Lentera Hidup

Lentera Hidup Konten :

✅ Motivasi
✅ Hiburan
✅ Keuangan
✅ Pengetahuan

18/11/2025

Doa rabu pagi Aksan Jie

BAB 2: PERTEMUAN YANG DILARANG Keesokan harinya, hujan telah reda. Lira keluar untuk membeli bunga di pasar dekat aparte...
18/11/2025

BAB 2: PERTEMUAN YANG DILARANG

Keesokan harinya, hujan telah reda. Lira keluar untuk membeli bunga di pasar dekat apartemen. Saat dia membayar, seseorang menabraknya, membuat bunga terjatuh ke tanah.

"Maaf, saya tidak sengaja!" ujar pria itu sambil membungkuk untuk mengambil bunga.

Lira melihat wajahnya — dan dia tahu itu orang yang memainkan gitar kemarin. Raka juga menyadari hal yang sama. Mata mereka bertemu, dan waktu seolah berhenti.

"Nama saya Raka," ujarnya, senyum lembut.

"Lira," jawabnya, jantung berdebar kencang.

Mereka berbicara sepanjang sore, duduk di taman kecil di dekat pasar. Lira menceritakan tentang biolanya, Raka tentang gitarnya. Mereka tidak menyadari bahwa Pak Herman — ayah Lira — sedang melewati taman dan melihat mereka.

"LIRA! Apa yang kamu lakukan dengan cowok itu?!" teriak Pak Herman, marah meluap. Dia menarik Lira pergi, meninggalkan Raka yang bingung.

Sampai di rumah, Lira baru tahu alasan kemarahan ayahnya. Raka adalah putra Pak Surya — saingan bisnis Pak Herman yang telah berseteru selama sepuluh tahun. "Kau tidak boleh pernah bertemu dia lagi! Dia keluarga musuh kita!" katanya dengan tegas, mengunci pintu kamar Lira.

Bersambung... 😭







"BINTANG DI ATAS ATAP"   BAB 1: HARI YANG BERBEDA Hujan turun deras di Makassar, membasahi atap gedung apartemen Sky Vie...
17/11/2025

"BINTANG DI ATAS ATAP"



BAB 1: HARI YANG BERBEDA

Hujan turun deras di Makassar, membasahi atap gedung apartemen Sky View yang berdampingan. Di lantai 15 blok A, LIRA (19 tahun) duduk di teras, menatap hujan sambil memainkan biola yang warisan neneknya. Suaranya lembut tapi penuh kesedihan — dia baru saja diberitahu orang tuanya akan dinikahkan dengan Rizky, putra pengusaha kaya yang dia tidak kenal.

"Jangan teriak, Lira! Ini demi masa depan keluarga kita!" teriak Ayah Lira dari dalam kamar, suara penuh tekanan.

Di blok B, lantai yang sama, RAKA (21 tahun) berdiri di jendela, merenungkan surat pemberitahuan pelepasan kerja. Ayahnya, pemilik perusahaan konstruksi, baru saja bangkrut, dan keluarga mereka harus meninggalkan apartemen ini dalam seminggu. Tiba-tiba, dia mendengar suara biola yang menyentuh hati. Dia mencari sumbernya — dan melihat sosok perempuan di teras seberang, rambutnya tergerai oleh angin hujan.

Tanpa sadar, Raka mengambil gitarnya dan memainkan melodi yang selaras. Lira terkejut, lalu tersenyum. Mereka tidak saling melihat mata, tapi musik mereka berbicara satu sama lain, menyilang hujan dan jarak antara dua blok apartemen.

Bersambung...😭







17/11/2025

Kapan diam kapan bergerak Aksan Jie

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah pasangan suami istri bernama Darman dan Darmi. Usia pernikahan mereka sudah lebih d...
16/11/2025

Di sebuah desa yang tenang, hiduplah pasangan suami istri bernama Darman dan Darmi. Usia pernikahan mereka sudah lebih dari seperempat abad, dan selama itu p**a, rumah tangga mereka selalu diwarnai dengan canda tawa. Salah satu hal yang paling sering menjadi bahan lelucon adalah kentut. Ya, kentut. Bagi Darman dan Darmi, kentut bukan hanya sekadar gas buangan, tapi juga sumber hiburan.

Suatu malam, setelah menyantap hidangan petai dan jengkol yang menggugah selera, Darman dan Darmi duduk bersantai di ruang tengah. Tiba-tiba, Darman merasakan perutnya mulai bergejolak.

"Aduh, Mi, kayaknya mau ada yang keluar nih," kata Darman sambil memegangi perutnya.

"Sok atuh, Pak. Jangan ditahan-tahan," jawab Darmi sambil terkekeh.

Tak lama kemudian, Darman melepaskan "bom" pertamanya. Bunyinya cukup dahsyat, sampai-sampai kucing peliharaan mereka lari tunggang langgang.

"Wih, Bapak hebat! Bunyinya kayak petir," puji Darmi sambil menutup hidungnya.

Darman tersenyum bangga. "Ini baru permulaan, Mi. Bapak masih punya banyak amunisi."

Mendengar tantangan itu, Darmi tidak mau kalah. Ia pun mulai mengatur posisi, mencoba mengeluarkan "senjata" andalannya.

"Siap-siap ya, Pak. Giliran Ibu nih," kata Darmi dengan nada penuh percaya diri.

Darmi menarik napas dalam-dalam, lalu... pyuuut. Bunyinya tidak terlalu keras, tapi aromanya... luar biasa!

"Wah, Ibu curang! Aromanya bikin pingsan," protes Darman sambil mengipasi wajahnya.

"Biarin! Yang penting menang," jawab Darmi sambil tertawa terbahak-bahak.

Malam itu, Darman dan Darmi melanjutkan "lomba kentut" mereka sampai larut malam. Bunyi dan aroma yang dihasilkan semakin beragam dan aneh. Kadang terdengar seperti suara terompet, kadang seperti raungan singa, dan kadang seperti bau durian busuk.

Di tengah-tengah "pertandingan" yang sengit, tiba-tiba Darman berhenti tertawa. Wajahnya berubah menjadi serius.

"Mi, Bapak mau ngaku deh," kata Darman dengan nada menyesal.

"Ngaku apa, Pak?" tanya Darmi dengan heran.

"Sebenarnya, dari tadi Bapak kentutnya dibantu sama speaker aktif. Bapak rekam suara-suara kentut di YouTube, terus Bapak putar deh," jelas Darman sambil cengengesan.

Darmi terkejut mendengar pengakuan suaminya. Ia tidak menyangka bahwa Darman akan berbuat curang demi memenangkan lomba kentut.

"Ya ampun, Bapak! Kirain Bapak beneran jago kentut," kata Darmi sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Hehehe... Maafin Bapak ya, Mi. Bapak cuma pengen bikin Ibu ketawa," jawab Darman dengan nada menyesal.

Darmi tersenyum mendengar jawaban suaminya. Ia tahu bahwa Darman hanya ingin menghiburnya.

"Ya udah deh, Ibu maafin. Tapi lain kali jangan curang lagi ya," kata Darmi sambil mencubit p**i Darman.

"Siap, Bu!" jawab Darman dengan semangat.

Malam itu, Darman dan Darmi mengakhiri lomba kentut mereka dengan damai. Mereka sadar bahwa yang terpenting bukanlah menang atau kalah, tapi kebersamaan dan kebahagiaan yang mereka rasakan bersama. Dan yang pasti, mereka berjanji untuk tidak makan petai dan jengkol terlalu banyak lagi.

"Tertawalah, sebelum tertawa itu dilarang"
🤣🤣🤣






Aksan Jie

Apakah aku benar-benar tahu apa yang kulakukan dengan uangku?Jawaban nya :Mungkin aku perlu lebih banyak belajar tentang...
16/11/2025

Apakah aku benar-benar tahu apa yang kulakukan dengan uangku?

Jawaban nya :

Mungkin aku perlu lebih banyak belajar tentang keuangan pribadi dan investasi.


Aksan Jie

Address

Bone Bone
Masamba
91966

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lentera Hidup posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share