KabarBerita

KabarBerita Akun Resmi Kabarberita
For Business Inquiries
WA : +62 823-3947-2207
Kantor MATARAM : Jl. Gili Meni, Karang Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB

14/08/2026

DPD Dapil NTB Pasang Badan Untuk Hilda Korban Rasisme, Arya Wedakarna (AWK) Akan Dilaporkan ke BK DPD RI

Anggota DPD RI dapil NTB, TGH. Ibnu Khalil menegaskan bahwa anggota DPD RI dapil NTB telah bersepakat untuk melaporkan AWK ke BK DPD RI terkait dugaan rasisme terhadap salah seorang warga Lombok di Bali bernama Hilda yang diduga mendapatkan rasisme.

TGH Khalil mengatakan Hilda harus mendapatkan keadilan

14/08/2026

Lalu Iqbal Daftar KONI NTB, Netizen : Berarti sekarang sudah punya uang 5 M?

Mendaftarnya Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal sebagai calon ketua KONI NTB mendapat respon beragam dari warganet. Bahkan salah satu netizen menuliskan komentar "Berarti sekarang sudah punya uang 5 M?.

Pertanyaan salah satu netizen itu bukan tanpa alasan karena sebelumnya Gubernur Lalu Iqbal saat ditanya wartawan berseloroh tidak memiliki uang 5 M.

Ungkapan itu disampaikan Lalu Iqbal karena calon petahana Mori Hanafi di sejumlah media berkata bahwa untuk menjadi ketua KONI NTB harus memiliki paling tidak Rp5 Milyar.

14/08/2026

Daftar KONI NTB, Lalu Iqbal Siap "Menguburkan" Mimpi Mori Hanafi Kembali Pimpin KONI NTB

Genderang pertarungan memperebutkan kursi Ketua KONI NTB periode 2026–2030 mulai ditabuh.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, akhirnya membuktikan keseriusannya dengan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB.

Dengan pendaftaran tersebut, persaingan semakin sengit antara Lalu Muhamad Iqbal dengan petahana Mori Hanafi yang sebelumnya telah lebih dulu mendaftarkan diri.


14/08/2026

Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Akhirnya Daftar Ketua KONI NTB

Lalu Iqbal datang dengan kesederhanaan menyetir mobil sendiri, tanpa pengawalan.

DARI DEFISIT KE SURPLUS:INDIKASI TATA KELOLA KEUANGAN MEMBAIK (Respon Atas Rancangan APBD NTB 2027)Oleh: Sambirang Ahmad...
14/08/2026

DARI DEFISIT KE SURPLUS:INDIKASI TATA KELOLA KEUANGAN MEMBAIK (Respon Atas Rancangan APBD NTB 2027)

Oleh: Sambirang Ahmadi, Ketua Komisi III DPRD NTB

Kabar baik menjelang HUT RI ke 81. Baru saja dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD NTB 2027 dalam sidang paripurna. Saya mengapresiasi arah Rancangan APBD NTB Tahun 2027. Secara struktur, ada beberapa perubahan yang menunjukkan konsolidasi fiskal mulai berjalan dengan baik.

Pertama, posisi fiskal berubah cukup signifikan, dari defisit Rp111,20 miliar pada 2026 menjadi surplus Rp162,80 miliar pada 2027. Artinya, terdapat perbaikan posisi fiskal sekitar Rp274 miliar. Ini merupakan sinyal positif bahwa APBD mulai diarahkan pada struktur yang lebih sehat. Tantangannya adalah memastikan surplus tersebut dibangun di atas target pendapatan yang realistis dan benar-benar dapat direalisasikan.

Kedua, pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp5,62 triliun pada 2026 menjadi Rp6,22 triliun pada 2027, atau bertambah Rp600,96 miliar (10,69 persen). Pada saat yang sama, belanja meningkat dari sekitar Rp5,74 triliun menjadi Rp6,06 triliun, atau bertambah Rp326,96 miliar (5,70 persen). Artinya, laju pertumbuhan pendapatan hampir dua kali laju pertumbuhan belanja. Ini menunjukkan adanya upaya menjaga disiplin fiskal karena tambahan pendapatan tidak otomatis seluruhnya dikonversi menjadi tambahan belanja.
Namun dari total tambahan pendapatan Rp600,96 miliar, sekitar Rp496,94 miliar atau 82,7 persen berasal dari kenaikan transfer Pemerintah Pusat, sedangkan kenaikan PAD hanya sekitar Rp103,91 miliar atau 17,3 persen. Secara nominal, transfer meningkat dari sekitar Rp2,48 triliun menjadi Rp2,98 triliun, atau tumbuh 20,02 persen. Sementara PAD meningkat dari sekitar Rp3,02 triliun menjadi Rp3,12 triliun, atau hanya tumbuh 3,44 persen.

Komposisi ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan APBD 2027 masih sangat ditopang oleh transfer Pemerintah Pusat. Artinya, APBD kita memang membesar dan struktur fiskalnya semakin sehat, tetapi derajat kemandirian fiskal belum cukup tangguh. Karena itu, selain memastikan basis dan kepastian penerimaan tambahan transfer tersebut, Pemerintah Daerah harus terus mencari terobosan untuk memperkuat PAD agar perbaikan kesehatan fiskal juga diikuti peningkatan kemandirian fiskal.

Ketiga, ketergantungan terhadap SiLPA turun sangat tajam, dari Rp234 miliar pada 2026 menjadi hanya Rp10 miliar pada 2027, atau berkurang Rp224 miliar (95,73 persen). Tentu ini sangat positif karena APBD semakin ditopang oleh pendapatan tahun berjalan dan tidak terus bergantung pada sisa anggaran tahun sebelumnya.

Surplus yang terbentuk juga digunakan untuk menata pembiayaan, antara lain pembayaran cicilan pokok utang kepada PT SMI sebesar Rp122,80 miliar dan penyertaan modal kepada BUMD sebesar Rp50 miliar. Khusus penyertaan modal, tentu harus tetap mempertimbangkan return-nya secara matang. Harus jelas BUMD penerimanya, business plan, prospek usaha, serta target return dan dividennya. Jika manfaat ekonominya tidak jelas, anggaran Rp50 miliar tersebut tentu lebih baik digunakan untuk belanja pembangunan produktif yang dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan penurunan kemiskinan.

Keempat, belanja modal meningkat cukup tajam, dari Rp193,49 miliar pada 2026 menjadi Rp276,81 miliar pada 2027, atau bertambah Rp83,32 miliar (43,06 persen). Ini menunjukkan mulai tersedia ruang yang lebih besar bagi belanja produktif.

Meski angka pertumbuhannya cukup tinggi, porsi belanja modal masih sekitar 4,57 persen dari total belanja, sementara belanja operasi masih sekitar 79,2 persen. Tentu ini masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ke depan, ruang fiskal yang semakin terarah harus secara bertahap dikonversi menjadi belanja infrastruktur, pelayanan publik, dan aset produktif yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Sekali lagi, saya mengapresiasi arah APBD NTB 2027 yang semakin sehat. Perubahan dari defisit menjadi surplus, pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat dibandingkan belanja, menurunnya ketergantungan terhadap SiLPA, serta meningkatnya belanja modal merupakan indikasi membaiknya tata kelola fiskal daerah.

Setelah APBD bisa dirancang dengan sehat, berikutnya harus dilanjutkan menjadi APBD yang semakin mandiri dan semakin produktif. Kemandirian berarti kemampuan daerah semakin kuat menggali sumber pendapatannya sendiri, sedangkan produktif berarti semakin besar bagian anggaran yang benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi dan pelayanan publik.

Bravo Indonesia! Bravo NTB! Merdeka!

Fraksi PKS DPRD NTB

14/08/2026

Pencarian Penumpang KMP Putri Yasmi, Pemprov NTB Buka Call Center

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan call center dibuka pemprov NTB mengingat jumlah ril penumpang KMP Putri Yasmi belum diketahui.

Dari pengaduan yang diterima melalui call center saat ada lima keluarga yang mengaku menjadi penumpang dalam KMP Putri Yasmi namun tidak masuk dalam daftar korban yang dievakuasi.



14/08/2026

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengajak warga NTB menjaga kesejukan ditengah menghangatnya bursa pencalonan Ketua KONI NTB. Selain aktif berkomunikasi dengan KONI pusat, Lalu Iqbal juga aktif berkomunikasi dengan Mori Hanafi salah satu calon Ketua KONI NTB yang sbelumnya sudah mendaftar.


14/08/2026

Soal Daftar KONI NTB, Lalu Iqbal : Kita Fokus HUT RI Dulu

Mataram(KabarBerita)— Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2...
13/08/2026

Mataram(KabarBerita)— Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis (13/8/2026). TGH. Mujiburrahman dikukuhkan sebagai Ketua JKSN NTB oleh Ketua Umum Pengurus Pusat JKSN, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim.

‎Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi JKSN NTB untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan daerah. Organisasi ini menegaskan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi, pendidikan, teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

‎Ketua Umum PP JKSN Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim mengatakan, perjuangan kiai dan santri di era sekarang harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian yang lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati, tetapi harus diwujudkan melalui kesejahteraan dan keadilan sosial.

‎“Orientasi perjuangan kita saat ini bukan lagi sekadar merayakan Indonesia merdeka, melainkan bagaimana mewujudkan keberhasilan cita-cita luhur kemerdekaan itu sendiri: terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan,” tegasnya.

Selengkapnya baca kabarberita.co.id

13/08/2026

Suasana Memanas di Aksi Sengketa Tanah Rowok : Ratusan Warga Desak BPN dan Pemda Lombok Tengah Segera Bertindak

Address

Kantor MATARAM : Jalan Gili Meni, Karang Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB
Mataram
83553

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KabarBerita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KabarBerita:

Shortcuts

Share