SasuSaku Lovers

SasuSaku Lovers Full Cerita fiksi tentang Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke versi aku happy reading ��

15/03/2026

More than friends ❤️



JUDUL : JUST A FRIEND  D: Aku tak bisa mengartikannya18+⛔Hari ini pun aku bersama Sasuke, ditaman universitas dan jadi b...
09/03/2026

JUDUL : JUST A FRIEND



D: Aku tak bisa mengartikannya

18+⛔

Hari ini pun aku bersama Sasuke, ditaman universitas dan jadi bahan perbincangan semua orang. Sasuke asik dengan pensil dan buku gambarnya aku asik dengan memperhatikan setiap lekuk wajah Sasuke yang tampan.

Aku tidak tahu sejak kapan kami mulai sedekat ini, hubungan ini mengalir begitu saja, dan aku menikmatinya. Ino pun mendukungku, karena kedekatan ku dengan Sasuke dia pun dekat dengan teman Sasuke yang bernama Sai. Bahkan baru 1 Minggu aku sudah melihat mereka saling menjilat satu sama lain, astaga Ino bisa-bisa aku akan menular.

Karena Sasuke sangat menarik untukku. Ntah kenapa berada didekat Sasuke selalu seperti ada kupu-kupu didalam perutku dan itu sangat aneh. Geli.

"Lihatlah, sudah jadi."

Aku melihat dengan seksama, dan itu agak mirip denganku? Apa aku terlalu percaya diri untuk mengakui itu?

"Bagus! Kau ada projects apa?"

"Aku akan membuat komik digital, dan wanita ini pemeran utamanya."

Aku mengangguk dan mengembalikan buku gambarnya, wajahku berubah masam saat Utakata berjalan mendekat.

"Hey, Sasuke. Kau disini?"

Aku terpaku ditempat, tak bisa memandang mereka yang bercakap masalah proyek Sasuke, Utakata mengambil jurusan yang sama dengan Sasuke. Aku dan Utakata awalnya ingin memasuki jurusan yang sama, tapi apa daya aku tak bisa, dan aku mempelajari semuanya dari Utakata. Aku mencuri keahlaian dari Utakata.

"Sakura lebih paham tentang background 2D."

Aku menoleh saat Utakata memanggil namaku, mataku berpindah pada Sasuke. Sasuke memandangku dengan bibir yang tersenyum.

"Jadi aku tidak salah pendekatan dengan Sakura?"

Utakata terdiam, dan mengangguk setelahnya.

"Kau benar, Sakura adalah wanita yang kuat, dan mandiri. Kau tidak akan kesulitan bersamanya."

Sasuke kembali tersenyum, dan aku menunduk menenggelamkan wajahku. Apa ini? Aku tidak paham situasi seperti ini.


"Jadi mereka membahas apa di depanmu?"

"Tidak ada, hanya proyek yang akan di buat oleh Sasuke."

"Kau tahu? Kau jadi bahan perbincangan di universitas, kau tahu kan Sasuke sangat populer."

Entah kenapa aku jadi besar kepala saat seorang pria populer hanya mendekatiku saja? Tapi aku tidak boleh terlalu terlena.

"Aku bahkan tidak tau dia memiliki pacar atau belum Ino, jangan terlalu gegabah."

Ino tersenyum, "Hal seperti itu tidak perlu kau pikirkan, yang terpenting adanya Sasuke di hidupmu, itu saja dulu."


Aku dan Ino memutuskan masuk kedalam cafe terkenal, menunggu Ino memesan minumannya dan camilannya, Ino menawariku untuk dia pesankan tapi aku memiliki menu tersendiri jika sudah membeli minuman bermerek ini.

"Pesan apa?"

Senyum barista dihadapan ku menular padaku, lesung pipinya aku rasa sangat menawan, wajahnya manis, aku rasa dia pegawai baru disini.

"Aku pesan Grande Java Chip Frappuccino dan classic dark chocolate cake."

"Oke, atas nama siapa?"

"Sakura."

"Di bawa pulang atau diminum disini?"

"Minum disini."

"Tinggalnya dimana?"

"Hah?" Aku speechless, tapi aku langsung tertawa canggung. Dan barista itu tertawa kecil.

"Ini pembayarannya." Aku memberikan kartu kreditku, dan barista itu menyelesaikan tugasnya, "Aku disana ya." Ucapku sambil menunjuk kearah Ino. Astaga untuk apa aku memberitahukan aku duduk disana? Aaahhh!!!

Kami berdua sontak speechless, dan aku tertawa canggung lagi, tapi barista itu hanya tersenyum menunjukan lesung pipinya lagi. Entah kenapa aku seakan ingin di perhatikan olehnya.

Aku menggeleng otakku blank hari ini, Utakata, Sasuke, dan sekarang pria barista. Astaga apa ini godaan wanita single?

"Kenapa?"

Aku menggeleng saja saat Ino bertanya, dan kembali melihat barista itu, dia sedang sibuk ternyata. Nama Ino sudah dipanggil dan kini giliran ku.

"Sakura!"

Aku melihat pria barista itu juga yang menyiapkan pesanan ku, aku agak gugup menghampirinya.

"Ini pesanannya ya."

Aku mengangguk, bibir ku tak berhenti senyum malu, mungkin pipiku sudah merah padam. Antara malu dan salah tingkah.

"Kau sering kesini kan?" Tanyanya lagi.

"Hmm, iya universitas ku diseberang sana."

"Wow, aku kuliah malam."

"Oh, begitu kah? Jurusan apa?"

"Aku mengambil jurusan kimia, aku s**a parfum."

Pantas dia sangat terlihat maskulin, dan wangi. Ah aku harus kembali.

"Baiklah, aku harus kembali. Sampai jumpa!"

Pria barista itu pun hanya tersenyum saat aku meninggalkannya, saat aku terduduk aku menepuk jidatku, aku lupa menanyakan namanya.



"Gaara?"

"Gaara? Siapa?" Tanya Ino.

"Oh tidak, aku asal bicara saja."

Jadi namanya Gaara, aku kembali melirik pria barista itu, dan entah kenapa kami saling mencuri pandangan saat ada kesempatan. Nikmatnya single, kenapa tidak aku lakukan dari dulu.

Continued

Dengan Trans7 Highlight – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉
04/03/2026

Dengan Trans7 Highlight – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

JUDUL : JUST A FRIEND  C : PRIA HUJAN18+⛔Aku mendengar suara tertawa Ino dari luar, suaranya kuat sekali. Aku masuk dan ...
01/03/2026

JUDUL : JUST A FRIEND



C : PRIA HUJAN

18+⛔

Aku mendengar suara tertawa Ino dari luar, suaranya kuat sekali. Aku masuk dan langsung di sambut oleh lambaian teman-teman ku, apa bisa dikatakan temanku? Bahkan aku tidak begitu mengenal mereka semua.

"Ayo duduk di sebelahku."

Aku pun duduk disebelah Ino dan mereka saling berpandangan, aku tahu ini sangat awkward. Apa aku harus memperkenalkan diri?

"Hey.. aku mengajaknya karena kalian tahu sendiri kan. Bahkan kalian selalu menggosipkannya."

Aku menunduk, apa aku salah masuk perkumpulan?

"Tenang Sakura, kami semua mendukungmu. Utakata tidak baik untukmu."

Aku tersenyum dan mengangguk, ada tiga perempuan dan empat laki-laki dan aku tidak tahu siapa mereka, tapi mereka tahu tentangku? Aku semakin tidak nyaman.

"Ino, aku ke toilet sebentar."

"Ok!" Ino menunjukan jempolnya dan mengangguk, itu tandanya aku boleh pulang.

Aku berjalan termenung, bayangan minum bir dan bersenang-senang sirnah seketika. Aku adalah manusia monoton, introvert, bodoh. Menyedihkan.

Aku tak tahu kalau malam ini akan turun hujan tiba-tiba, aku menepi dihalte bus, padahal beberapa meter lagi sampai di rumah ku. Dibelakang halte terdapat taman kota dan aku seperti melihat seseorang disana.

Pria itu, Sasuke? Duduk di gazebo taman, bermain dengan pensil dan buku besar mungkinkah dia sedang mencari inspirasi? Entah kenapa setiap aku bertemu dengannya selalu saat hujan?

Sasuke menoleh saat aku sudah lebih mendekat kearahnya, aku seakan tersihir untuk mendekatinya. Entahlah, astaga! Kenapa aku mendatanginya, sampai bajuku basah terkena hujan.

Pria didepanku tersenyum tampan, "Hay.." salamnya, dan aku tersadar aku pun tersenyum canggung dan berjalan mendekatinya duduk di seberangnya.

"Kau disini? Sedang mencari inspirasi?"

Sasuke menggeleng. "Aku terjebak hujan."

Aku mendengus menahan tawa, aku melihat lukisan Sasuke dan itu kepala wanita berambut sedikit ikal dibawah? Wajahnya belum digambar.

"Dia inspirasi ku kali ini."

Aku ber-oh ria, dan aku kembalikan bukunya. Aku melihat ke sekeliling sudah sangat sepi, dan aku melihat kearah Sasuke, ternyata dia sedang memandangku. Aku salah tingkah, pria setampan Sasuke memandang wanita biasa seperti ku?

"Mau ku antar pulang? Gerimis tidak membuatmu pudarkan?" Tanya Sasuke dengan nada mengejek.

"Hah?" Aku menggeleng, entah apa maksudnya dengan pudar? "Kau pikir aku baju yang luntur?" Kami pun tertawa bersama.

Dalam perjalanan kami hanya terdiam satu sama lain, hanya bunyi air jatuh yang terdengar bising, tapi aku menikmatinya.

"Kau tinggal sendiri?" Tanya Sasuke sambil berjalan menatap ke arah jalanan.

"Iya, jika aku tinggal dirumah orang tuaku, akan jauh dari universitas." Jawabku santai.

Sasuke mengangguk, "Aku tinggal di blok sebelah blok mu ini, jika ada yang bisa ku bantu hubungi aku saja."

Aku mengangguk, dan kami saling berpandangan.

"Oh iya, aku minta nomer ponselmu."

Entah kenapa aku langsung memberikan ponselku, padahal aku tipe orang yang susah memberikan suatu privasi ke orang yang baru dikenal.

Sasuke mengetikkan nomernya di ponselku, dan dia memberi nama nomernya dengan emot hati. Aku akan menggantinya, apa maksudnya? Apa ini kebiasaannya terhadap perempuan?

"Masuklah." Ujar Sasuke setelah memberikan ponselku.

Aku pun melangkah mundur dan masuk dengan melambaikan tangan. Apa ini? Apa ini karena dia tampan?

Sinar matahari masuk melalui celah jendelaku, aku terbangun, baru malam ini aku tidur begitu nyenyak setelah putus, tanpa drama kerinduan, tangis, dan penyesalan hidup lainnya.

Apa aura positifnya tersalurkan padaku? Ketampanan adalah obat terampuh rasa galau. Aku berdiri dan menyiapkan segala sesuatunya untuk kuliah, aku melihat lemariku dan mengambil kotak kecil lalu membukanya, disana terdapat beberapa barang berharga termasuk kartu ATM.

Tampilan ku saat ini sedikit berbeda dengan dress selutut warna krem, tas yang dibelikan ibu ku saat aku ulang tahun, baru kali ini aku memakainya. Ternyata sangat modis dan juga mahal, waw aku baru melihat harganya dari terakhir dia memberikannya tujuh bulan yang lalu, dasar si tukang pamer.

"Waaw, siapa yang sudah move on?" Ino menggodaku, dan aku tersenyum. Kami pun berjalan dengan beberapa cerita.

Pelajaran Arsitektur entah kenapa begitu menyenangkan hari ini, dan nilai ku meningkat. Sungguh transfer-an aura positifnya begitu terasa padaku, pria hujan terima kasih.

Aku melihat Sasuke disana dan berniat untuk mendekatinya. Tetapi langkahku terhenti, saat dibaliknya ada seorang wanita, mereka sedang berbincang, aku pun membalikan tubuh dan berjalan meninggalkannya.

Continued

 Judul : JUST A FRIEND B : Aku tahu semua bukan segalanya tentang ku⛔ 18+Aku mengusap wajah, padahal jelas sekali ini pa...
25/02/2026



Judul : JUST A FRIEND

B : Aku tahu semua bukan segalanya tentang ku

⛔ 18+


Aku mengusap wajah, padahal jelas sekali ini pagi hari dan aku sudah merasa lelah. Mungkin karena kerja keras ku membuat desain sampai larut malam, dan hari ini membuat ku tidak bersemangat untuk presentasi. Brengsek.

Aku membuang nafas, bukan badanku tapi jiwaku yang lelah.

Aku berfikir untuk mengganti jurusanku, beberapa kali sudah aku pikirkan tapi semua tetap kembali ke awal, menuruti apa rencana orang tua. Menyedihkan.

Langkahku terhenti, mataku terpaku pada sosok laki-laki didepan apartemen kecilku, kenapa dia disini? Apa dia dicampakan oleh Hotaru? Dia mulai sadar aku sudah berada didekatnya, dan menghampiriku perlahan.

"Hay, Sakura..?" Dia terlihat kaku, kami sangat canggung, dan ini pertama kalinya kami terlihat canggung.

"Hmm, ada apa?"

Aku melihat Utakata seperti menarik nafas, aku siap jika dia akan membahas peresmian putus, aku akan benar-benar siap.

"Apa.. kau baik-baik saja? Kau terlihat sangat..."

"Aku baik, sudahlah bicara ke intinya, ini masih pagi, aku ingin mengawalinya dengan keindahan." Aku memotong ucapan basa basinya.

"Okey, Maafkan aku Sakura, Hotaru saat ini lebih membutuhkanku, aku yakin kau akan dapatkan pria yang lebih baik dari pada aku. Kau adalah gadis yang energik, banyak pria yang akan-"

"Sudah cukup, aku pergi. Selamat pagi. Semoga kau bahagia dengan siapa namanya? Hotaru?"

Aku memotong perkataan Utakata dan berjalan menjauh dalam diam, tak terasa air mataku menetes begitu saja. Hidupku seakan-akan tidak pernah mulus, apa yang salah? Kenapa selalu begini satu persatu pergi mengkhianati ku.

Suasana kampus masih terlihat sepi, presentasi akan di adakan 45 menit lagi, dan aku melihat sekeliling, pandanganku berhenti di wanita berambut blonde bak barbie, dia melambaikan tangannya dan aku mendekat.

Cantik, penuh aura positif, itu bedanya aku dengan Ino. Dia seperti ratu di universitas dan aku dayangnya, tapi Ino memperlakukan ku dengan baik, dan satu yang orang lain tidak tahu tapi aku tahu, dia adalah wanita berfikiran kotor, pembahasan dia hanya seputaran selangkangan.

Bruukkk

Aku menoleh kebelakang saat mendengar suara benda terjatuh, aku langsung membantu pria yang sedang merapikan beberapa kertas yang berserakan, aku melirik pria itu, sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya?

"Terima kasih..." Dia tersenyum.

Senyumnya seperti... Ahh aku tahu pria hujan itu.

"Sama-sama, kau yang waktu itu..."

"Kau ingat? Syukurlah, aku Sasuke Uchiha, jurusan seni Animasi." Dia memotong perkataan ku.

Seni Animasi? Seharusnya aku masuk dibidang ini, aku berawal dari otodidak dan ayah tiriku menyukainya saat aku mengaplikasikan gambar-gambar ku. Tapi semua menentangku saat aku ingin memilih jurusan seni Animasi dan aku harus mengikuti jejak ayah tiriku agar dibiayai kuliah olehnya. Brengseknya hidupku.

"Hati-hatilah, ehm.. Sasuke."

Sasuke menoleh ke arahku, "Okey.. sampai jumpa."

Aku melihat Sasuke berjalan menjauh dariku. Dia gagah, punggungnya bidang dan body itu adalah body idaman para pria dan wanita.

"Kau tertarik? Dia pria penuh pesona, kau mau aku kenalkan?"

Aku melirik Ino curiga, "Apa dia bekasmu?"

Ino tertawa keras, "Astaga, jadi kau tidak mau bekas temanmu?"

Aku mendengus "Biarkan orang lain mendapat bekas ku tapi aku tidak mau bekas orang lain."

"Astaga seramnya." Ujar Ino dengan nada takut yang di buat-buat.

Ino terdiam, dan melanjutkan kata-katanya lagi. "Dia susah di taklukkan, aku sudah mencobanya."

Aku melihat wajah Ino yang terlihat menahan malu, aku mengerti dia adalah wanita penuh pesona. Jika di sandingkan dengan Sasuke mereka mungkin akan jadi pasangan ideal.

Jika Ino ditolak tandanya Sasuke memang susah didekati.



Presentasi selesai, Ino berlari menghampiriku dengan senyum cerahnya. Memandangku dari atas sampai kebawah, seakan-akan dia melihatku sebagai barang baru.

"Astaga, kau terlihat menggoda saat sudah single. Itu artinya kau malam ini akan ikut aku nongkrong kan?"

Aku terdiam dan kemudian menggelengkan kepalaku, "Aku tidak berminat membuang waktuku, kau tahu setiap malam aku akan meringkuk di apartement ku."

"Astaga, dasar kucing pemalas. Ayo lah sekali-sekali ikut denganku kau akan ku kenali dengan beberapa pria. Siapa tau kau cocok."

Aku hanya terdiam, kau tahu apa yang Ino maksud, aku harus tetap menjalani hidupku walaupun tanpa Utakata sekali pun. Aku terkejut saat dihadapan ku terlihat Utakata dengan Hotaru sedang berjalan berpegangan tangan.

"Sudahlah, pria brengsek sepertinya tidak baik berada di sampingmu."

Aku Menoleh kearah Ino. Aku tahu itu, tapi hatiku masih menginginkan Utakata berada di sampingku. Apa aku Bodoh?

"Baiklah nanti malam aku akan ikut."

Ino terlihat sangat senang dan memelukku sangat kencang, mungkin ini saatnya aku menikmati kesendirian. Dengan beberapa gelas bir ?

ASTAGA HIDUPKU INI MENYAKITKAN.

continued

22/02/2026

Saya mendapat lebih dari 10 tanggapan pada salah satu postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

 Judul: JUST A FRIEND •TRAUMA•⛔18+Aku berjalan perlahan dijalan yang sepi, bekas hujan masih tersisa, hatiku tidak tenan...
21/02/2026



Judul: JUST A FRIEND

•TRAUMA•

⛔18+

Aku berjalan perlahan dijalan yang sepi, bekas hujan masih tersisa, hatiku tidak tenang saat temanku bilang hal yang tidak membuatku baik-baik saja. Ini sudah masuk larut malam, tapi aku tetap memberanikan diri untuk datang ke Workshop pacarku.

Tanganku ragu untuk meraih gagang pintu itu, apakah aku siap menyaksikannya sendiri? Tapi aku harus siap, aku membukanya perlahan dan ternyata benar, pacarku sedang bersama seorang wanita berambut panjang yang terkenal populer di universitasku, yaitu Hotaru.

Mereka saling tarik menarik dalam ciumannya, aku hendak pergi tetapi bunyi pintu membuat aku dan dua orang dihadapan ku pun terkejut.

"Sakura?"

Aku melihat Utakata sebentar dan berlalu pergi, aku berlari sekuat tenaga. Utakata memanggilku beberapa kali dan aku merasakan getaran ponselku terus menerus. [Utakata]

Sekarang aku butuh beberapa minuman? Mungkin, minum adalah pelarut masalah.

Melihat jam di tanganku sudah pukul setengah satu malam, tapi aku masih saja berada di bar dekat Universitas ku. Menghela nafas panjang terus menerus, ku tekatkan untuk tidak percaya pada semua laki-laki brengsek didunia ini.

Tiba-tiba air mataku mengalir, cinta pertamaku, menghianatiku begitu saja. Aku mengenal Utakata sejak SMP, kami bagaikan dua sejoli kemana pun bersama, bahkan hingga saat ini. Tapi jika tuhan tidak menjodohkan aku dengannya. Aku bisa apa?

Aku menegakkan tubuhku, dan menarik tas ku. Berjalan terhuyung, kekiri dan kekanan kepalaku pusing, tapi aku harus pulang. Berapa banyak yang ku minum? Ah terserah yang penting rasa sakit ini hilang. Tapi sayangnya rasa sakit itu tidak juga mau menghilang.


Pagi menyabutku dengan hujan, aku menatap hujan dengan tidak minat. Seakan mereka mengejekku, aku membuka payung ku dan berjalan menempuh hujan. Aku melihat dedaunan dan bunga-bunga yang menunduk kebawah karena berat menanggung beban air yang terus menetes, apartemen kecil milikku dekat dengan universitas jadi hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai.

Cipratan air mengenai betisku, aku benar-benar siap untuk memaki bahkan aku siap bertarung, mungkin? aku terkejut saat yang ku dapati adalah seorang pria yang parasnya tampan, benar-benar tampan.

"Kau yang melakukan ini?" Tanya ku dengan suara menantang.

Pria itu terdiam, melihatku dari atas sampai bawah dan tersenyum.

"Apa aku terlihat akan melakukannya?" Ujar pria dihadapan ku.

Aku tidak membalas senyumnya, karena dunia pun tahu bahkan langit pun mewakili ku, aku sedang tidak baik-baik saja.

"Apa aku harus percaya? Kau yang berada didekatku sekarang!" aku menghela nafas "minggir aku mau jalan."

Sekali lagi aku melihat senyumnya, bukan! itu bukan senyuman tetapi seringai.

Aku mendengarkan dengan seksama pria didepanku yang sedang mempresentasikan desain produk yang ia pelajari satu minggu ini, ia terlihat bersemangat, aku mendengus, aku iri padanya kenapa mood seseorang bisa sebagus itu pada hari ini?

"Sakura!"

Aku terkejut saat dosen sudah berada di hadapanku, hari ini aku kacau. Aku hanya bisa menelan ludahku dengan susah payah. Dalam hatiku mengutuk Utakata dan Hotaru terus menerus.

Beberapa jam berlalu, presentasi selesai dan aku mendapat masalah walaupun ini bukan masalah besar, tapi seharusnya aku sudah menyelesaikannya hari ini, ini semua karena si brengsek Utakata dan Hotaru.

Senyum miring ku terbit saat melihat pasangan baru itu akhirnya menunjukkan diri mereka, tidak tahu malu, pikirku.

"Hay Sakura?" Wanita jalang ini menegurku? Astaga di taruh dimana urat malunya?

Aku tersenyum miring dan membuang nafas kasar dari mulutku, yang mengartikan APA KAU BERCANDA ? dan berlalu pergi. Tak menghiraukan siapapun yang melihat tingkahku, aku sangat kacau hari ini.

Drrrttt

[ Kau putus dengan Utakata? ]

Aku melihat pesan dari teman ku Ino, teman semasa kuliah, aku mengenalnya saat baru masuk kuliah entah bagaimana tiba-tiba kami berteman dengan akrab sampai dua tahun terakhir ini.

[ Iya ]

Aku letakan ponselku dan aku melanjutkan lagi dengan tablet ku dan terus mengutak-atik desain yang kukerjakan untuk presentasi besok, entah mengapa aku mengikuti pelajaran Arsitektur yang bahkan aku tidak menyukainya, Arsitektur? Bahkan aku sangat bosan, apa karena ayah tiriku sukses dalam menjalankan kariernya di Arsitektur? Itu konyol.

Drrrrrtttt drrrttt



Ponselku terus bergetar karena panggilan dari Mamaku, ini yang paling aku hindari, aku tak terlalu akrab dengan mamaku yang terus menerus meninggalkanku sendirian saat masih kecil, bahkan masih sangat jelas dikepala ku saat mama dengan pria asing itu saling tarik menarik dalam ciumannya, seperti ..... Ahh sial aku jadi teringat kedua brengsek itu lagi.

Aku mengambil ponselku dan segera mematikan daya, agar malamku kali ini tenang, walau hanya malam ini. Please aku butuh ketenangan walau hanya malam ini.

Continued

21/02/2026

Kira² kalau jadi fanfic judulnya apa yaa ?

21/02/2026

Black in love 🖤

17/02/2026

Ino Yamanaka is out of the Naruto Shippuden filming schedule 😆😍❤️🫶

Cocok untuk foto profil couple 🫶❤️
14/02/2026

Cocok untuk foto profil couple 🫶❤️

Address

Konoha Street
Medan
20124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SasuSaku Lovers posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share