كَانُوا يَقُولُونَ: أَفْضَلُ أَخْلَاقِ الْمُؤْمِنِينَ الْ...
24/08/2026

LUAR BIASA MEMAAFKAN

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan,

كَانُوا يَقُولُونَ: أَفْضَلُ أَخْلَاقِ الْمُؤْمِنِينَ الْعَفْوُ

"Dahulu mereka (para Sahabat Nabi) biasa mengatakan' Akhlak para mukmin yang paling utama adalah memberikan maaf."

Az-Zuhd li Ahmad (1656).....

berat
Faedah as-Sunnah Manado

IBADAH MEMBUAT HIDUPMU INDAH....... berat Faedah as-Sunnah Manado
22/08/2026

IBADAH MEMBUAT HIDUPMU INDAH.......

berat
Faedah as-Sunnah Manado

🚩 بـــــسم اللّــــە الرّحمن الرّحيــــم ╔═════ ❁🌍❁ ═════╗       🎙 HADIRILAH   KAJIAN ISLAM ILMIAH    KOTA KOTAMOBAGU   ...
22/08/2026

🚩 بـــــسم اللّــــە الرّحمن الرّحيــــم

╔═════ ❁🌍❁ ═════╗
🎙 HADIRILAH
KAJIAN ISLAM ILMIAH
KOTA KOTAMOBAGU

╚═════ ❁🌍❁ ═════╝

🔸 إن شـــاءاللَّــــه

🎙Bersama:
Al-Ustadz Abu Muhammad Adnan bin Abdul Majid Mampa حفظه اللــــــــه
(Pengasuh Ma'had as-sunnah Manado)

📆 Hari: Ahad 10 Rabiul Awwal 1448 H / 23 Agustus 2026 M

SESI 1️⃣

📚 ❝KITABUL ILMI❞
(Syaikh Al-Ustaimin rahimahullah)
🕒 Jam 13.30 - selesai WITA

🕌 Tempat: Masjid Ma'had Imam Bukhari Desa Lolayan Perkebunan Boyaya
📌https://maps.app.goo.gl/mn4So7KPQajnHU7D8

SESI 2️⃣

📚 ❝RIYYADUS SHALIHIN❞
🕒 Jam 18.00 - 19.00 WITA (ba'da Maghrib)
🕌 Tempat: Masjid Nurul Iman Poyowa Kecil
📌https://maps.app.goo.gl/cTUUh3ZybqTf9qkP7

========📮🎁🎒=========

📆 Hari: Senin 11 Rabiul Awwal 1448 H / 24 Agustus 2026 M

SESI 3️⃣

📚 ❝TAFSIR AL-QUR'AN AS-SA'DI❞
🕒 Jam 05.00 - 06.30 WITA (Ba'da Subuh)

🕌 Tempat: Masjid Nurul Iman Poyowa Kecil
📌https://maps.app.goo.gl/cTUUh3ZybqTf9qkP7

📲 Info: 0823-9503-3180

Ajak serta keluarga, sahabat dan tetangga untuk merasakan manisnya Ilmu Syar’i, semoga bermanfaat

•Rasulullah ﷺ bersabda :

َمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju jannah.” (HR.Muslim,2699)

•Himbauan untuk menyampaikan informasi ini kepada saudara saudara kita yang belum mengetahui.

•Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya." (Shahih, HR.Muslim dalam Shahihnya)

🌐 WhatsApp Salafy Kotamobagu
📶 Join Chanel Telegram || https://t.me/SalafyKotamobagu

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

berat
Faedah as-Sunnah Manado

MENJAGA HATI DENGAN MENJAGA MATAAllah ﷻ berfirman,قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُو...
19/08/2026

MENJAGA HATI DENGAN MENJAGA MATA

Allah ﷻ berfirman,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾ وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya,” (Q.S. An-Nuur: 30-31)

Imam al-Qurthubi rahimahullah menerangkan,

البَصَرُ هُوَ البابُ الأكْبَرُ إلى القَلْبِ، وأعْمَرُ طُرُقِ الحَواسِّ إلَيْهِ، وبِحَسَبِ ذَلِكَ كَثُرَ السُّقُوطُ مِن جِهَتِهِ. ووَجَبَ التَّحْذِيرُ مِنهُ، وغَضُّهُ واجِبٌ عَنْ جَمِيعِ المُحَرَّماتِ، وكُلِّ ما يُخْشى الفِتْنَةُ مِن أجْلِهِ.

“Pandangan ialah pintu terbesar dan jalan yang paling ramai untuk menuju hati. Pandangan mata berperan besar dalam ketergelinciran seseorang; sehingga harus berhati-hati dalam urusan memandang. Wajib menundukkan pandangan dari seluruh perkara haram dan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan.”

(Al-Jamiʼ li Ahkam Al-Qurʼan, 12/223)

Maka, Jaga mata dari melihat yang haram. Jaga mata dari memandang sesuatu yang mengurangi rasa syukur. Jaga mata dari peristiwa yang memperkeruh suasa hati.

Mudah-mudahan Allah membantu kita...

berat
Faedah as-Sunnah Manado

PAHALA TETAP MENGALIR SAAT SAKIT DAN SAFAR....... berat Faedah as-Sunnah Manado
17/08/2026

PAHALA TETAP MENGALIR SAAT SAKIT DAN SAFAR.......

berat
Faedah as-Sunnah Manado

17/08/2026

JANGAN JADIKAN PERBEDAAN SEBAGAI JALAN MEMUTUS PERSAUDARAAN

قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله:
ولو كان كلما اختلف مُسلمان في شيءٍ تهاجرا، لم يبقَ بين المسلمين عصمةٌ ولا أُخوةٌ.

“Seandainya setiap kali dua orang Muslim berbeda pendapat dalam suatu perkara, mereka langsung saling memboikot dan menjauhi, niscaya tidak akan tersisa di antara kaum Muslimin ikatan yang melindungi dan tidak p**a persaudaraan.” Majmū‘ al-Fatāwā (24/173)

Ada sebuah penyakit yang terkadang masuk secara perlahan ke dalam hubungan sesama kaum Muslimin: ketika perbedaan berubah menjadi permusuhan, dan ketidaksepakatan berubah menjadi pemutusan persaudaraan.

Padahal manusia tidak akan selalu sama dalam segala sesuatu.

Berbeda pemahaman dalam sebagian masalah, berbeda cara pandang dalam perkara yang memungkinkan adanya perbedaan, berbeda pilihan dalam perkara dunia, bahkan terkadang berbeda dalam menilai suatu persoalan semua itu merupakan bagian dari tabiat manusia.

Yang menjadi masalah bukan semata-mata adanya perbedaan.

Yang menjadi masalah adalah ketika hati tidak lagi mampu menanggung perbedaan.

Sedikit berbeda, langsung menjauh.

Sedikit tersinggung, langsung memutus hubungan.

Tidak sepaham, kemudian saling mencela.

Ada kekeliruan dari saudaranya, lalu seluruh kebaikannya dilupakan.

Padahal seorang Muslim tidak diperintahkan untuk mencintai saudaranya hanya ketika saudaranya selalu sependapat dengannya.

Persaudaraan yang sejati justru diuji ketika terjadi perbedaan.

Jangan Mengira Semua Perbedaan Harus Berakhir Dengan Hajr

Nasihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah ini sangat dalam.

Beliau tidak sedang mengatakan bahwa tidak ada kondisi yang membolehkan hajr (memboikot). Dalam syariat, hajr memiliki tempat dan hukum yang dibahas oleh para ulama, terutama ketika berkaitan dengan kemaslahatan agama, kemungkaran yang nyata, atau sikap tertentu yang memang menuntut seseorang dijauhi.

Namun yang perlu dihindari adalah menjadikan hajr sebagai reaksi otomatis terhadap setiap perselisihan.

Tidak setiap orang yang berbeda dengan kita harus dijauhi.

Tidak setiap orang yang melakukan kesalahan harus dibuang.

Tidak setiap ketidaksepakatan harus berakhir dengan putusnya hubungan.

Sebab jika setiap perbedaan menjadi alasan untuk saling memboikot, maka sebagaimana perkataan Syaikhul Islam:

“Tidak akan tersisa persaudaraan di antara kaum Muslimin.”

Bayangkan jika setiap dua orang yang berbeda dalam satu persoalan kemudian saling meninggalkan.

Jika seorang guru berbeda dengan muridnya, mereka berpisah.

Jika seorang teman berbeda dengan temannya, mereka bermusuhan.

Jika seorang saudara berbeda dengan saudaranya, mereka saling mendiamkan.

Jika seseorang berbeda pendapat dalam suatu masalah ijtihadi, kemudian ia dianggap tidak layak lagi menjadi saudara.

Pada akhirnya, manusia akan hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing hanya mau bergaul dengan orang yang selalu membenarkan dirinya.

Ini bukanlah jalan yang akan melahirkan persaudaraan.

Jangan Sampai Ego Menyamar Dengan Nama “Ghirah”

Terkadang seseorang merasa bahwa dirinya sedang membela kebenaran, padahal yang sedang ia bela adalah harga dirinya sendiri.

Terkadang kita mengatakan:

“Dia tidak sependapat denganku.”

Padahal yang sebenarnya kita maksud:

“Dia tidak mengikuti pendapatku.”

Kita mengatakan:

“Saya sedang menjaga prinsip.”

Padahal mungkin hati kita sedang berkata:

“Saya tidak s**a jika dia berbeda denganku.”

Di sinilah seseorang perlu berhati-hati.

Tidak semua rasa sakit hati adalah ghirah terhadap agama.

Tidak semua kemarahan adalah karena Allah.

Tidak semua sikap menjauh adalah sikap yang dibenarkan syariat.

Seorang mukmin hendaknya bertanya kepada dirinya:

“Apakah saya sedang membela kebenaran, atau sedang membela diri saya?”

Pertanyaan ini berat, tetapi sangat penting.

Sebab terkadang yang paling sulit bukan mengetahui kebenaran, melainkan mengalahkan hawa nafsu ketika kebenaran tidak sesuai dengan keinginan kita.

Belajarlah Membedakan Antara Prinsip dan Ego..

Memegang prinsip adalah kemuliaan.

Tetapi menjadikan ego sebagai prinsip adalah kebinasaan.

Kita harus tegas terhadap kebatilan, tetapi ketegasan tidak berarti kehilangan adab.

Kita boleh mengingkari kesalahan, tetapi mengingkari kesalahan tidak berarti menghapus seluruh kebaikan seseorang.

Kita boleh berbeda pendapat, tetapi perbedaan pendapat tidak otomatis menghapus hak seorang Muslim sebagai saudara.

Betapa indahnya seseorang yang mampu berkata:

“Saya tidak setuju dengan pendapatmu, tetapi saya tetap menghormati dirimu sebagai seorang Muslim.”

Dan betapa mulianya orang yang mampu mengatakan:

“Saya melihat kesalahanmu, tetapi saya tidak akan menzalimi dirimu karena kesalahan itu.”

Inilah akhlak yang membutuhkan ilmu sekaligus ketakwaan.

Persaudaraan Bukan Berarti Harus Selalu Sependapat. Persaudaraan Islam dibangun di atas iman.

Karena itu, persaudaraan tidak semestinya runtuh hanya karena persoalan yang tidak mengharuskan seseorang saling memutus hubungan.

Ada kalanya kita berbeda tetapi tetap saling mendoakan.

Berbeda tetapi tetap saling menolong dalam kebaikan.

Berbeda tetapi tetap menjaga kehormatan.

Berbeda tetapi tidak saling membuka aib.

Berbeda tetapi tidak saling merendahkan.

Berbeda tetapi tetap mengingat kebaikan-kebaikan yang pernah diberikan oleh saudaranya.

Inilah kedewasaan dalam beragama.

Sebab orang yang matang tidak menjadikan satu kesalahan untuk menghapus seribu kebaikan.

Ia tidak menjadikan satu perbedaan sebagai alasan untuk melupakan seluruh persaudaraan.

Ia tidak mudah mengubah seorang sahabat menjadi musuh hanya karena sebuah persoalan.

Jagalah Hati dari Penyakit “Semua Harus Seperti Saya”

Ada orang yang merasa tenang jika semua orang mengikuti pendapatnya.

Jika ada yang berbeda, ia gelisah.

Jika ada yang mengkritik, ia marah.

Jika ada yang memilih jalan yang tidak sama dengannya dalam perkara yang diperbolehkan, ia merasa saudaranya telah berubah menjadi lawan.

Hati seperti ini perlu diobati.

Sebab kita bukan pemilik manusia.

Kita bukan hakim atas seluruh hati.

Dan kita tidak dituntut untuk membuat seluruh manusia berpikir seperti kita.

Yang dituntut dari kita adalah takwa kepada Allah dan berlaku adil.

Allah ﷻ berfirman:

«وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ»

“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

(QS. Al-Mā’idah: 8)

Ayat ini mengajarkan bahwa bahkan kebencian sekalipun tidak boleh menyebabkan seseorang meninggalkan keadilan.

Maka bagaimana dengan saudara sesama Muslim yang masih memiliki iman, masih memiliki tauhid, masih memiliki kebaikan, tetapi kita berbeda dengannya dalam suatu perkara?

Jangan biarkan perbedaan membuat kita kehilangan keadilan.

Tidak Semua Hubungan Harus Diputus, Sebagian Hanya Perlu Diperbaiki

Jika saudaramu salah, nasihati.

Jika ia keliru, jelaskan.

Jika ia menyakiti, sampaikan dengan cara yang baik.

Jika ada masalah, bicarakan.

Jika ada kesalahpahaman, klarifikasi.

Jika hati terluka, jangan buru-buru mengambil keputusan ketika emosi sedang menguasai.

Berikan kesempatan untuk menjelaskan.

Berikan ruang untuk memperbaiki.

Dan jika engkau memang harus mengambil jarak dalam suatu keadaan demi maslahat agama, maka lakukan dengan ilmu, keadilan, dan niat yang benar, bukan karena dendam dan kesombongan.

Sebab tujuan seorang mukmin bukanlah “memenangkan permusuhan.”

Tujuannya adalah mencari ridha Allah.

Betapa Banyak Persaudaraan Hancur Karena Perkara yang Tidak Layak

Banyak hubungan yang dahulu begitu dekat, akhirnya menjadi renggang hanya karena sebuah percakapan.

Banyak sahabat yang dahulu saling membantu, akhirnya saling membelakangi hanya karena perbedaan penilaian.

Banyak keluarga yang dahulu berkumpul dalam kasih sayang, kemudian saling menjauh karena persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan duduk bersama.

Dan sering kali, setelah semuanya berakhir, seseorang baru menyadari:

“Ternyata perkara itu tidak sebesar harga persaudaraan yang telah hilang.”

Maka sebelum memutus hubungan, tanyakan kepada dirimu:

Apakah perkara ini benar-benar layak menghancurkan persaudaraan?

Apakah Allah menghendaki saya memutus hubungan karena perkara ini?

Apakah keputusan saya lahir dari ilmu atau dari kemarahan?

Apakah saya sedang mencari maslahat atau sedang memuaskan ego?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dapat menyelamatkan banyak hubungan.

Penutup

Saudaraku...

Jangan jadikan setiap perbedaan sebagai alasan untuk saling membenci.

Jangan jadikan setiap kesalahan sebagai alasan untuk menghapus seluruh kebaikan seseorang.

Jangan jadikan semangat membela agama sebagai pintu untuk mengikuti hawa nafsu.

Dan jangan terlalu cepat memutus sebuah hubungan yang mungkin masih dapat diperbaiki.

Belajarlah menjadi orang yang luas hatinya, dalam ilmunya, lembut lisannya, kuat prinsipnya, tetapi tetap adil terhadap orang yang berbeda dengannya.

Jika seseorang salah, nasihati.

Jika ia benar, dukung.

Jika berbeda, tetaplah adil.

Jika berselisih, tempuh jalan perbaikan.

Dan jika harus mengambil sikap, pastikan sikap itu lahir karena Allah, bukan karena ego.

Sebab pada akhirnya, kita semua adalah hamba Allah.

Kita semua membutuhkan ampunan-Nya.

Kita semua memiliki kekurangan.

Dan kita semua berharap kelak dikumpulkan di dalam Jannah-Nya.

Jangan sampai perbedaan yang seharusnya bisa disikapi dengan ilmu justru menjadi sebab terputusnya tali persaudaraan yang Allah perintahkan untuk kita jaga.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan, fanatisme, dendam, dan hawa nafsu; memberikan kita ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, serta kemampuan untuk membedakan antara membela kebenaran dan membela ego diri sendiri.

اللهم أصلح ذات بيننا، وألّف بين قلوبنا، واهدنا سبل السلام.

“Ya Allah, perbaikilah hubungan di antara kami, satukanlah hati-hati kami, dan tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan.”

Allahumma aamiin......

📌Dipublikasikan oleh
📊WA. FAEDAH ASSUNNAH MANADO

berat
Faedah as-Sunnah Manado

Address

Manado

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Faedah as-Sunnah Manado posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Faedah as-Sunnah Manado:

Shortcuts

Share