02/06/2026
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras, kepada pihak-pihak yang selama ini merogoh keuntungan dari praktik ekonomi ilegal di Indonesia. Dalam pidato kenegaraan memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan total terhadap tata kelola ekonomi nasional guna memastikan kekayaan alam tidak lagi "bocor" ke luar negeri. Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar transformasi ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Secara spesifik, Presiden Prabowo menyoroti adanya potensi perlawanan dari kelompok-kelompok yang merasa kepentingannya terganggu oleh kebijakan baru pemerintah yang lebih transparan dan ketat.
Ia merujuk pada para pelaku korupsi dan penyelundupan yang telah lama menggerogoti stabilitas ekonomi nasional.
โKita mungkin akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok korup, penyelundup, orang-orang yang melakukan tindakan ekonomi ilegal. Kita akan menghadapi kelompok yang tak cinta Tanah Air dan terus memperlemah NKRI," kata Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan gentar. Penegakan hukum dan pengawasan terhadap arus kekayaan negara akan diperketat.
โBangsa yang besar harus berani. Harus berani ambil keputusan yang benar meski sulit. Harus berani membela rakyat. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak serta cucu-cucu kita," tutup Prabowo.