Salam Dari Timur

Salam Dari Timur Salam Dari Timur
Paradise on East Indonesia

https://youtube.com/

06/03/2026

Dari tanah Biak, Papua, lahir seorang pejuang besar yang mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. 🇮🇩
Frans Kaisiepo adalah tokoh Papua yang berjuang agar tanah Papua tetap menjadi bagian dari NKRI.

Pada tahun 1946 dalam Konferensi Malino, ia bahkan mengusulkan nama “Irian” sebagai simbol persatuan Papua dengan Indonesia.

Perjuangannya membuktikan bahwa semangat kemerdekaan lahir dari seluruh penjuru Nusantara, termasuk dari timur Indonesia.
Jasanya kini dikenang sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.















🇮🇩

berat Salam Dari Timur

28/02/2026

Tom Gerson Pello lahir di Kapan, Timor Tengah Selatan pada 18 Juli 1917, dari keluarga Protestan yang taat dan memiliki latar pendidikan yang kuat dari HIS di Kupang hingga sekolah pertanian di Bogor. Sejak muda, ia aktif dalam organisasi pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan menentang kekuasaan kolonial Belanda. Saat pendudukan Jepang, bersama I.H. Doko, ia dikenal mampu membela rakyat Timor dari kekejaman pemerintahan Jepang sehingga mendapat julukan “Stoet Blok” atau balok penahan oleh masyarakat.
Tom Pello kemudian menjadi tokoh penting dalam Partai Demokrasi Indonesia Timor (PDI-Timor), memperjuangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan persatuan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Setelah Jepang menyerah, ia sempat ditunjuk bersama dua tokoh lainnya untuk memimpin pemerintahan sementara di Kupang, tapi kemudian pemerintahan kembali ke tangan kolonial Belanda melalui NICA. Karena konsistennya dalam perjuangan non-kooperatif melawan kolonialisme, ia mengalami berbagai tekanan dari Belanda. Tom Pello wafat pada 12 September 1946 di Kupang. Ia kemudian dihormati sebagai pejuang yang konsisten, dengan jenazah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Dharma Loka Kupang dan namanya diabadikan sebagai nama jalan di kota itu sebagai penghargaan atas jasa-jasanya.

25/02/2026

Legenda Komodo bukan sekadar cerita rakyat—ia adalah warisan budaya yang hidup dari tanah Pulau Komodo. Konon, komodo berasal dari kisah persaudaraan antara manusia dan makhluk yang kini dikenal sebagai naga purba. Masyarakat lokal percaya bahwa komodo dan manusia memiliki ikatan batin yang harus dijaga dengan rasa hormat dan keseimbangan alam.

Di balik eksotisme Taman Nasional Komodo, tersimpan nilai tentang harmoni, keberanian, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. 🐉🌿

21/02/2026

Izaak Huru Doko adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Sabu, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 20 November 1913 dan wafat pada 29 Juli 1985. Sejak muda, ia mendapat pendidikan di sekolah guru di Bandung, di mana ia bertemu dengan Herman Johannes dan bersama-sama mendirikan organisasi Timorsche Jongeren untuk mempersatukan pemuda Timor. Ia juga mendirikan partai politik Perserikatan Kebangsaan Timor yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selama pendudukan Jepang, Ia aktif menulis melalui surat kabar Timor Syuho dan tetap memperjuangkan kemerdekaan. Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, ia bersama Tom Gerson Pello mengorganisir pemuda Timor untuk menentang kembalinya Belanda. Ia pernah menjadi anggota parlemen dan Menteri Informasi serta Pendidikan di Negara Indonesia Timur (NIT) ketika Indonesia masih berbentuk negara federal. Selain perannya di politik, ia berkontribusi dalam dunia pendidikan dan pembangunan universitas di Bali dan Kupang. Atas jasa-jasanya, pada 3 November 2006, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.











Cerita Rakyat Legenda Komodo Dikisahkan pada zaman dahulu, ada seorang putri raja bernama Putri Naga. Ia  perempuan yang...
20/02/2026

Cerita Rakyat Legenda Komodo

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada seorang putri raja bernama Putri Naga. Ia perempuan yang elok wajahnya dan baik budinya. Karena kecantikannya, akhirnya ia menikah dengan seorang pria bernama Moja dari pulau seberang. Tak lama berselang, Putri Naga hamil anak kembar. Setelah berbulan lamanya, tibalah saat masa kelahiran. Putri Naga dan Moja terkejut, karena anak kembarnya sangat tidak biasa. Yang satu berwujud manusia, dan yang satu lagi berwujud kadal yang bersisik dan memiliki ekor.
Sang bayi manusia yang berjenis kelamin laki-laki itu dinamakan Gerong dan yang satu lagi yang berwujud kadal dinamakan Ora. Putri Raja dan Moja membesarkan Gerong di rumah mereka, sementara Ora dibiarkan bebas di hutan. Gerong dan Ora tidak mengetahui dan mengenal satu sama lain sampai dewasa. Suatu ketika, saat Gerong dan Ayah serta Ibunya berburu ke hutan, mereka menemukan Ora yang sudah sangat besar. Berukuran dan berjalan ke arah mereka. Menyangka Ora sebagai ancaman, Gerong hendak menghunuskan pedangnya, akan tetapi dihentikan oleh Putri Naga yang menghalanginya. Akhirnya, Putri Naga mengaku kepada Gerong bahwa Ora sang kadal yang sekarang bernama Komodo tersebut adalah saudara kandungnya. Kemudian, Putri Naga menitahkan kepada Gerong, bahwa apapun yang terjadi, Gerong dan keturunannya harus selalu menjaga, menghormati, dan menyayangi Ora dan keturunannya.

14/02/2026

Tikus Raksasa Flores adalah hewan pengerat endemik Pulau Flores, Indonesia, yang termasuk dalam keluarga Muridae dan dikenal secara ilmiah sebagai Papagomys armandvillei. Spesies ini hidup di hutan primer, sekunder, dan daerah yang terganggu di pulau tersebut. Ukuran tubuh dan kepala tikus ini mencapai sekitar 41–45 cm, dengan ekor sepanjang 33–70 cm, sehingga total panjangnya bisa hampir dua kali ukuran tikus biasa. Karena ukurannya yang besar, hewan ini sekitar delapan kali lebih berat daripada tikus coklat biasa (Rattus norvegicus). Tikus raksasa ini merupakan contoh dari gigantisme pulau, fenomena evolusi di mana spesies di pulau terpencil berkembang menjadi berukuran lebih besar daripada kerabatnya di daratan. Ia memiliki tubuh kekar dengan bulu yang relatif tebal dan hidup di hutan, tetapi saat ini populasinya dinilai sebagai “hampir terancam” (Near Threatened) menurut IUCN karena ancaman seperti hilangnya habitat dan perburuan. Selain spesies yang masih hidup, di Flores juga pernah ditemukan spesies tikus besar yang sudah punah, seperti Spelaeomys florensis, yang diperkirakan memiliki berat antara sekitar 0,6–1,6 kg dan dikenal dari sisa subfosil yang ditemukan di situs Liang Bua.

11/02/2026

Polo Ama adalah seorang tokoh pejuang dari Leragere, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang dikenal karena keberaniannya melawan kolonial Belanda pada tahun 1914. Perjuangan bermula ketika tentara Belanda menangkap kepala desa dan sejumlah warga, termasuk perempuan, serta membawa mereka ke markas Belanda di Tiwaua. Geram melihat perlakuan tersebut terhadap keluarganya dan masyarakat desa, rakyat Leragere bangkit dan memutuskan untuk menyerang kembali. Polo Ama kemudian menyusup ke markas Belanda secara diam-diam dengan menyamar sebagai penjual ayam, mempelajari keadaan pertahanan mereka, dan kemudian kembali ke kampung untuk memimpin pasukan rakyat. Pada serangan dini hari itu, ia berhasil membunuh komandan Belanda, Sersan Eijkman, yang menjadi simbol keberanian rakyat Leragere melawan kekuatan kolonial. Setelah serangan, pasukan Belanda melakukan aksi balasan, membakar kampung dan mengejar para pejuang. Polo Ama dan pasukan rakyat lainnya terpaksa bersembunyi di hutan. Akhirnya, demi menyelamatkan rakyat dan keluarganya, Polo Ama memilih untuk menyerahkan diri pada tahun 1915 kepada pihak Belanda. Ia kemudian dipenjara di berbagai tempat termasuk Nusakambangan dan Digul dan akhirnya bebas pada tahun 1926. Pada 1935, Polo Ama pun meninggal dunia. Ia dikuburkan di Dusun Lewodoli, tepat di pintu masuk Desa Seranggorang.













berat Salam Dari Timur

31/01/2026
Suku Rongga - Manggarai Timur Suku Rongga (Ata Rongga) adalah kelompok etnis yang mendiami bagian selatan Pulau Flores, ...
29/01/2026

Suku Rongga - Manggarai Timur

Suku Rongga (Ata Rongga) adalah kelompok etnis yang mendiami bagian selatan Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Indonesia), khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai Timur sekitar Kecamatan Kota Komba. Mereka termasuk kelompok Austronesia dengan pengaruh Melanesia dalam struktur etnisnya.
Bahasa yang dipakai disebut bahasa Rongga, bagian dari rumpun Austronesia (Malayo-Polynesian), masih berkerabat dekat dengan bahasa Ngadha dan Lio di Flores. Bahasa ini dipakai oleh sekitar beberapa ribu penutur dan dinyatakan terancam karena jumlah penuturnya kecil.
Secara historis, catatan tertulis tentang asal usul Suku Rongga sangat terbatas; sejarahnya lebih banyak dikenal melalui tradisi lisan masyarakat setempat.
Wilayah yang mereka tempati sudah dihuni sejak lama, dan komunitas ini memiliki identitas budaya yang berbeda dari tetangga di Flores meskipun hubungan sosial antar kelompok tetap kuat.
Kebudayaan :
Tarian Vera adalah salah satu budaya khas Rongga — tarian tradisional yang sering dipentaskan pada acara adat tertentu dan menjadi simbol identitas budaya mereka.
Selain itu, mereka juga memiliki ritual tradisional seperti Mbasa Wini (ritual berkat benih padi/jagung) yang penting dalam kehidupan agraris dan spiritual masyarakat.
Mata pencaharian utama masyarakat Rongga tradisionalnya adalah bertani dan beternak, terutama di desa-desa sekitar Kota Komba.
Secara sosial dan agama, masyarakat ini umumnya memeluk berbagai agama termasuk Katolik, Protestan, dan Islam, yang hidup berdampingan tanpa konflik besar.
Bahasa dan tradisi Rongga kini menghadapi tantangan dari modernisasi dan dominasi bahasa besar seperti bahasa Indonesia dan bahasa tetangga, sehingga upaya dokumentasi dan pelestarian sangat diperlukan agar warisan budaya ini tetap hidup.

29/01/2026

Suku Rongga - Manggarai Timur


berat

Like - share - follow - comment - donate

Address

Manggarai

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Salam Dari Timur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Salam Dari Timur:

Share