Medan Ada Aja

Medan Ada Aja Ada Aja & Apa Aja
Kota Medan & Sekitarnya | Berita, Informasi, Pengetahuan & Hiburan

📩 Via DM & Mention/Tag Story

23/08/2026

MANADO – Sebuah rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap seorang penjaga warung di kawasan Teling Tingkulu, Kota Manado.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan pembayaran saat membeli rokok. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Polda Sulawesi Utara, terjadi perselisihan antara ayah terduga pelaku dengan penjaga warung berinisial S.

Perselisihan kemudian berlanjut setelah S meminta agar ayah terduga pelaku memanggil anaknya. Terduga pelaku berinisial CS kemudian datang ke lokasi bersama dua rekannya. Situasi memanas hingga terjadi dugaan tindakan kekerasan terhadap penjaga warung.

Kasus tersebut kemudian viral setelah rekaman CCTV beredar di media sosial.
Polda Sulut melalui Satbrimob telah menindaklanjuti kejadian tersebut. Kedua pihak juga telah menjalani mediasi pada Minggu (23/8/2026) dan sepakat berdamai tanpa syarat maupun intimidasi.

Meski telah berdamai, proses internal terhadap personel Brimob yang bersangkutan tetap berjalan sebagai bentuk penegakan disiplin di lingkungan Polri.
📹: rajawali_indonesia1

22/08/2026

Warga meminta perhatian terkait dugaan tindakan berlebihan yang dilakukan seorang oknum penagih utang atau debt collector (DC) BFI.

Dalam informasi yang beredar, oknum tersebut diduga masuk secara paksa ke dalam mobil tanpa izin. Situasi kemudian disebut memanas hingga pengemudi diduga mendapat ancaman dan lehernya dipiting ketika kendaraan masih dalam kondisi melaju.

Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan, bukan hanya bagi pengemudi dan penumpang, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Yang menjadi sorotan, warga menyebut sebelumnya telah ada kesepakatan antara pihak debitur dengan perusahaan terkait persoalan tersebut. Namun, oknum penagih utang itu diduga tetap melakukan tindakan yang dinilai sewenang-wenang.

Warga berharap pihak BFI segera melakukan pemeriksaan dan memberikan klarifikasi terkait dugaan tindakan oknum tersebut. Jika benar terjadi, masyarakat meminta agar ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga informasi ini dibuat, keterangan resmi dari pihak BFI maupun pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut belum diketahui.

Catatan: seluruh tindakan dalam kejadian ini masih berupa dugaan berdasarkan informasi yang beredar.
📹: X/

21/08/2026

Media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan seorang pria yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan direct message (DM) yang disebut-sebut berasal dari akun pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan ditujukan kepada istrinya.

Dalam unggahan yang beredar, sang suami memperlihatkan percakapan tersebut ke publik. Konten itu kemudian ramai dibagikan dan menuai beragam komentar dari warganet.

Belum diketahui secara pasti konteks lengkap percakapan maupun keaslian tangkapan layar tersebut. Hingga kini, belum ada klarifikasi yang dapat memastikan bahwa pesan tersebut benar-benar dikirim oleh Hotman Paris.

Fenomena ini pun kembali mengingatkan warganet agar tidak buru-buru mengambil kesimp**an hanya berdasarkan tangkapan layar yang beredar di media sosial.

Benarkah DM tersebut berasal dari Hotman Paris? Atau ada konteks lain di balik percakapan itu? 👀

Publik masih menunggu penjelasan dari pihak-pihak terkait.
📽: Anto Elek

21/08/2026

MEDAN – Sebuah video yang memperlihatkan perdebatan antara warga dan petugas saat penertiban meteran listrik viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang warga menyampaikan keberatannya karena meteran listrik di rumahnya hendak ditertibkan. Warga mengaku tidak mempermasalahkan penertiban tersebut, namun meminta agar persoalan keberadaan tiang dan trafo/gardu listrik yang disebut berada di atas lahan pribadinya juga diselesaikan terlebih dahulu.

Menurut keterangan yang beredar, tiang dan gardu tersebut disebut telah berada di lokasi selama bertahun-tahun. Warga juga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan permintaan agar fasilitas tersebut dipindahkan, namun belum mendapatkan penyelesaian.

Warga pun mempertanyakan mengapa ketika menyangkut meteran rumah, penertiban dapat dilakukan, sementara persoalan tiang dan trafo yang disebut berdiri di tanah miliknya belum kunjung mendapat kejelasan.

Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan pertanyaan publik: kalau sama-sama ingin aturan ditegakkan, bukankah persoalan hak warga dan fasilitas listrik juga perlu diselesaikan secara adil?

Namun, status kepemilikan lahan, dasar penempatan tiang/trafo, serta riwayat pengaduan warga masih perlu diklarifikasi kepada pihak terkait.

Menurut kalian, solusi paling adil untuk kasus seperti ini apa? 👀
📽: cardotobing

21/08/2026

DAIRI – Warga di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional (GEDNAS) Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dibuat prihatin setelah menemukan seorang bocah yang diduga menjadi korban kekerasan.

Bocah yang disebut bernama Alvino Purba, yang diperkirakan masih seusia anak sekolah dasar, ditemukan dalam kondisi mengalami sejumlah luka dan lebam pada bagian wajah serta tubuh.

Dalam video yang beredar di media sosial, Alvino tampak menceritakan kondisi yang dialaminya. Ia bahkan terdengar mengatakan, “Aku disiksa di sini.”

Menurut keterangan yang beredar, Alvino menyebut ayahnya bernama Satria Purba dan saat ini sedang menjalani hukuman penjara terkait kasus narkoba. Sementara keberadaan ibunya disebut tidak diketahui.

Namun, siapa pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap bocah tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Informasi dari warga juga menyebut dugaan kekerasan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Kabar terakhir menyebutkan Alvino telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang untuk penanganan luka yang dialaminya.

Kasus ini pun mengundang keprihatinan dan desakan agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memastikan keselamatan korban, serta mengungkap siapa yang bertanggung jawab.

Jika dugaan kekerasan terhadap anak tersebut terbukti, pelaku harus diproses sesuai hukum. Yang paling utama saat ini adalah memastikan Alvino mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan perawatan yang layak.

Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini diharapkan menyampaikannya kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Catatan: Informasi mengenai pelaku, kronologi lengkap, maupun penyebab luka masih perlu menunggu keterangan resmi dari kepolisian dan pihak terkait.

Astagfirullah… semoga Alvino segera pulih dan mendapatkan perlindungan. 😢

20/08/2026

DELI SERDANG – Aksi emak-emak menjaga kampung kembali mencuri perhatian. Seorang pria yang diduga mencuri jerjak besi milik warga di kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, berhasil diamankan warga sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Peristiwa yang disebut terjadi pada Senin (18/8/2026) itu terekam dalam video dan kemudian viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga tampak mengepung pria tersebut. Bahkan, beberapa emak-emak ikut turun tangan mengamankan pria yang diduga hendak membawa kabur jerjak besi.

Saat berusaha menghindari warga, pria tersebut disebut sempat terperosok ke dalam parit. Warga kemudian mengikat kedua tangannya pada jerjak besi untuk mencegahnya melarikan diri.

Sebagai bentuk sanksi sosial, sebuah kardus bertuliskan “Aku Maling Jerjak Besi” juga dikalungkan di tubuh pria tersebut.

Aksi tersebut sontak mengundang beragam reaksi warganet. Namun, terlepas dari dugaan tindak pidana yang terjadi, warga tetap diimbau tidak melakukan kekerasan atau main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Sementara itu, beredar p**a narasi di media sosial yang mengaitkan dugaan aksi pencurian tersebut dengan persoalan narkoba. Namun, motif dan latar belakang pria tersebut belum dapat dipastikan sehingga informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Video penangkapan tersebut kini menjadi perbincangan. Satu hal yang paling mencuri perhatian warganet: kalau emak-emak sudah turun tangan, rayap besi pun susah kabur! 😅
📹: medsos_meledak789

20/08/2026

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas di depan rumah warga menjadi perhatian di media sosial. Rekaman tersebut disebut terjadi pada Kamis (20/8/2026) dini hari.

Dalam keterangan yang beredar, pemilik rumah menyampaikan keberatan setelah mendapati aktivitas yang dinilai tidak pantas dilakukan di area depan kediamannya. Aksi tersebut disebut melibatkan dua perempuan yang diklaim sebagai warga lokal dan seorang pria berkewarganegaraan asing.

Pemilik rumah kemudian meminta ketiganya menunjukkan iktikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf serta memberikan pertanggungjawaban atas tindakan yang diduga dilakukan di lokasi.

“Saya tunggu iktikad baiknya 1x24 jam untuk permintaan maaf dan pertanggungjawabannya,” demikian pernyataan pemilik rumah.

Peristiwa tersebut disebut terekam CCTV yang terpasang di depan rumah. Rekaman kemudian beredar di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam video terkait dugaan tindakan tersebut. Karena itu, informasi mengenai identitas maupun kronologi lengkap kejadian masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
📽: macchiatolatte13_

18/08/2026

JAKARTA/SIBOLGA — Sorotan publik mendadak mengarah pada aktivitas dugaan pertambangan emas ilegal yang menyeret nama oknum anggota DPRD Kota Sibolga dari Fraksi Partai Gerindra, Yasran Siambaton. Menanggapi isu ini, berbagai pihak mendesak Bareskrim Polri serta pimpinan pusat partai politik terkait untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu.

​Dugaan keterlibatan pejabat publik dalam lingkaran bisnis tambang ilegal bukan lagi sekadar perkara bisnis pribadi, melainkan masalah serius terkait integritas, kepatuhan hukum, serta tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat. Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) dinilai tidak hanya merusak kelestarian lingkungan dan merugikan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah, tetapi juga merusak marwah lembaga legislatif.

​Poin-Poin Desakan & Pernyataan Utama:
​Jabatan Bukan Tameng Hukum:
Status sebagai anggota DPRD Kota Sibolga maupun jabatan politik lainnya tidak boleh dijadikan alat pertahanan atau memberikan kekebalan terhadap proses pemeriksaan hukum.

​Komitmen Pemberantasan Mafia Tambang:
Langkah penindakan ini sejalan dengan arahan tegas Presiden Prabowo Subianto (yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra) kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk menyikat habis serta menertibkan seluruh bentuk praktik mafia tambang ilegal di Indonesia.

​Desakan Tindakan kepada Bareskrim Polri:
Bareskrim Polri didesak untuk segera turun tangan memeriksa legalitas lokasi tambang, aliran dana, keterlibatan pihak-pihak terkait, hingga menindak tegas siapa pun yang berada di balik aktivitas ilegal tersebut.

​Tuntutan Pembersihan Internal Partai:
DPP Partai Gerindra diharapkan memberikan perhatian serius dan tindakan disiplin organisasi yang tegas terhadap kader di daerah jika terbukti melakukan pelanggaran hukum demi menjaga kepercayaan masyarakat.

​Pernyataan Penutup
​"Status sebagai wakil rakyat adalah amanat moral dari rakyat. Kekuasaan bukan kekebalan, dan jabatan bukan alasan untuk mengabaikan hukum. Kini masyarakat menunggu bukti nyata penegakan hukum yang akuntabel dan transparan dari Bareskrim Polri serta tindakan tegas organisasi dari DPP Partai Gerindra."

18/08/2026

Sebuah video yang memperlihatkan sikap jujur seorang pengendara usai tak sengaja menyenggol mobil orang lain viral di media sosial.

Alih-alih memilih pergi atau menghindari tanggung jawab, pengendara tersebut justru berinisiatif meminta maaf kepada pemilik mobil.

Yang tak kalah menarik, pemilik mobil juga merespons dengan kepala dingin. Tidak terlihat emosi berlebihan, keduanya justru menyikapi kejadian tersebut dengan tenang.

Momen sederhana ini pun mendapat banyak perhatian karena menunjukkan bahwa persoalan di jalan raya sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus berujung keributan.

Kadang, satu kata “maaf” dan sikap mau bertanggung jawab bisa mencegah masalah kecil menjadi besar.

Semoga kejadian seperti ini bisa menjadi contoh bagi para pengguna jalan lainnya. 🤝
📽:artictually

17/08/2026

Imigrasi Polonia Rayakan 17 Agustus, Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Pengabdian untuk Negeri

MEDAN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia turut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus dengan penuh semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Momentum peringatan Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Imigrasi Polonia untuk terus menghargai perjuangan para pahlawan bangsa serta memperkuat komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan negara.

Dengan semangat kemerdekaan, jajaran Imigrasi Polonia diharapkan terus menjaga persatuan, meningkatkan integritas, serta memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Perayaan 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa melalui kerja nyata dan pengabdian di bidang masing-masing.

Sebagai salah satu instansi yang menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia terus berkomitmen menjalankan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan negara melalui pelaksanaan tugas keimigrasian.

Semangat kemerdekaan diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh jajaran untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik demi Indonesia yang semakin maju.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia merupakan satuan kerja keimigrasian yang melayani masyarakat di wilayah Medan dan sekitarnya.

Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!
Kantor Imigrasi Polonia

Address

Medan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Medan Ada Aja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share