Labuan Bajo Info

Labuan Bajo Info Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Labuan Bajo Info, Digital creator, LABUAN BAJO, Manggarai.

LabuanBajoInfo.com adalah media online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya dari Labuan Bajo, gerbang pariwisata dunia yang terletak di ujung barat Pulau Flores.

16/05/2026

Apakah Pesta Babi dilarang karena menyebar kebohongan, atau justru karena ia terlalu jujur menempatkan cermin di depan wajah kekuasaan yang buruk rupa karena keserakahan?

Pesta Babi Yang Menakutkan?

Oleh: Benny K. Harman

Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir.

Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan yang telanjang. Film Pesta Babi dilarang bukan karena ia menyebarkan kebohongan, melainkan justru karena ia menceritakan kebenaran dengan terlalu jujur.

Sinema ini bertindak sebagai pemegang cermin di hadapan wajah kekuasaan, dan penguasa—yang menyadari betapa buruk rupa mereka akibat keserakahan—memilih untuk memecahkan cermin tersebut daripada memperbaiki diri.

Gugatan paling mendasar dari film ini menelanjangi jargon "pembangunan" yang selama ini diagungkan bagai berhala. Hari ini, kita menyaksikan lahirnya watak neo-kolonialisme yang dipraktikkan oleh bangsa sendiri terhadap bangsanya sendiri.

Logikanya persis seperti VOC ratusan tahun lalu: ruang hidup masyarakat lokal dan masyarakat adat dianggap sebagai "tanah tak bertuan" yang boleh dijarah demi mengejar angka pertumbuhan ekonomi makro.

Masyarakat adat, yang telah merawat hutan dan tanah secara berkelanjutan jauh sebelum Republik ini berdiri, hari ini dibranding secara pejoratif sebagai "penghambat investasi" atau "kelompok keras kepala yang anti-kemajuan." Ini adalah kejahatan epistemik. Atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN) atau konsesi korporasi, negara hadir bukan sebagai pelindung warga, melainkan sebagai juru sita yang mengusir rakyat dari tanah leluhurnya.

Ketika pembangunan mengabaikan keselamatan lingkungan dan memutus hak generasi masa depan demi keuntungan investor, itu bukan pembangunan. Itu adalah penjarahan sistematis yang dilegitimasi oleh hukum positif yang disusun oligarki melalui wakil-wakil yang mereka biayai.

Mengapa kritik dalam film ini dianggap begitu mengancam stabilitas? Karena ia membongkar jalinan kelindan yang paling tabu dalam politik modern kita: fenomena state capture (pembajakan negara) oleh para oligarki.

Kita harus jujur melihat realitas hari ini: oligarki tidak lagi sekadar menyuap pejabat dari luar ring kekuasaan. Mereka telah masuk dan menduduki jabatan itu sendiri, atau menyetir para pengambil kebijakan seperti boneka tali. Negara telah bergeser fungsi dari sebuah lembaga yang mandiri (independent arbiter) menjadi "centeng" atau perisai pelindung bagi kepentingan kapitalis hitam.

Ketika oligarki merampas sumber daya ekonomi negara, melakukan kejahatan lingkungan, atau menggusur paksa warga, negara memilih menutup mata—bahkan bertindak sebagai fasilitator melalui regulasi karpet merah yang sengaja dibuat untuk memutihkan dosa-dosa korporasi.

Monopoli pengelolaan sumber daya alam dilindungi oleh moncong senjata aparat keamanan yang dibiayai oleh pajak rakyat sendiri. Tragis bukan? Pajak dan uang rakyat digunakan untuk membiayai penindasan terhadap rakyat. Pelarangan film ini adalah bentuk refleks defensif untuk menutupi perselingkuhan jahat tersebut agar tidak memicu kemarahan massal.

Akar dari seluruh pembus**an ini adalah sistem demokrasi elektoral kita yang telah kehilangan jiwanya. Demokrasi kita hari ini adalah demokrasi transaksional yang berbiaya sangat mahal. Jabatan publik diperebutkan bukan lewat adu gagasan, melainkan lewat tebalnya isi tas logistik. Oligarki menentukan lebih dulu pemimpin yang mereka kehendaki lalu rakyat dibayar untuk mendukungnya.

Karena ongkos politik yang ugal-ugalan, para calon pemimpin terpaksa menggadaikan integritas mereka kepada para cukong dan investor politik sejak masa kampanye. Akibatnya, pasca-pemilu, kebijakan negara tidak lagi dirumuskan di ruang-ruang publik untuk kemaslahatan rakyat, melainkan di ruang-ruang gelap dalam bentuk bagi-bagi konsesi, izin tambang, dan pelonggaran aturan amdal sebagai bentuk "pengembalian investasi" politik.

Suara rakyat hanya berharga selama lima menit di bilik suara untuk melegitimasi kekuasaan, setelah itu rakyat didepak ke pinggiran, menonton tanah mereka dikeruk dan air mereka diracuni.

Negara, lewat instrumen kekuasaannya, sama sekali tidak perlu dan tidak berhak melarang film Pesta Babi ini. Pelarangan hanya menunjukkan kepanikan moral yang kekanak-kanakan. Biarkanlah masyarakat sendiri yang menilai, menakar, dan mengunyah pesan-pesan yang tersirat maupun tersurat di dalam film tersebut. Rakyat kita sudah dewasa; mereka sudah cerdas, mereka mampu membaca karya seni dan mengontekstualisasikannya dengan realitas sosial-ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari di wilayah mereka masing-masing.

Mungkin saja isi film ini ada yang tidak benar atau keliru. Jika isi film dianggap keliru, bantah dengan argumen dan data, bukan dengan represi dan penyitaan proyektor.

Sebaliknya, apresiasi setinggi-tingginya justru harus diberikan kepada produser dan seluruh kru kreatif di balik film pendek ini. Di tengah hilangnya keberanian sipil dan mandulnya institusi politik formal seperti DPR dan Lembaga Peradilan dalam mengawasi jalannya kekuasaan pemerintahan, film ini hadir menawarkan kritik kekuasaan yang sangat cerdas melalui medium kebudayaan.

Ini adalah bentuk kritik kebudayaan yang bernas, tangkas, dan seiring dengan panggilan zaman (zeitgeist). Ketika mimbar-mimbar akademik dan ruang sidang parlemen mulai terasa sunyi dari pembelaan terhadap rakyat kecil, ketika lembaga peradilan mempertontonkan kesewenang-wenangan - abuse of power - maka sinema seperti Pesta Babi inilah yang mengambil alih estafet kepedulian tersebut.

Melarang film ini sama saja dengan mencoba memadamkan obor kesadaran bangsa. Biarkan layar tetap terkembang, dan biarkan rakyat yang menentukan jalannya sejarah. **

812 Kapal Wisata Berlayar di Labuan Bajo Tetapi Di Mana Kontribusinya untuk Daerah ?Buka link di kolom komentar untuk ba...
08/05/2026

812 Kapal Wisata Berlayar di Labuan Bajo Tetapi Di Mana Kontribusinya untuk Daerah ?

Buka link di kolom komentar untuk baca berita

Copy dan Teh Ini sebenarnya lebih kepada pribadi yang s**a Gosip dan juga pribadi yang s**a menelan gosipDari singkong m...
07/05/2026

Copy dan Teh

Ini sebenarnya lebih kepada pribadi yang s**a Gosip dan juga pribadi yang s**a menelan gosip

Dari singkong menjadi kolak

Di Yunani kuno, Socrates memiliki reputasi besar dalam hal kebijaksanaan. Sehingga suatu hari seorang laki laki datang untuk menemui filsuf besar itu, dan berkata:
"Apakah anda tahu apa yang saya dengar tentang teman anda?"
"Sebentar", Socrates menjawab, "sebelum anda memberi tahu saya, saya ingin menguji anda, dengan tiga saringan."
"Tiga saringan?"
"Ya", Socrates melanjutkan., "sebelum menceritakan sesuatu tentang orang lain, ada baiknya luangkan waktu untuk menyaring apa yang dimaksud. Saya menyebutnya tes tiga saringan. Saringan pertama adalah kebenaran. Sudahkah anda memeriksa apakah yang akan anda katakan itu benar?"
"Tidak, saya baru saja mendengarnya", jawab laki laki itu.
"Sangat bagus. Jadi, anda tidak tahu apakah itu benar. Kita melanjutkan dengan saringan kedua, yaitu kebaikan. Apa yang ingin anda ceritakan tentang teman saya, apakah itu hal yang baik?
"Oh tidak! Sebaliknya".
"Jadi anda ingin memberi tahu saya hal-hal buruk tentang dia dan anda bahkan tidak yakin itu benar. Mungkin anda masih bisa lulus tes yang ketiga, tes kegunaan. Apakah bermanfaat bagi saya untuk mengetahui apa yang akan anda ceritakan tentang teman ini?
"Tidak", jawab si laki laki itu.
"Jadi", Socrates menyimpulkan, "apa yang akan anda sampaikan kepada saya tidak benar, tidak baik dan tidak berguna;
Mengapa anda ingin memberi tahu saya?"

"Orang fasik membangkitkan perselisihan, dan gosip memisahkan serta membunuh teman yang baik".

Nama Suster Lucy Agnes sudah lama diperbincangkan lantaran keluarga orang terkaya ini menolak hidup mewah dan mengabdika...
07/05/2026

Nama Suster Lucy Agnes sudah lama diperbincangkan lantaran keluarga orang terkaya ini menolak hidup mewah dan mengabdikan dirinya untuk membantu orang miskin.

Suster Lucy Agnes merupakan putri dari salah satu keluarga Robert Budi Hartono, bos konglomerasi bisnis terbesar di Indonesia, Djarum Group. Sebagai bagian dari keluarga terkaya di Indonesia berharta ribuan triliun, Suster Lucy justru memilih hidup sebagai biarawati dan menjauh dari gemerlap harta dunia.

Ia menjadi pengikut Bunda Teresa yang dikenal sebagai ibu bagi orang-orang miskin. Mengikuti jejak Bunda Teresa, Suster Lucy Agnes pun mengabdikan diri untuk membantu orang-orang tidak mampu dan bertugas di negara termiskin di Asia.

03/05/2026

Volly Putri Jurnalis Cup II Manggarai Barat segera digelar. Ayo siapkan tim terbaikmu.

29/04/2026

O2SN, SDI TANGGAR VS Gorontalo. Nilai 1-1

*Gelar HUT ke 40 Patelki Gelar Cek Kesehatan Gratis Kepada Ratusan Masyarakat* LABUANBAJO.COM – Persatuan Ahli Teknologi...
27/04/2026

*Gelar HUT ke 40 Patelki Gelar Cek Kesehatan Gratis Kepada Ratusan Masyarakat*

LABUANBAJO.COM – Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (Patelki) Cabang Manggarai Barat bekerja sama dengan Puskesmas Benteng menggelar pemeriksaan kesehatan gratis kepada ratusan masyarakat di...

_Baca selengkapnya:_
https://labuanbajoinfo.com/2026/04/28/gelar-hut-ke-40-patelki-gelar-cek-kesehatan-gratis-kepada-ratusan-masyarakat/

Gelar HUT ke 40 Patelki Gelar Cek Kesehatan Gratis Kepada Ratusan Masyarakat di Manggarai Barat LABUANBAJO.COM – Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (Patelki) Cabang …

03/04/2026

Anggota DPRD Manggarai Barat Jadi Tersangka.
Baca Berita dikolom Komentar

Address

LABUAN BAJO
Manggarai
86711

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Labuan Bajo Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share