03/09/2026
𝗞𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻
♦️ 𝗞𝗜𝗦𝗔𝗛 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗨 𝗗𝗥𝗘𝗦𝗧𝗔𝗥𝗔𝗦𝗧𝗥𝗔♦️
𝗕𝗔𝗕 𝟯𝟲 — 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡 𝗛𝗨𝗧𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗔𝗞𝗛𝗜𝗥 𝗞𝗘𝗛𝗜𝗗𝗨𝗣𝗔𝗡 𝗗𝗥𝗘𝗦𝗧𝗔𝗥𝗔𝗦𝗧𝗥𝗔
🔴🔴🔴🔴🔴
Waktu terus berjalan. Tahun-tahun berlalu sejak Drestarastra meninggalkan Hastinapura.
Di tengah hutan, ia bersama Gandari dan Kunti menjalani kehidupan sederhana. Tidak ada lagi singgasana, mahkota, atau kemewahan kerajaan. Yang tersisa hanyalah ketenangan, doa, dan perenungan.
Drestarastra semakin sering mengingat masa lalunya.
Ia teringat Duryudana dan putra-putranya yang gugur dalam Bharatayuda.
Namun kini hatinya tidak lagi dipenuhi amarah.
«“Aku telah belajar bahwa kekuasaan dapat hilang dalam sekejap. Yang akan selalu mengikuti manusia hanyalah perbuatannya.”»
Gandari mendengarkan dalam diam.
Suatu sore, angin bertiup kencang. Dari kejauhan terdengar suara ranting patah dan gemuruh yang semakin mendekat.
Ternyata kebakaran besar telah melanda hutan.
Para pertapa bergegas menyelamatkan diri.
Kunti mendekati Drestarastra.
«“Marilah kita pergi. Api semakin dekat.”»
Drestarastra menggeleng perlahan.
«“Tidak, Kunti. Jangan takut. Aku telah berdamai dengan takdir.”»
Gandari menggenggam tangannya.
«“Jika Paduka tetap di sini, aku pun akan tetap bersama Paduka.”»
Kunti akhirnya memilih tinggal menemani mereka.
Ketiganya duduk dalam keheningan, menghadap arah datangnya api.
Drestarastra menundukkan kepala dan berdoa.
«“Semoga keluarga Kuru memperoleh kedamaian. Semoga kesalahan kami menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang.”»
Api semakin mendekat dan menyelimuti hutan.
Drestarastra, Gandari, dan Kunti tetap tenang dalam pertapaan mereka hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Beberapa waktu kemudian, kabar duka itu sampai kepada Yudistira.
Ia terdiam lama.
Air matanya jatuh ketika mengetahui bahwa orang tua yang pernah menjadi bagian penting dari keluarga Kuru telah pergi untuk selamanya.
Yudistira kemudian mengajak saudara-saudaranya memberikan penghormatan terakhir.
Bagi Drestarastra, perjalanan panjang telah berakhir.
Dari seorang raja yang terikat pada kekuasaan, ia akhirnya menjadi seorang pertapa yang belajar melepaskan segala sesuatu.
𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗸𝗲 𝗕𝗔𝗕 𝟯𝟳 — 𝗞𝗔𝗕𝗔𝗥 𝗗𝗨𝗞𝗔 𝗗𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗛𝗢𝗥𝗠𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗥𝗔𝗞𝗛𝗜𝗥 𝗞𝗘𝗟𝗨𝗔𝗥𝗚𝗔 𝗞𝗨𝗥𝗨.