Koran Kita

Koran Kita Koran Kita Paling Top Portal Berita Yang Berisikan Berita dari berbagai sumber terpercaya. Tanpa ada konten hoax atau ujaran kebencian.

Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah bermukim di Denmark, Tarmizi Age, menyerukan Komisi Pemberantasan...
16/11/2025

Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah bermukim di Denmark, Tarmizi Age, menyerukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta lembaga penegak hukum lainnya untuk turun tangan menginvestigasi dugaan penyimpangan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.

Seruan itu disampaikan Tarmizi melalui unggahan video di akun TikTok miliknya pada 31 Oktober 2025 lalu.

Dalam video tersebut, Tarmizi mengungkapkan kekhawatirannya melihat kondisi Aceh yang dinilainya tidak mengalami perbaikan signifikan meski dana Otsus sudah digelontorkan dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.

Ia menyebutkan bahwa sejak diberlakukan, Dana Otsus Aceh totalnya telah mencapai lebih dari seratus triliun rupiah.

Namun menurutnya, berbagai aspek pembangunan di Aceh masih jauh dari harapan.

“Takut ada yang korupsi. Siapa yang menyikat Dana Otsus hingga seratus triliun, Aceh tak berbenah, tidak berubah. Mohon KPK dan lembaga-lembaga hukum lakukan investigasi, siapa tahu ada korupsi,” ujarnya dalam video tersebut.

Pernyataan Tarmizi menjadi perhatian publik karena datang dari sosok yang cukup dikenal sebagai aktivis Aceh di luar negeri dan sering menyuarakan kritik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Ia menilai transparansi serta pengawasan terhadap penggunaan dana Otsus harus diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK maupun Pemerintah Aceh terkait seruan yang disampaikan Tarmizi Age tersebut.

– Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi menunjuk Muhammad MTA sebagai Juru Bicara Pemerintah Aceh. Penegasan itu ...
14/11/2025

– Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi menunjuk Muhammad MTA sebagai Juru Bicara Pemerintah Aceh. Penegasan itu disampaikan saat menyerahkan surat penugasan di Banda Aceh, Jumat, 14 November 2025.

“Kami ingin komunikasi berjalan lebih baik, sehingga setiap informasi dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh masyarakat Aceh,” kata Mualem.

Penunjukan Muhammad MTA memperkuat struktur komunikasi pemerintah. Ia akan bekerja bersama juru bicara yang selama ini bertugas, Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, dalam menyampaikan kebijakan dan program Pemerintah Aceh kepada publik dan media.

Mualem berharap kehadiran juru bicara baru dapat meningkatkan kualitas hubungan pemerintah dengan masyarakat, terutama dalam penyampaian informasi yang tepat, cepat, dan akurat.

Sementara itu, Muhammad MTA menyatakan siap menjalankan amanah tersebut. Ia menyebutkan langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan seluruh SKPA agar penyebaran informasi publik berjalan lebih efektif. ***

– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi menerima anugerah gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe dari Wali N...
12/11/2025

– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi menerima anugerah gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe dari Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

Penganugerahan gelar kehormatan tersebut berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu, 12 November 2025.

Dalam prosesi itu, Mendagri tampil mengenakan pakaian adat Aceh lengkap dengan rencong sebagai simbol penghormatan terhadap adat dan budaya Aceh. Tito disambut langsung oleh Wali Nanggroe beserta jajaran lembaga adat tersebut.

Acara bertema “Pemberian Gelar Kehormatan Wali Nanggroe” ini menjadi momentum penting mempererat hubungan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan kembali peran lembaga Wali Nanggroe sebagai penjaga adat, budaya, dan keharmonisan masyarakat Aceh pascaperdamaian.

Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli, serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan.***

| Peristiwa penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, pada Senin ...
12/11/2025

| Peristiwa penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, pada Senin (10/11) dini hari mendapat respons tegas dari Polda Aceh.

Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah, menyampaikan bahwa penyelidikan dan perburuan pelaku kini telah diperluas hingga ke Sumatera Utara.

"Penembakan di Lhokseumawe, polisi buru pelaku hingga ke Sumatera Utara, sementara saat ini kita sedang mendalami motif penembakan tersebut," kata Kapolda Marzuki Ali Basyah, Selasa (11/11/2025).

Kapolda menjelaskan bahwa tim dari Polda Aceh sudah turun tangan untuk mengejar pelaku, melibatkan personel gabungan dari Densus 88, Jatanras, dan Polres Lhokseumawe.

Mereka menyebar baik di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan ke Sumatera Utara, sebab diperkirakan pelaku utama dibantu oleh empat orang rekan lainnya.

Polisi terus mendalami peristiwa penembakan tersebut, apakah masuk kategori sindikat, pembunuhan berencana, aksi balas dendam, atau bahkan mungkin ada konflik internal dalam keluarga korban. "Ini sedang kita dalami," imbuh Marzuki.

Ia juga menambahkan bahwa barang bukti sudah dikumpulkan, termasuk selongsong peluru yang tertinggal di lokasi kejadian.

Berdasarkan selongsong peluru tersebut, Kapolda menyimpulkan sementara bahwa pelaku menggunakan senjata baru, bukan senjata sisa masa konflik.

Warga Banda Aceh dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria tanpa identitas di Halte Trans Kutaraja, tepat di depan Mas...
12/11/2025

Warga Banda Aceh dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria tanpa identitas di Halte Trans Kutaraja, tepat di depan Masjid Raya Baiturrahman, pada Selasa pagi (11/11/2025).

Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas sofa bekas di area taman halte. Kejadian ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas di kawasan ikon wisata religi tersebut.

Kombes Pol Joko Heri Purwono, melalui Kasat Reskrim Kompol Parmohonan Harahap, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Benar, pagi tadi ditemukan mayat tanpa identitas. Tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan selesai,” ujar Kompol Harahap.

Dari keterangan Syech Muda, salah seorang saksi di lokasi, korban dikenal sebagai penyandang disabilitas tuna wicara yang sering meminta sedekah di kawasan Pasar Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman. Ia juga disebut memiliki keluarga di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, mengenakan kemeja hitam bercorak putih dan celana hitam bermotif Pinto Aceh,” tambah Kasatreskrim.

Menurut keterangan saksi lainnya, seorang penjual sirih di sekitar TKP, korban sempat terlihat berjalan dengan kondisi lemas dan wajah pucat sebelum akhirnya beristirahat di sofa halte.

“Saksi sempat menawarkan teh manis hangat kepada korban, namun ia menolak dan berpindah ke sofa untuk beristirahat. Tak lama kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” jelas Kompol Harahap.

Setiap harinya, kata Kasatreskrim, ada orang yang biasa menjemput korban dan menitipkan uang untuk kebutuhan makan. Namun, setelah dilakukan pengecekan ke wilayah Kecamatan Syiah Kuala, pihak keluarga korban belum berhasil ditemukan.

Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan mobil ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan agar segera melapor ke pihak kepolisian atau langsung ke RSUD Zainoel Abidin untuk memastikan identitas korban,” pungkas Kompol Parmohonan Harahap.

Jalan T Syarief Thayeb atau yang dikenal Jalan Kakap akan ditutup untuk perlintasan umum dimulai 1 Desember 2025. Penutu...
10/11/2025

Jalan T Syarief Thayeb atau yang dikenal Jalan Kakap akan ditutup untuk perlintasan umum dimulai 1 Desember 2025. Penutupan itu karena akan dilakukan integrasi antara gedung rumah sakit lama, gedung rumah sakit baru dan Rumah Sakit Jiwa Aceh.
“Akses Jalan T Syarief Thayeb mulai dari Jalan Tgk Daud Beureueh sampai dengan bundaran pintu masuk Rumah Sakit Jiwa Aceh akan dilakukan penutupan akses untuk umum terhitung mulai tanggal 1 Desember 2025 mendatang,” kata Sekda Banda Aceh, Jalaluddin, Sabtu (8/11/2025).
Dengan ditutupnya jalan tersebut, warga diminta untuk melewati jalur alternatif yang disediakan pemerintah. “Beberapa rute yang sedang dipertimbangkan antara lain Jalan Seulanga dan Jalan Pinere. Namun, keputusan final masih menunggu hasil kajian teknis Dishub,” kata Jalal.
Jalal menambahkan penutupan Jalan T Syarief Thayeb ini dalam rangka mengintegrasikan pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin dan Pelayanan Rumah Sakit Jiwa.
Ini sehubung dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 40 Tahun 2022 tentang persyaratan teknis bangunan, prasarana, dan peralatan rumah sakit, pada bab 1 huruf A point 6 yang menyebutkan bahwa blok bangunan rumah sakit harus berada dalam satu area/kawasan yang terintegrasi dan saling terhubung secara fisik yang mengutamakan keselamatan pasien mengedepankan fungsi ruang kegawat daruratan, perawatan intensif dan keselamatan lingkungan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menggelar konferensi pers di pinggir sungai Lingkungan Pri...
07/11/2025

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menggelar konferensi pers di pinggir sungai Lingkungan Pria Laut III, Jalan Balai Desa, Medan Sunggal, Jumat (7/11/2025).

Dalam kegiatan ini, diungkap hasil operasi gabungan besar yang berhasil menyita 35 kg sabu, 985 butir ekstasi (XTC), dan 178 catridge v**e mengandung narkotika M**A serta kokain. Juga mengamankan 59 tersangka dari berbagai lokasi.

Tangkapan tersebut merupakan hasil dari Tim Gabungan BNN Sumut, Polda Sumut, Polrestabes Medan, Kodam I/BB, Dandim 0201/Medan, Danpomdam I/BB bersama Pemko Medan yang menggelar razia sarang narkoba secara serentak yang berlangsung sejak 3 hingga 7 November 2025.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, selain di Sunggal, razia gabungan juga dilakukan di Jalan Pasundan Gang Sedulur Kota Medan, Jalan Petunia Desa Namogajah Medan Tuntungan, dan Kabupaten Asahan.

"Khusus di Jalan Balai Desa Kampung Lalang, kita amankan seorang bandar, MF, yang membuat tiga barak narkoba," ujarnya.

Menurut Calvijn, para pelaku menggunakan alat komunikasi berupa HT untuk mengawasi aktivitas di sekitar lokasi.

Barak narkoba itu bahkan dikelilingi kawat berduri beraliran listrik dan dijaga ketat. Para pengguna yang ingin membeli sabu harus antre masuk ke barak.

"Kami akan fokus pada kawasan Sunggal, Helvetia, dan beberapa kecamatan di Medan," tegasnya.

Dalam operasi gabungan ini, polisi juga berhasil mengungkap dua kasus besar lainnya. Di perairan Asahan, tim menangkap tersangka HP dan seorang DPO berinisial X dengan barang bukti 25 kg sabu.

Selain itu, dua warga Tanjungbalai bernama Irwansyah dan Zulkarnaen ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Tol Kisaran saat menuju Medan dengan membawa 10 kg sabu.

Kapolrestabes Medan mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan sebelumnya.

"Kita menangkap dua orang dengan barang bukti 10 kg sabu beberapa waktu lalu," ucapnya.

Selain mengungkap jaringan peredaran narkoba, polisi juga menemukan adanya aktivitas perjudian di beberapa barak, seperti dingdong dan tembak ikan. Seluruh lokasi itu akan didata dan dibongkar.

"Tidak ada lagi oknum masyarakat yang menghalangi petugas. Kita akan tindak tegas. Kalian bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi," tegas Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan bahwa wilayah Pria Laut dan sekitarnya kini menjadi perhatian serius Pemko Medan.

"Tidak boleh ada lagi ruang untuk peredaran narkoba di Medan. Kami bersama Forkopimda berkomitmen menolak narkoba. Kami tidak mau ada keluarga di Medan yang hancur karena narkoba," ucapnya.

Rico juga mengapresiasi sinergi BNN, Polda, Polres, dan TNI dalam operasi besar ini."Daerah rawan narkoba harus kita petakan dan pastikan tidak ada lagi ruang bagi peredaran narkoba di kota ini," pungkasnya. (Dam)

Kasus penganiayaan yang dilakukan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri terhadap Muhammad Reza selaku Kepala SPPG MBG Sag...
07/11/2025

Kasus penganiayaan yang dilakukan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri terhadap Muhammad Reza selaku Kepala SPPG MBG Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, ditingkatkan ke penyidikan.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu kepada Bithe.co, Kamis (6/11).

Kapolres menyebutkan, pihaknya telah melaksanakan gelar perkara terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Sagoe, Pidie Jaya, Muhammad Reza (26), guna memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

Mengingat kasus tersebut melibatkan pejabat publik, yakni Wakil Bupati Pidie Jaya, gelar perkara dilaksanakan di Aula PPA Ditreskrimum Polda Aceh, Selasa, 4 November 2025.

“Dari hasil gelar perkara tersebut, disepakati bahwa laporan dugaan penganiayaan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun, proses lanjutan perkara ini akan dikoordinasikan dengan Ditreskrimum Polda Aceh guna menentukan apakah penanganan tetap dilakukan oleh Satreskrim Polres Pidie Jaya atau dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Aceh,” kata AKBP Ahmad Faisal.

Terkait pemanggilan maupun pemeriksaan terhadap Hasan Basri, lanjut Kapolres, penyidik akan melakukannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Hal ini penting agar seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ia menegaskan, seluruh proses penyelidikan dan penyidikan akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan menjunjung asas profesionalitas dan keadilan, serta mengedepankan prinsip presisi tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

“Polri berkomitmen untuk menegakkan hukum secara objektif. Kami memastikan setiap laporan yang masuk ditangani dengan serius dan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” sebut AKBP Ahmad Faisal.

“Untuk penetapan tersangka, kita tunggu gelar perkara selanjutnya,” tambah Kapolres Pidie Jaya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri menghajar Kepala SPPG MBG Sagoe Trienggadeng. dalam video yang diperoleh Bithe.co, Kamis (30/10),

Muhammad Reza selaku Kepala SPPG-MBG Gampong Sagoe, langsung mendapat tinju dari sang Wakil Bupati Pidie Jaya begitu dirinya tiba di lokasi. Melihat pimpinan dapur dipukul oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, sejumlah petugas MBG (perempuan) merasa syok. Kemudian mereka berteriak. “Viralkan saja, cctv ada, pemimpin apaan seperti itu,” Petugas MBG Sagoe Trienggadeng.

Mendengar pernyataan para petugas MBG perempuan itu, lantas Hasan Basri berbalik arah seakan mau menghajar perempuan-perempuan tersebut. Saat dihampiri Hasan Basri, para perempuan itu merasa takut. Namun kesigapan dari pengaman tertutup (pamtup) langsung menahan Hasan Basri.

Setelah ditahan pamtup, emosi Hasan Basri bukannya meredup, ia kembali melampiaskan kekesalan terhadap Muhammad Reza. Niat ingin membantu petugas perempuan itu, lagi-lagi, Muhammad Reza mendapat tinju dari sang Wakil Bupati Pidie Jaya.

Pasca kejadian itu Kepala dapur SPPG MBG Gampong Sagoe Trienggadeng, Muhammad Reza didampingi Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melaporkan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri ke polisi.

Air Danau Toba Mengeluarkan Gelembung Bak Air Panas dan Banyak Ikan Mati, Ini Kata DLHK Sumut
31/07/2025

Air Danau Toba Mengeluarkan Gelembung Bak Air Panas dan Banyak Ikan Mati, Ini Kata DLHK Sumut

Dokter Tifa Mengaku Tak Tega Jika Jokowi Diangkat jadi Ketua Dewan Pembina PSI : Badannya Semakin Ringkih---------------...
30/07/2025

Dokter Tifa Mengaku Tak Tega Jika Jokowi Diangkat jadi Ketua Dewan Pembina PSI : Badannya Semakin Ringkih

--------------------------------------------------------

Pegiat media sosial yang juga salah satu alumnus Universitas Gajah Mada (UGM), Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa meminta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mempertimbangkan keputusannya untuk mengangkat sosok J sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Diketahui, sosok J dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo

"Seandainya yang dimaksud J ini adalah Tokoh Besar bernama Jokowi Saya sarankan ke Kaesang untuk mempertimbangkan hal ini," ujar dokter Tifa dikutip dari X, Rabu (30/7/2025)

Dokter Tifa membeberkan alasan mengapa dirinya tidak sependapat apabila Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI

Pertama, dokter Tifa menganggap bahwa saat ini Jokowi sedang sakit.

"Tidak usah menggunakan mata dokter, seluruh rakyat tahu pak Jokowi sakit berat. Sakit sejak April 2025 sampai akhir bulan Juli 2025 belum tampak membaik, bahkan makin memburuk dengan salah satu bukti beliau sekarang ini kalau foto-foto harus duduk tidak kuat lagi berdiri. Badan makin ringkih jalan makin tertatih," ungkap dokter Tifa

Sebagai seorang dokter, dokter Tifa mengaku prihatin dan khawatir dengan kesehatan Jokowi saat ini

"Sungguhpun saat ini beliau mengkriminalisasi saya, perasaan khawatir saya sebagai Dokter terhadap pasien yang menderita sakit berat tetap saya kedepankan. Masa Kaesang sebagai anak tidak peduli dengan kesehatan Bapaknya sendiri?" kata dia

Tifa menyarankan, seharusnya saat ini, keluarga, anak-anak juga, fokus pada perawatan sakitnya Jokowi.

"Berulang-ulang saya katakan, Pak Jokowi sebaiknya dirawat di Ghuang Zou saja, kalau memburuk keadaan autoimunnya, sampai menyerang organ penting seperti ginjal, mereka siap jika harus transplantasi dan sebagainya."

"Saat ini pak Jokowi dalam keadaan imunitas amat sangat rendah, jadi mudah sekali terinfeksi virus, bakteri, kuman, bahkan parasit. Artinya beliau sebaiknya betul-betul diisolasi saja di rumah, tidak usah menerima tamu-tamu yang rawan silang kontaminan kuman dengan salaman, berdekatan, dan sebagainya. Selain cape sekali tentunya menemui orang banyak.

Kondisi beliau yang terpantau dengan jelas melalui media menimbulkan berbagai penafsiran yang sangat merugikan beliau. Bahkan sampai kepala yang terpotret dan menghasilkan tanda dan gejala serupa Myasis furuncuralis menjadi bahasan yang viral di sosial media," papar Tifa

Kredit foto : KOMPAScom/BAHARUDIN AL FARISI & TRIBUNSOLOCOM

Rumah TOP Ginting Digeledah Ditemukan Rp2,8 MiliarKPK terus bergerak untuk menuntaskan kasus korupsi elit di Pemprov Sum...
04/07/2025

Rumah TOP Ginting Digeledah Ditemukan Rp2,8 Miliar

KPK terus bergerak untuk menuntaskan kasus korupsi elit di Pemprov Sumatera Utara. Usai mengkerangkeng lima dedengkot koruptor, lembaga anti rasuah itu mulai menggeledah rumah. Kali ini giliran rumah Topan Obaja Putra (TOP) Ginting disisir sudut demi sudut, dan ditemukan uang Rp2,8 miliar. Luar biasa, wak! Para pengkhianat rakyat, kaum bedebah memperkaya diri sendiri. Siapkan kopi tanpa gula lagi, kali ini lebih seru ceritanya.

Kita mulai ceritanya sambil seruput kopi liberika. Pada suatu siang yang terik di negeri dengan lubang jalan lebih banyak dari lubang logika, KPK turun dari langit seperti superhero Marvel tanpa CGI. Mereka tidak membawa palu Thor, tapi membawa surat penggeledahan. Targetnya, rumah TOP Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara yang sudah nonaktif, tapi dompetnya masih sangat aktif.

Apa yang mereka temukan? Bukan sekadar cangkul atau maket jalan tol, tapi 28 pack uang tunai senilai Rp2,8 miliar. Uang itu tersusun rapi seperti parcel lebaran. Sungguh, jika korupsi adalah seni, maka TOP adalah Leonardo da Vinci-nya. Dengan keanggunan seorang kolektor, ia menyimpan uang rakyat dalam bentuk fisik, agar bisa dipeluk setiap malam sebelum tidur. Mungkin uang itu punya aroma aspal basah dan penderitaan rakyat.

Tak cukup dengan uang, KPK juga menemukan dua pucuk senjata api. Karena apa? Mungkin TOP khawatir rakyat yang kakinya terkilir karena jalan rusak akan menyerbu rumahnya sambil membawa surat keluhan. Atau barang kali, dia bercita-cita main film laga, Die Hard: Dana Infrastruktur Edition.

Namun, TOP tidak sendiri di medan laga korupsi ini. Dalam drama politik berseri yang lebih panjang dari Dracin “Moonlight Mystiqu. KPK menetapkan lima tersangka. Selain TOP, ada Rasuli Efendi Siregar, Kepala UPTD Gunung Tua, lalu Heliyanto, PPK Satker PJN Wilayah I Sumut. Dua lainnya dari pihak swasta, Akhirun Efendi Siregar, Dirut PT DNG dan Rayhan Dulasmi Pilang, Dirut PT RN.

Modusnya sederhana tapi klasik. Pihak swasta menyuap agar menang tender proyek jalan. Jalan mana? Jalan yang akan ho (kamu) lewati setiap hari sambil mengumpat karena aspalnya seperti habis ditaburi ranjau darat. Jalan itu sebenarnya disiapkan untuk dilewati kendaraan, bukan untuk menantang adrenalin.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) terjadi pada 26 Juni 2025, dengan manuver KPK yang begitu elegan hingga membuat film Mission: Impossible tampak seperti seminar PPKN. Di tanggal 2 Juli 2025, publik terkejut bukan karena ada korupsi, tapi karena nominalnya hanya Rp2,8 miliar. “Lho, kok kecil?”begitu kata netizen yang sudah terlalu akrab dengan triliunan.

Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang dikenal dekat dengan TOP, langsung tampil dalam konferensi pers. Dengan nada tegas tapi ambigu, ia berkata, “Sudah pastilah dinonaktifkan.” Seperti menonaktifkan Wi-Fi yang error. Bobby juga menolak beri bantuan hukum. “Biar dia sendiri saja di medan perang moralitas,” katanya, mungkin, dalam hati.

Di titik ini kita merenung, mengapa jalan kita selalu rusak padahal dana triliunan terus digelontorkan? Jawabannya ternyata sederhana, karena uangnya tidak sampai ke jalan. Ia berhenti di meja, masuk tas, dilipat, dan akhirnya tidur manis di bawah bantal pejabat.

Sungguh, jika jalan adalah metafora bangsa, maka kerusakan jalannya adalah simbol bahwa kita sedang menuju jurang, dengan kecepatan penuh, tanpa rem, dan sopirnya korup.

Rakyat tidak butuh drama. Rakyat hanya ingin jalan yang lurus, seperti harapan mereka yang sering dibelokkan oleh proyek. Tapi di negeri ini, jalan rusak bisa diperbaiki, sementara moral yang rusak... mungkin sudah dilelang.

Selamat menikmati jalanan bergelombang, wahai rakyat. Jika nuan merasa pusing saat berkendara, itu bukan karena jalan rusak, tapi karena rasa muak yang njenengan tahan selama ini.

Foto Ai hanya ilustrasi saja, bukan sebenarnya.

LENSAPOST.NET – Setelah menjalani proses yang cukup panjang, akhirnya Mahkamah Syar’iyah Kutacane, Aceh Tenggara, menjat...
03/07/2025

LENSAPOST.NET – Setelah menjalani proses yang cukup panjang, akhirnya Mahkamah Syar’iyah Kutacane, Aceh Tenggara, menjatuhkan vonis terhadap terdakwa kasus rudapaksa anak di bawah umur. Dalam sidang putusan yang dipimpin oleh Hakim T. Swandi yang digelar pada Kamis, 3 Juli 2025. Hakim memvonis terdakwa pelaku rudapaksa anak di bawah umur dengan hukuman penjara selama 160 bulan, atau 13 tahun 4 bulan....

https://lensapost.net/tok-hakim-mahkamah-syariyah-kutacane-vonis-pelaku-rudapaksa-160-bulan-penjara/

Lensapost.net- Berita Terbaru, Aceh Terkini, Indonesia

Address

Medan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koran Kita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share