16/11/2025
Di sebuah desa yang tenang, hiduplah pasangan suami istri bernama Darman dan Darmi. Usia pernikahan mereka sudah lebih dari seperempat abad, dan selama itu p**a, rumah tangga mereka selalu diwarnai dengan canda tawa. Salah satu hal yang paling sering menjadi bahan lelucon adalah kentut. Ya, kentut. Bagi Darman dan Darmi, kentut bukan hanya sekadar gas buangan, tapi juga sumber hiburan.
Suatu malam, setelah menyantap hidangan petai dan jengkol yang menggugah selera, Darman dan Darmi duduk bersantai di ruang tengah. Tiba-tiba, Darman merasakan perutnya mulai bergejolak.
"Aduh, Mi, kayaknya mau ada yang keluar nih," kata Darman sambil memegangi perutnya.
"Sok atuh, Pak. Jangan ditahan-tahan," jawab Darmi sambil terkekeh.
Tak lama kemudian, Darman melepaskan "bom" pertamanya. Bunyinya cukup dahsyat, sampai-sampai kucing peliharaan mereka lari tunggang langgang.
"Wih, Bapak hebat! Bunyinya kayak petir," puji Darmi sambil menutup hidungnya.
Darman tersenyum bangga. "Ini baru permulaan, Mi. Bapak masih punya banyak amunisi."
Mendengar tantangan itu, Darmi tidak mau kalah. Ia pun mulai mengatur posisi, mencoba mengeluarkan "senjata" andalannya.
"Siap-siap ya, Pak. Giliran Ibu nih," kata Darmi dengan nada penuh percaya diri.
Darmi menarik napas dalam-dalam, lalu... pyuuut. Bunyinya tidak terlalu keras, tapi aromanya... luar biasa!
"Wah, Ibu curang! Aromanya bikin pingsan," protes Darman sambil mengipasi wajahnya.
"Biarin! Yang penting menang," jawab Darmi sambil tertawa terbahak-bahak.
Malam itu, Darman dan Darmi melanjutkan "lomba kentut" mereka sampai larut malam. Bunyi dan aroma yang dihasilkan semakin beragam dan aneh. Kadang terdengar seperti suara terompet, kadang seperti raungan singa, dan kadang seperti bau durian busuk.
Di tengah-tengah "pertandingan" yang sengit, tiba-tiba Darman berhenti tertawa. Wajahnya berubah menjadi serius.
"Mi, Bapak mau ngaku deh," kata Darman dengan nada menyesal.
"Ngaku apa, Pak?" tanya Darmi dengan heran.
"Sebenarnya, dari tadi Bapak kentutnya dibantu sama speaker aktif. Bapak rekam suara-suara kentut di YouTube, terus Bapak putar deh," jelas Darman sambil cengengesan.
Darmi terkejut mendengar pengakuan suaminya. Ia tidak menyangka bahwa Darman akan berbuat curang demi memenangkan lomba kentut.
"Ya ampun, Bapak! Kirain Bapak beneran jago kentut," kata Darmi sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Hehehe... Maafin Bapak ya, Mi. Bapak cuma pengen bikin Ibu ketawa," jawab Darman dengan nada menyesal.
Darmi tersenyum mendengar jawaban suaminya. Ia tahu bahwa Darman hanya ingin menghiburnya.
"Ya udah deh, Ibu maafin. Tapi lain kali jangan curang lagi ya," kata Darmi sambil mencubit p**i Darman.
"Siap, Bu!" jawab Darman dengan semangat.
Malam itu, Darman dan Darmi mengakhiri lomba kentut mereka dengan damai. Mereka sadar bahwa yang terpenting bukanlah menang atau kalah, tapi kebersamaan dan kebahagiaan yang mereka rasakan bersama. Dan yang pasti, mereka berjanji untuk tidak makan petai dan jengkol terlalu banyak lagi.
"Tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang"
🤣🤣🤣
Aksan Jie