19/12/2025
POV. Menjemput rapor anak sekolah.
Surat edaran pemerintah tentang gerakan ayah menjemput rapor anak ke sekolah. Jauh sebelum ada edaran ini ayah sudah menjemput rapor anak dari TK sampai sekarang, tapi perginya sama bundaš¤£. Kadang si uni protes " Ayah ga usah ikut aja". Protesnya bukan karena "ayah hitam" Seperti drama anak yang viral ga mau diantar ayahnya karna malu ayah temannya putih semuaš¤£. Tadi si kakak juga wanti-wanti nanti kalo ayah jemput rapor pakai baju yang kece ya katanya. ( adduh anak ini, apalah salah ayah, bertanya dalam hati dengan nada bingung).
Karena hari ini gerakan ayah menjemput rapor, bunda ga ikut biasanya kita pergi bersama. Jadilah hari ini ayah merasa seperti "A single dad". Ga ada tangan untuk di pegang, untuk digandeng. Sumpeh, dua jam hari ini berasa sepi banget diantara kerumunan bapak-bapak dan ibuk-ibuk wali murid yang menjemput rapor anaknya. Ohh missed you beibh, dua jam jiwa introvert ku meronta-ronta di kerumunan orang banyak.
Alhamdulillah, lega setelah melihat hasil ujian anak-anak. Ga sia-sia mengajar mereka walaupun di bantu google dan chat gptš¤£. Sempat si Uda bilang " kalo ustadzah ngajar ga ada lihat google yah"š¤£.
Terima kasih banyak untuk guru-guru yang telah mengajar anak-anak kamišš. Semoga jadi amal ibadah nantinya. Semoga kita semua dalam lindunganNya. Aamiin.