21/01/2026
Hingga Januari 2026, penggunaan tentara bayaran dan personel kontrak asing oleh Rusia telah mencapai skala besar. Laporan internasional menyebut lebih dari 18.000 pejuang asing direkrut dari berbagai benua untuk memperkuat barisan di Ukraina.
Langkah ini bukan sekadar strategi militer, tetapi juga politik. Kremlin berusaha menghindari mobilisasi massal warga Rusia, terutama dari kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg, yang berpotensi memicu protes dan ketidakstabilan dalam negeri. Dengan mengandalkan tentara bayaran, pemerintah dapat mempertahankan jumlah pasukan di garis depan tanpa harus mengirim terlalu banyak pemuda Rusia ke medan perang.
Selain itu, penggunaan tentara bayaran dianggap lebih efisien secara ekonomi. Mereka ditempatkan di operasi berisiko tinggi, sering disebut sebagai โunit sekali pakaiโ, sehingga beban sosial dan politik mobilisasi wajib bisa ditekan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perang modern tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh strategi politik dalam menjaga stabilitas domestik.
"Konten ini bertujuan memberi wawasan geopolitik, bukan mendukung pihak manapun"
uraa