03/09/2026
Fenomena iklim global kini mulai memberikan dampak nyata terhadap dinamika industri manufaktur di kawasan daerah, termasuk sektor hilirisasi mineral di Sulawesi Tengah.
Dilansir dari portal berita Bloomberg Technoz, kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, mengonfirmasi adanya perlambatan operasional akibat fenomena cuaca El Niño. Curah hujan yang memicu kekeringan panjang tersebut menyebabkan debit air sungai setempat menurun drastis, yang berdampak pada ketersediaan air industri.
Sumber daya air memiliki peran vital sebagai penopang utama operasional smelter nikel berbasis teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik pemrosesan kokas, hingga sistem pendingin pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pihak manajemen menaksir kendala pasokan air ini berpotensi melambatkan laju produksi secara keseluruhan sekitar 30% hingga 40%. Selain itu, riset dari lembaga riset industri MySteel juga mencatat bahwa beberapa produsen kokas di kawasan tersebut terpaksa memperdalam pemangkasan produksinya akibat ketatnya pasokan air.
Kendati menghadapi tantangan ekses gangguan iklim, Head of Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa situasi ini masih dalam kondisi yang terkontrol. Pihaknya memastikan tidak ada penghentian total operasional kawasan dan tidak ada langkah pengurangan tenaga kerja (PHK) yang diambil, sehingga hak serta kesejahteraan para pekerja di IMIP dipastikan tetap terjaga.
Bagaimana dampak fenomena El Niño ini terhadap rantai pasok industri nikel secara luas dan dinamika sektor energi pendukungnya? Simak ulasan berita selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
🔗 Tautan Sumber: https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/120229/produksi-smelter-nikel-di-imip-terancam-turun-40-imbas-el-nino