14/04/2026
“Saat Hati Belajar Bersandar”
Di sebuah pagi yang tampak biasa, Arga duduk sendiri di sudut ruang kecilnya. Secangkir kopi di tangannya telah lama dingin—seperti harapan yang perlahan terasa menjauh.
Hidup tak berjalan seperti yang ia rencanakan. Usaha yang ia bangun dengan penuh keyakinan mulai goyah, kepercayaan orang-orang perlahan memudar, dan doa-doa yang ia panjatkan seolah belum menemukan jawabannya.
“Kenapa harus seberat ini…” gumamnya lirih.
Hari demi hari ia jalani dengan langkah yang kian berat. Hingga suatu malam, dalam diam yang panjang, Arga menatap langit yang gelap. Tak ada yang tersisa saat itu, selain lelah… dan harapan yang hampir padam.
Dengan suara nyaris tak terdengar, ia berdoa,
“Ya Tuhan-ku… aku sudah berusaha, tapi aku lelah. Jika aku tak mampu lagi, aku serahkan semuanya kepada-Mu…”
Malam itu, tak ada keajaiban besar. Tak ada perubahan seketika. Namun ada sesuatu yang berbeda—hatinya perlahan terasa lebih ringan.
Arga mulai memahami…
bahwa berserah bukan berarti menyerah,
melainkan percaya bahwa ada tangan yang lebih kuat sedang menggenggam hidupnya.
Hari-hari berikutnya masih tak mudah. Namun kini Arga tak lagi berjalan dengan beban yang sama. Ia tetap berusaha, tapi hatinya lebih tenang… karena ia tahu kepada siapa ia bersandar.
Dan dari situlah, perlahan… jalan yang tak terlihat mulai terbuka.
Bukan karena semua masalahnya hilang,
melainkan karena hatinya telah menemukan tempat untuk kembali.
✨ Kadang, yang kita butuhkan bukan jalan yang lebih mudah…
melainkan hati yang lebih kuat untuk percaya, bahwa Dia Yang Maha Besar selalu menjaga.