16/02/2026
Kalau ayah adalah Alif, ibu adalah Ba"
"Tanpa ibu, Alif ayah hanyalah niat,,,yang tak
pernah menjadi kehidupan."
Dengarkan sampai akhir, Ini bukan soal biologis,
ini soal takdir..!!
- Ayah memberi benih.
- Ibu menyediakan wadah.
Di antara Alif dan Ba... Allah menitipkan ruh.
Anak bukan kebetulan. la dipilih.
GURU:
Anakku... selama ini kau mengira kehidupan lahir
karena pertemuan dua jasad. Padahal, sebelum tubuh saling menyentuh, huruf-huruf langit telah lebih dulu berbisik.
MURID:
Guru... aku masih bingung. Bukankah ayah yang membawa benih kehidupan?
GURU :
Benar. Ayah membawa benih. Tapi benih tanpa tanah hanyalah mutiara yang tercecer di pasir.
Tahukah kau,,, jika ayah adalah Alif yang tegak, maka ibu adalah Ba yang menampung.
MURID:
Mengapa harus Alif dan Ba, Guru?
GURU:
Karena Alif hanya memberi. la lurus, keras, dan jatuh.
Sedangkan Ba... ia membuka diri, menunggu, menampung, lalu menjaga.
Lihat bentuknya-seperti mangkuk yang rela
menadah apa pun yang Allah titipkan.
MURID :
Lalu,,,, di mana hakikat peran ibu dimulai?
GURU:
Di Taraib, anakku.
Jika ayah berada di Sulbi-punggung dan tulang maka ibu berada di Taraib, kisi-kisi dada.
Tempat turunnya rasa, kasih, dan kelembutan.
Dari sanalah cahaya Jamal mengalir turun... mempersiapkan Rahim untuk menyambut tamu agung.
MURID:
Jadi Rahim tidak menunggu dengan kosong?
GURU:
Tidak pernah kosong.
Di tubuh ibu, benih itu sudah punya nama: Nutfah Qarar-benih yang siap menetap.
la menunggu dengan sabar, bukan bergerak dengan rakus.
MURID:
Dan titik di huruf Ba itu, Guru?
GURU :
Itulah Nukta.
Satu titik takdir yang dijaga.
Tanpa Ba, Alif akan tumpah.
Tanpa ibu, ayah hanyalah niat tanpa tempat pulang.
MURID :
Lalu bagaimana dengan darah dan daging?
GURU:
Ayah menyumbang putih-tulang dan urat.
Ibu menyumbang merah-darah dan daging.
Putih memberi bentuk, merah memberi kehidupan.
Maka jangan remehkan yang menampung. Karena yang menampunglah yang menentukan hidup atau gugur.
MURID:
Apakah setiap pertemuan pasti menjadi anak?
GURU :
Tidak!
Ada Malaikat Arham yang berjaga.
Jika namamu tidak tertulis di Lauh Mahfuz, pintu
Rahim tak akan dibuka.
Benih akan luruh... dan dunia tak pernah tahu ia
hampir ada.
MURID :
Jadi... anak adalah pilihan Allah?
GURU:
Bukan kebetulan.
Bukan kecelakaan.
la dipilih... lalu dititipkan.
GURU :
Maka wahai para ibu-sucikan Taraib-mu dengan kelembutan.
Bersihkan Rahim-mu dengan halal.
Karena engkau bukan sekadar mengandung tubuh...
engkau sedang menampung takdir.