19/07/2026
OVERRATED VS UNDERRATED
oleh TFR
"Jalan pilihan anda sebagai seniman musik hanya ada 2. Ingin dipuja puji 1 juta kaum tidak intelektual atau diberi standing ovation hanya oleh 3 orang paling kompeten ?. Ingin menjadi artisnya para babu atau artisnya para artis dan aristokrat?."
Dalam musik, istilah overrated dan underrated bukanlah istilah ilmiah dalam teori musik, melainkan istilah dalam kritik seni dan sosiologi musik. Keduanya berkaitan dengan hubungan antara penilaian publik dan kualitas karya, bukan sekadar soal s**a atau tidak s**a.
Kedua istilah ini tidak memiliki padanan kata di dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, artikel ringkas ini akan menjelaskannya dengan mudah untuk dipahami.
Overrated (Dinilai Terlalu Tinggi)
Definisi:
Overrated adalah karya musik, musisi, atau album yang menerima pujian, popularitas, atau reputasi yang lebih tinggi daripada kualitas artistik, inovasi, atau pencapaian musikalnya.
Artinya, nilai yang diberikan masyarakat dianggap melebihi kualitas yang sebenarnya.
Contohnya bisa terjadi ketika:
⢠Lagu menjadi viral karena algoritma media sosial, bukan karena kekuatan komposisinya.
⢠Lagu sederhana dianggap "masterpiece" hanya karena jumlah streaming sangat besar.
⢠Seorang penyanyi dipuja lebih karena citra, kontroversi, atau pemasaran daripada kualitas musikal.
Namun, penting diingat bahwa menyebut suatu karya "overrated" adalah penilaian yang perlu didukung alasan, misalnya melalui analisis melodi, harmoni, bentuk, lirik, orkestrasi, inovasi, pengaruh historis, atau teknik komposisi.
Underrated (Dinilai Terlalu Rendah)
Definisi:
Underrated adalah karya musik yang memiliki kualitas artistik tinggi, tetapi belum memperoleh perhatian, pengakuan, atau apresiasi yang sepadan.
Artinya, kualitas karya lebih tinggi daripada penghargaan yang diterimanya.
Hal ini dapat terjadi karena:
⢠Tidak dipromosikan secara besar-besaran.
⢠Terlalu kompleks bagi pendengar umum.
⢠Mendahului zamannya (ahead of its time).
⢠Berasal dari budaya atau wilayah yang kurang dikenal.
⢠Tertutup oleh dominasi industri musik.
Banyak karya yang pada awalnya dianggap gagal, tetapi kemudian diakui sebagai mahakarya setelah puluhan tahun.
Perspektif Musikologi
Dalam musikologi, kualitas sebuah karya biasanya dipertimbangkan dari beberapa aspek, misalnya:
⢠Orisinalitas ide musikal.
⢠Kekuatan melodi.
⢠Kekayaan harmoni.
⢠Struktur atau bentuk komposisi.
⢠Pengembangan tema.
⢠Orkestrasi atau aransemen.
⢠Penguasaan teknik komposisi.
⢠Kedalaman ekspresi.
⢠Pengaruh terhadap perkembangan musik.
⢠Daya tahan terhadap ujian waktu (lasting value).
Popularitas hanyalah salah satu aspek, bukan ukuran tunggal kualitas.
Hubungan Keempat Istilah
Jika kualitas artistik tinggi, popularitas tinggi ini sudah pasti masterpiece yang diakui.
Popularitas tinggi, kualitas artistik rendah, bahkan sebenarnya diciptakan dengan sengaja memplagiasi, meniru, duplikasi dan replikasi ini disebut : Overrated. Walaupun publik umum dan awam tidak tau.
Popularitas sangat rendah, tapi kualitas artistik sangat tinggi, ini disebut : Underrated. Biasanya, publik awam takkan bisa mengapresiasi hingga adanya tokoh berkompeten terkenal yang membicarakannya. Karena publik awam kebanyakan berlogika 'argumentum ad varecundiam'. Mereka menggugu orang terkenal. Dan akan mengikuti orang terkenal yang dipandang pintar. Orang awam bahkan tidak akan mendengar orang pintar dan kompeten yang tidak terkenal. Kosa kata awam dapatlah kita sinonimkan dengan : bodoh.
Kualitas artistik sangat rendah, popularitas rendah. Ini sudah dapat dikatakan gagal di segala aspek.
Kesimpulan
Dalam konteks musik:
⢠Overrated berarti reputasi lebih besar daripada kualitas artistiknya.
⢠Underrated berarti kualitas artistiknya lebih besar daripada pengakuan yang diterimanya.
Yang paling penting dalam edukasi musik adalah menanamkan bahwa popularitas bukanlah sinonim kualitas, dan ketidakpopuleran juga bukan bukti bahwa suatu karya berkualitas tinggi.
Penilaian yang baik tetap memerlukan pendengaran yang terlatih, pemahaman terhadap unsur-unsur musik, konteks sejarah, serta alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.