12/05/2026
Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa biaya perang melawan Iran telah mencapai US$ 25 miliar atau sekitar Rp 431 triliun sejak konflik pecah pada Februari 2026.
Angka tersebut menjadi estimasi resmi pertama yang dipublikasikan Pentagon terkait total biaya operasi militer AS di kawasan Timur Tengah selama perang berlangsung.
Besarnya pengeluaran itu disebut setara dengan anggaran tahunan badan antariksa NASA dan dinilai hanya sedikit lebih rendah dibanding total anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia selama satu tahun.
Sebagian besar dana dilaporkan digunakan untuk kebutuhan amunisi, pengerahan kapal perang, operasi udara, pertahanan rudal, hingga mobilisasi ribuan personel militer AS di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Pentagon menyebut biaya operasi masih berpotensi bertambah mengingat kondisi gencatan senjata antara AS dan Iran hingga kini masih rapuh dan sewaktu-waktu dapat kembali memanas.