03/09/2026
Baru Dapat Tambahan Rp1,55 Triliun, Menhut Minta Rp4,68 Triliun Lagi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mengusulkan tambahan anggaran untuk Kementerian Kehutanan pada 2027. Dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Raja Juli mengatakan Kemenhut sebelumnya mengajukan tambahan Rp6,238 triliun dan baru mendapatkan tambahan sekitar Rp1,55 triliun, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar Rp4,68 triliun. Dana tambahan tersebut disebut dibutuhkan untuk penguatan kelembagaan kehutanan di daerah, pencegahan dan pengendalian karhutla, pemulihan kawasan hutan, pengentasan kemiskinan ekstrem di sekitar hutan, hingga penguatan patroli dan tata kelola kawasan. Salah satu rencana yang cukup besar adalah penyewaan 6 helikopter dan 6 pesawat water bomber untuk patroli, pemantauan, deteksi dini, serta pemadaman karhutla. Kebutuhan operasional 12 armada udara tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,54 triliun per tahun.
Kemenhut memilih skema sewa karena dinilai lebih fleksibel dibanding membeli pesawat sendiri, tidak membutuhkan belanja modal awal yang besar, serta mengurangi beban pemeliharaan dan risiko teknis. Dalam perkembangan pembahasannya, Komisi IV DPR menyetujui pagu anggaran Kemenhut 2027 sebesar sekitar Rp8,69 triliun dan turut menyetujui usulan tambahan sekitar Rp4,688 triliun untuk diteruskan ke Badan Anggaran DPR. Artinya, tambahan tersebut masih berada dalam tahapan pembahasan anggaran dan belum otomatis menjadi dana yang bisa langsung digunakan. Di tengah karhutla yang berulang, efektivitas penggunaan anggaran tentu akan menjadi sorotan publik. Kalau menurut kamu, tambahan anggaran sebesar ini memang diperlukan agar penanganan karhutla lebih kuat, atau pemerintah seharusnya lebih dulu membuktikan efektivitas anggaran yang sudah ada? Coba tulis di komentar.
Kreator: Rifqi Ibad