28/05/2026
PADANG – Menjadi seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan sebuah ruang untuk mengabdi tanpa batas. Prinsip mulia "Mengubah Lelah Menjadi Lillah" inilah yang dipegang teguh oleh Aipda Dian Wihendro Ratno, personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatra Barat.
Hampir tujuh bulan mengemban amanah di Kelurahan Banuaran, polisi yang akrab disapa "Dian Pitok" ini sukses bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah tugasnya.
Lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Pulau Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dian merupakan putra seorang kuli bangunan. Sebelum berhasil merajut mimpi menjadi abdi negara pada tahun 2003 (Gelombang II), ia sempat melakoni pekerjaan kasar sebagai buruh angkut kapal demi membantu ekonomi orang tuanya.
Perjalanan kariernya di institusi kepolisian dimulai di Satreskrim Polres Solok (2003–2007) dengan menorehkan berbagai penghargaan. Ia kemudian mutasi ke Polresta Padang, bergabung dengan Tim Anti Bandit Polsek Kuranji, hingga berlanjut ke Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung.
Latar belakangnya sebagai anak kuli bangunan justru menyentuh hatinya untuk berbuat lebih bagi masyarakat. Dedikasi sosialnya di lapangan mendapat dukungan penuh dari Kapolresta Padang saat itu, Kombes Pol. Ferry Harahap, S.I.K., M.Si., yang kemudian mempercayainya berpindah tugas menjadi personel Bhabinkamtibmas.
Melalui rasa syukur atas profesi yang diembannya, Aipda Dian menginisiasi berdirinya sebuah yayasan sosial bersama masyarakat di Kelurahan Banuaran. Melalui wadah tersebut, ia merancang berbagai program kemanusiaan yang menyasar langsung kelompok rentan, mulai dari program peduli stunting, Jumat Berkah, peduli lansia, bantuan kaum dhuafa, hingga santunan anak yatim piatu.
lanjut komentar 👇👇