11/08/2026
Pasien Dugaan Malpraktek di RS AWAL BROSS BATAM.
DEWI SARTIKA SITINJAK Meningga4l Dunia Setelah 12 Hari Bertahan Kondisi Koma Di Ruang ICU
Seorang pasien bernama Dewi Sartika Sitinjak (24) mengalami k0m4 pascamenjalani 0per4si ambeien di Rumah Sakit Awal Bros Batam Center. Untuk itu pihak keluarga melaporkan dugaan malpr4ktik pada Polresta Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (8/8/2026).
Tetapi setelah bertahan dengan bantuan alat alat kesehatan di ruang icu selama 12 hari, hari ini 10 Agustus, Dewi S Sitinjak men1nggal dvnia.
Kuasa hukum keluarga, Jendris Sihombing menjelaslan pelaporan ini dilakukan pihak keluarga setelah selama 10 hari kliennya kini hanya terbaring di ruang ICU, dan sepenuhnya bergantung pada alat bantu pernafasan.
Kondisinya sudah sangat kr!tis, setelah mendapatkan penanganan lanjutan pascaoperasi di Awal Bros. Keluarga tidak terima dengan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit," jelasnya setelah menjalani pemeriksaan atas laporan malpr4ktik di Polresta Barelang, Sabtu (8/8/2026) malam.
Keluarga k0rb4n menduga terj4di kelalaian dalam penanganan med!s pascaoperasi yang dilalui k0rban pada, Selasa (28/7/2026) malam.
Dimana jadwal operasi terhadap Dewi merupakan hasil konsultasi, yang sudah dilakukan satu minggu sebelumnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Dewi sendiri dilaporkan masih dalam kondisi sehat selama dua jam pascaoperasi berlangsung. Dewi sendiri bahkan sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui aplikasi video call WhatsApp. Namun setelah dua jam berada di ruang rawat inap, Dewi kemudian diberikan tiga sunt1k4n yang diklaim sebagai 0b4t pereda nyer1 dan pend4r4han.
Dari sinilah semua bermula, dua jam setelah operasi pihak rumah sakit memberi pasien tiga d0s1s suntik4n. Dua d0s1s disunt1k melalui tangan, dan satu d0s!s dicampur ke botol infus," jelasnya.
Berdasarkan keterangan pendamping pasien, saat tim med!s baru saja sedikit menyunt1kkan d0s1s pertama, pasien langsung mengeluh ses4k dan nyer1 walau dosis sunt1kan pertama belum habis. Namun perawat yang bertugas saat itu, tidak mengindahkan keluhan tersebut
Saat perawat memberi d0s1s kedua, Dewi disebut semakin merasa sakit dan sesak hingga mengcengkram tangan pendampingnya saat itu hingga memerah. Namun hal ini juga tetap tidak diindahkan oleh tim medis.
Setelah sunt1k4n ketiga ke botol infus, perawat langsung meninggalkan pasien. Setelah 30 menit, atau lebih tepatnya sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (29/7/2026) dinihari. Pasien langsung kej4ng hebat hingga tidak bernafas dan tak s4darkan diri," ujarnya.
Merasa panik, pendamping Dewi saat itu langsung memanggil perawat melalui interkom. Sejumlah perawat dan dokter jaga datang, dan melakukan upaya pertolongan berupa p***a jantung secara manual hingga 55 menit sebelum Dewi akhirnya dipindahkan ke ruang ICU.
Sehari setelah berada di ruang ICU, keluarga tiba-tiba diberitahu mengenai hasil pemeriksaan laboratorium adanya gangguan pada sejumlah organ tubuh Dewi, termasuk jantung, hati, dan ginjal.
Dimana berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, Dewi sendiri diketahui tidak memiliki riwayat alergi terhadap ob4t apapun. Polemik ini kemudian berlanjut dengan mediasi yang dilakukan oleh keluarga dan kuasa hukum pada, Kamis (30/7/2026).
Pihak keluarga kurang menerima terkait penjelasan rumah sakit mengenai alergi ob4t. "Karena alasan mereka seperti itu, maka keluarga mempertanyakan apa jenis ob4t yang mereka suntikkan ke Dewi hingga kini sudah 10 hari dia dalam kondisi koma
Sementara dari sebelum operasi, dan setelah operasi Dewi sendiri masih dalam kondisi sehat. Namun tidak ada jawaban yang diberikan oleh mereka, sehingga malam ini keluarga akhirnya membuat laporan resmi kepolisian," jelasnya.