Berita Polhukum & KRiminal Rek Ayo Rek Jatim www.jejakkasus.info

Berita Polhukum & KRiminal Rek Ayo Rek Jatim www.jejakkasus.info Ikuti Arjunanya Redaksi Jejak Kasus: Alamat Jalan Raya Kemantren 82 Terusan Gedeg Mojokerto Jatim. Email: [email protected] Website.

www.jejakkasus.info Kontak: 082141523999.

Mission: Jejakkasus.info untuk masyarakat tertindas hukum

29/07/2013

Kasus Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha (MKP) Di Periksa Kejati-Di Kawal Rek Ayo Rek www.jejakkasus.info Sampai Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Terkai Penyimpangan Dana APBN Sekitar Rp. 30 Milyart

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa
Jejak Kasus, Mojokerto - Berdasarkan UU RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, bahwa kemerdekaan Pers merupakan salah satu bentuk wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting, Ikut berperan sebagai kontrol social Aspirasi masyarakat. Pers Nasional merupakan wahana komunikasi Media massa, penyebar Informasi, dan pembentuk opini sehingga dapat melaksanakan Asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya agar kehidupan masyarakat Indonesia kedepan dapat lebih Demokratis dan Kondusif.

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008. Pimpinan Redaksi Jejak Kasus Radar Bangsa Konfirmasi adanya Unsur Dugaan Penyimpangan/ Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dana APBD TA. 2011 dan TA. 2012 yang dilakukan oleh Oknum Pemerintahan Daerah kabupaten Mojokerto.

Dengan dasar, Bahan konfirmasi sesuai dengan Surat Pelopor kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dan Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Jawa timur.

1. Perihal Surat Nomor : 128/ S-HP/XVIII. JATIM/ 06/2012 tertanggal 1 Juli 2012 perihal tentang hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto tahun 2011 dan tahun 2010.

2. Surat Nomor : 153 ?S ? XVII. JATIM / 01/ 2013 tertanggal 28 Januari 2013 perihal pemberitahuan pertama tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.

3. 2 (Satu) bendel Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia Ringkasan Eksekutif, sejauh ini Bupati Mojokerto Jawa timur MKP Mustofa Kamal Pasa belum berikan jawaban, Pria Sakti Presiden Jejak Kasus akhirnya menurunkan berita Perdana. Bersambung.------------>

 DIkawal Jejak Kasus, Akh Fadelan Bakal Laporkan Balik Muntoyib (Pak Yuda)Written By Jejak Kasus on Jul 14, 2013 | 11:29...
15/07/2013
DIkawal Jejak Kasus, Akh Fadelan Bakal Laporkan Balik Muntoyib (Pak Yuda) | Jejak Kasus

DIkawal Jejak Kasus, Akh Fadelan Bakal Laporkan Balik Muntoyib (Pak Yuda)
Written By Jejak Kasus on Jul 14, 2013 | 11:29

Dikarenakan Laporan Muntoyib (Pak Yuda) Di Polsek Widang Kabupaten Tuban, tentang kades Dlanggu, kecamatan Deket, Lamongan dianggap mengelapkan uang ijon sebesar Rp. 304.000.000,00 terancam gugur’ terbukti tidak benar.



LAMONGAN, JEJAK KASUS - terkait laporan muntoyib (Pak Yuda) pada Polsek Widang Kabupaten Tuban, tentang kades dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan, yang mengelapkan uang ijon sebesar Rp. 304.000.000,00 terancam gugur.

karena lemahnya bukti dan memang tidak terbukti melakukan, seperti dalam pemeritaan pada media masa pada hari minggu yang lalu tgl. 28-5-2013, pada hari minggu saudara muntoyib melaporkan Akhmad Fadelan ke polsek tuban dengan membawa bukti berupa buku nota timbangan dengan isi laporan bahwasanya fadelan menunggak pembayaran dan mengelapkan uang tersebut selama selama tiga tahun, terhitung mulai tahun 2010-2013, dan Akh Fadelan di laporkan tidak ada itikad baik untuk membayar atau mengembalikannya, Akh fadelan di laporkan dan di proses secara hokum sebagai pelaku penipuan dan penggelapan selama satu minggu polsek widang – Tuban.

Selama satu minggu Akh Fadelan harus berurusan dengan lima orang anggota polsek widang termasuk Kapolsek Widang, kanit reskrim, beserta anggota Tanpa membawa surat Panggilan ataupun surat pemberitahuan kepada Fadelan pihak Polsek menjemput untuk membawa saudara Akh. fadelan ke polsek widang dengan mengutarakan bahwa saudara Akh Fadelan adalah tersangka.

Pengelapan dan andai tidak mau akan ada pemaksaan, yang pada saat itu saudara Akh Fadelan sedang melaksanakan acara tasyakuran dengan terpilihnya Akh Fadelan menjadi kades baru di desa dlanggu kecamatan deket kabupaten lamongan.

Karena alasan tersebut Fadelan meminta waktu untuk menyelesikan acara tersebut, pada pukul 23.00 wib, saudara fadelan mendatangi polsek widang untuk selanjutnya menghadap Kanit Reskrim untuk memenuhi pemangilan tanpa surat pemanggilan tersebut, saat di dalam ruangan kantor kanit reskrim tersebt ternyata Akh Fadelan hanya di mintai identitas saja tanpa ada introgasi maupun BAP.

Selanjutnya Fadelan pulang dan kanit berpesan besok pagi diminta menghadap ( tanpa surat pemanggilan ), selang beberapa hari datang surat panggilan kepada saudara Akh. fadelan pangillan pertama terjadi kesalahan penulisan nama dan tahun lahir, dan sudah ditetapkan menjadi tersangka tanpa melalui proses BAP, selang seminggu kemudian datang kanit Reskrim untuk mengantar panggilan lagi menganti panggilan yang pertama karena terjadi kesalahan.

Pada tanggal 18-6-2013 saudara Akh Fadelan mendatangi polsek widang untuk di BAP bersama-sama saudara mujiono (pencatat dan penimbang), dan subianto, yang mana hanya mujiono dan Akh Fadelan yang di BAP,padahal yang mendapat panggilan adalah Subianto. setelah kasus ini sempat mengendon di polsek akhirnya dilimpahkan ke polres tuban.

Ketika dikonfirmasi beberapa pihak terkait menyatakan bahwa belum cukup bukti untuk menjerat Akh Fadelan menjadi tersangka penggelapan,dan karena tidak terbukti asal muasal perkara tersebut terjadi karena antara Akh Fadelan dan Muntoyib menjalin kerjasama pembelian gabah di wilayah widang tuban, karena Kades Akh.Fadelan tidak pernah berhubungan secara langsung tentang kerja sama ini.

Maka hanya mujiono dan subianto yang berperan dalam pembelian penimbangan, pencatatan bahkaan pembayaran dan malah ada kelebihan uang pada Muntoyib waktu totalan sebesar Rp.29.500.000.

Pada kesempatan lain karena terdesak tidak mempunyai uang muntoyib dibantu kembali oleh saudara Akh Fadelan uang sebesar Rp.104.000 000 karena beberapa petani belum terbayar oleh Muntoyib dengan bukti kwitansi terlampir yang di tanda tanggani langsung oleh muntoyib, dan disaksikan kades Tegalsari Widang Tuban.

Karena pelaporan yang berbalik tersebut? mengakibatkan kades Dlanggu Akh. Fadelan merasa namanya dicemarkan dan membuat keluarga resah, hingga mengakibatkan dampak Negatif dan buruk dari semua itu rencananya kades Dlanggu Akh. Fadelan.

Untuk itu, Akh. Fadelan akan membuat laporkan Balik kepada Muntoyib (Pak Yuda) di kepolisian, dengan laporan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan menngacu pada ketentuan UU Pasal 335 KUHP ayat (1) angka 1.

UU Pasal 335 KUHP ayat (1) angka 1, yang berbunyi sebagai berikut: “Diancam dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 4.500,00 (empatribu limaratus rupiah): ke-1. barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain ataupun perbuatan yang tidak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perbuatan yang tidak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.” (Redaksi Jejak Kasus)

 Para pembaca yang budiman. Roda kehidupan ini senantiasa bergerak maju. Tidaklah manusia terlahir, tumbuh, dan berkemba...
12/06/2013
MENGINGAT KEMATIAN OLEH: PRIA SAKTI PRESIDEN JEJAK KASUS : MENGINGAT KEMATIAN OLEH: PRIA SAKTI...

Para pembaca yang budiman. Roda kehidupan ini senantiasa bergerak maju. Tidaklah manusia terlahir, tumbuh, dan berkembang melainkan ia pasti akan kembali menuju asalnya. Inilah proses kehidupan yang hakiki.


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُون
”Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Dan hanya kepada Kami-lah kalian akan kembali” (QS. Al-‘Ankabut: 57).

Orang yang sholih akan mengalami kematian, begitu juga orang yang tidak sholih. Yang tua akan mati, tidak ketinggalan pula yang muda. Kaya dan miskin pun sama saja. Tak ada seorang pun yang bisa lari dan menghindar dari kematian. Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh” (QS. An-Nisa : 78).

Pada hakikatnya dunia ini adalah tempat ujian untuk para hamba-Nya dan Alloh Subhanahu wa ta’ala menjadikan kehidupan dan kematian di dunia ini adalah menjadikan manusia agar selalu berbuat amal sholih. Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman :

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Alloh yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapa diantara kalian yang paling baik amalnya”. (QS. Al-Mulk:2).

Kematian Adalah Rahasia Alloh subhanahu wa ta’ala

Kematian adalah sesuatu yang pasti, ia telah ditentukan sejak awal penciptaan manusia. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “sesungguhnya proses peciptaan manusia di dalam perut ibu berlangsung selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah yang menggantung selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari juga. Kemudian Alloh mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepada janin tersebut, dan diperintahkan untuk mencatat empat ketetapan, yaitu: rezekinya, kematiannya, amalannya, dan akhir kehidupannya, apakah ia menjadi orang yang sengsara ataukah bahagia”. (HR. Bukhori dan Muslim).

Kita semua tidak tahu akan mati di bumi yang mana, kapankah kita akan meninggal dan dengan cara apakah kita mengakhiri kehidupan dunia ini?, maka apakah kita masih merasa aman dari intaian kematian? Siapa yang bisa menjamin bahwa kita akan bisa merasakan segarnya udara esok hari? Bisa jadi kematian akan menghampiri kita sebentar lagi. Maka marilah kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi hal tersebut, sehingga nanti kita tidak menyesal dikemudian hari. Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنَّ اللهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَافِيْ الْأَرْحَامِ وَمَاتَدْرِيْ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ
“sesungguhnya di sisi Alloh saja lah pengetahuan tentang (kapankah) datangnya hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan air hujan, dan Dia-lah yang mengetahui tentang apa yang ada di dalam Rahim, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dia kerjakan esok hari, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati”. (QS. Luqman: 34).

Anjuran Mengingat Kematian

Banyak hadits-hadits yang mengingatkan tentang kematian, agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Dan agar dia bersiap-siap dengan perbekalan yang dia butuhkan untuk perjalanannya yang panjang. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang Mengingatnya diwaktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian itu) melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali mengingat kematian itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu” (HR. Atthobroni).

Syumaith bin ‘Ajlan berkata :

مَنْ جَعَلَ الْمَوْتَ نَصْبَ عَيْنَيْهِ لَمْ يُبَاِل بِضِيْقِ الدُّنْيَا وَلَا بِسَعَتِهَا
“Barangsiapa yang menjadikan kematian dihadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya” (mukhtashor minhajil qoshidin).

Kematian Mendadak

Sering kita mengetahui dan menyaksikan banyak orang yang meninggal dunia dengan mendadak, hal ini telah di isyaratkan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallamsebagai suatu tanda dekatnya hari kiamat. Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَة
“sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya kematian mendadak”.(HR. Atthobroni).

Sabda nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tersebut di zaman ni benar-benar sudah nyata, kita lihat orang yang sehat kemudian tiba-tiba meninggal dunia. Maka hendaknya dari banyaknya kejadian tersebut kita segera kembali dan bertaubat kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala sebelum datangnya kematian mendadak yang tidak disangka.

Manfaat Mengingat kematian

Mengingat kematian banyak sekali mendatangkan manfaat, diantaranya:
• Bersegera dalam Bertaubat
Dapat dipastikan bahwa manusia adalah makhluk yang banyak melakukan dosa dan maksiat kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Orang yang selalu mengingat kematian dalam jiwanya akan selalu merasa takut kepada Alloh dan sadar bahwa kematian akan selalu mengintai.
• Semangat beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta’ala
Orang yang selalu mengingat kematian maka senantiasa dia menyiapkan diri untuk menghadap Alloh subhanahu wa ta’ala, sehingga ia selalu giat dalam beribadah.
• Ridho terhadap setiap pemberian Alloh subhanahu wa ta’ala
Semoga Bermanfaat’ Konsultasi Hukum Gratis Hubungi: 082141523999

PASURUAN,-JEJAK KASUS- Sejumlah Aliansi Media Mingguan Pasuruan tengah menyoroti kasus penangkapan Dedi, yang telah “MEL...
12/06/2013
DEDY PROPAM POLDA JATIM PALSU’ LAKUKAN PEMERASAN’ DIBEBASKAN OKNUM POLDA JATIM’ KAPOLDA JATIM...


PASURUAN,-JEJAK KASUS- Sejumlah Aliansi Media Mingguan Pasuruan tengah menyoroti kasus penangkapan Dedi, yang telah “MELAKUKAN PEMERASAN" terhadap Bandi, Pengusaha BBM illegal warga Purwosari.
Melalui sms atau pesan singkat Dedy yang mengaku sebagai petugas dari Propam Polda Jawa Timur, meminta sejumlah uang kepada korban Bandi, karena mengaku polisi apalagi dari Propam Polda Jatim, Bandi ketakutan dan menyanggupi memberikan uang sebesar satu juta Rupiah. Uang pun diterima oleh Dedi.

Namun Bandi lalu menghubungi Satuan Propam Polres Pasuruan, Dedy yang mengaku dari Propam Polda inipun lantas dibekuk di Dusun Karang Bangkal, Gempol, Kejadian (04/04) Kamis sekira 08.00 WIB. Pelaku digelandang ke Mapolres Pasuruan berikut barang bukti berupa uang satu juta Rupiah, Dedy ditangkap bersama rekannya dalam kendaraan roda empat jenis ferosa Nopol 2021.
Pelaku pemerasan terhadap pengusaha BBM illegal ini dihadapan petugas Kepolisian Resort Pasuruan tidak bisa menunjukkan KTA Polisi, ternyata Dedi adalah warga biasa dan bukan anggota Polri alias Polisi abal-abal. Namun rekan Dedi yang tertangkap dalam satu mobil, berinisial SC, menurut sumber yang dapat dipercaya kepada aliansi jurnalis mingguan adalah anggota Lantas Polsek Gempol.
Humas Polres Pasuruan AKP Suprihatin melalui telepon seluler saat dihubungi Anggota Kesatuan Jejak Kasus, menjawab singkat. "itu bukan kapasitas saya untuk menjawab, hubungi bapak kapolres aja,” katanya.
Karena dari corong polisi yang seharusnya untuk melayani masyarakat ini tidak membuahkan hasil, kemudian aliansi wartawan mencoba menghubungi Kapolres Pasuruan AKBP Ricky Purnama,SIK, SH melalui seluler menjelaskan bahwa benar ada sms dan telepon “PEMERASAN” tersebut, namun hal itu tidak akurat.
Dia menambahkan, “Pelaku, Dedy si Propam Gadungan tidak kami tahan namun dikenakan wajib lapor. Polisi belum memiliki bukti-bukti yang kuat karena tidak ada unsur paksaan dalam pemberian uang tersebut, dan tidak ada oknum Lantas yang terlibat,” imbuh Kapolres.
Dihubungi secara terpisah kepala unit Propam Polres Pasuruan IPTU Viksan melalui seluler mengatakan, “Bahwa dia masih berada diluar kota, saya masih setir mobil ini,” tutur Viksan.
Aliansi wartawan mingguan dan online meminta pihak Polres dalam hal ini Kapolres Pasuruan AKBP. Ricky Purnama, SIK, SH. Memberikan penjelasan yang transparan terkait yang “MELIBATKAN” oknum aparat tersebut. Dalam pesan singkat Aliansi Wartawan Pasuruan memohon kepada Kapolres agar berkenan bertemu dengan Aliansi Media Mingguan pada Senin (07/04). (PRIA SAKTI PRESIDEN JEJAK KASUS).

 Dovonis 4 Tahun, Terdakwa Korupsi Gapoktan Pelalawan Banding: Namun Tetap Dalam Pantaun Jejak KasusJejak Kasus-Pekanbar...
12/06/2013
Dovonis 4 Tahun, Terdakwa Korupsi Gapoktan Pelalawan Banding: Namun Tetap Dalam Pantaun Jejak...

Dovonis 4 Tahun, Terdakwa Korupsi Gapoktan Pelalawan Banding: Namun Tetap Dalam Pantaun Jejak Kasus


Jejak Kasus-Pekanbaru,- Islan Bin Naridin, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, yang sebelumnya dituntut jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci, selama 4 tahun penjara. Menambah kesedihan dihati Islan.
Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, yang menyidangkan perkaranya, juga menjatuhkan hukuman vonis selama 4 tahun penjara.
"Terdakwa Islan yang terbukti melanggar pasal 2 junto pasal 18 Undang-Undang (UU) No.31/1999 tentang pemberantasan korupsi sebagimana diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001. Kami selaku majelis hakim sependapat menjatuhkan putusan hukuman selama 4 tahun penjara," terang I Ketut Suarta SH, selaku ketua majelis hakim dalam amar putusannya Selasa (11/6/13) sore.
Selain hukuman, terdakwa didenda sebesar Rp 200 juta atau subsider selama 2 bulan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 212 juta atau subsider 4 bulan," ucap I Ketut Suarta SH lagi.
Usai majelis hakim membacakan amar putusannya. Islan yang tidak menerima putusan tersebut, langsung menyatakan banding.
"Saya menyatakan banding atas putusan vonis ini Pak Hakim," ujar Islan.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ranfisme SH dan Cut Wardah SH menuntut terdakwa Islan selama 4 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 50 juta atau subsider selama 3 bulan, serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 242 juta. Jika terdakwa tidak bisa mengganti, maka dapat diganti dengan hukuman selama 6 bulan.
Karena menurut JPU, Islan Bin Naridin, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Terbukti melakukan tindakan korupsi kelompok tani senilai Rp 242 juta.
Dimana kasus ini berawal, pada tahun 2011 lalu, Gapoktan Kecamatan Ukui, Pelalawan mendapat bantuan sebesar Rp1 miliar, dari pemerintah pusat.
Sejumlah Gapoktan yang mendapatkan bantuan adalah, Tunas Harapan, Soga Makmur, Maju Bersama, Lembu Lestari, Sumber Rejeki, Geri Loji 07, Seiya Sekata dan Bina Sejahtera. Masing kelompok tani mendapatkan jumlah beragam. Paling tinggi sebesar Rp100 juta.
Catatan Pentig: Meski Tersangka Nengajukan Banding Lantaran di Vonis 4 Tahun?... Namun Kasus Korupsi tersebut tetap di Monitoring Jejak Kasus…
Dari anggaran tersebut, terdakwa Islan memaksa setiap ketua kelompok tani mengeluarkan uang sebesar Rp 30 juta, sebagai biaya administrasi. Meski ada yang diminta kurang dari Rp30 juta.
Dana Rp 30 juta itu digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya. Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, negara telah dirugikan Rp240 juta.(PRIA SAKTI PRESIDEN JEJAK KASUS).

Address

Alamat Jalan Raya Kemantren 82 Terusan Gedeg Mojokerto Jatim. Email: [email protected] Website. Www.jejakkasus.info Kontak: 082141523999
Mojokerto
61362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Polhukum & KRiminal Rek Ayo Rek Jatim www.jejakkasus.info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Berita Polhukum & KRiminal Rek Ayo Rek Jatim www.jejakkasus.info:

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Mojokerto

Show All