05/12/2025
Syarat Wajib Shalat Jumat
1. Muslim
Syarat wajib shalat Jumat yang pertama yaitu muslim atau beragama Islam. Sebab shalat Jumat sendiri merupakan kewajiban bagi setiap muslim dengan dilaksanakan berjamaah.
الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً : عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ
Artinya: Dari Thariq bin Syihab radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Shalat Jumat itu adalah kewajiban bagi setiap muslim dengan berjamaah, kecuali (tidak diwajibkan) atas empat orang, yaitu budak, wanita, anak-anak dan orang sakit." (HR. Abu Daud)
2. Laki-laki
Shalat Jumat hanya diwajibkan untuk seorang muslim laki-laki saja. Sementara, wanita tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jumat.
Meski begitu, disadur dari NU Online Jatim wanita diperbolehkan melaksanakan shalat Jumat dengan syarat tidak menimbulkan fitnah, mendapat izin dari suami, dan memakai pakaian sederhana. Sebagaimana tertulis dalam kitab Hasyiyah al-Syarwani sebagai berikut:
وَيُسَنُّ لِسَيِّدِ قِنٍّ أَنْ يَأْذَنَ لَهُ فِي حُضُورِهَا وَلِعَجُوزٍ فِي بِذْلَتِهَا حَيْثُ لَا فِتْنَةَ أَنْ تَحْضُرَهَا كَمَا عُلِمَ مِمَّا مَرَّ أَوَّلَ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ قَوْلُهُ : وَلِعَجُوزٍ فِي بِذْلَتِهَا - أَيْ يُسَنُّ الْحُضُورُ لِعَجُوزٍ إلَخْ حَيْثُ أَذِنَ زَوْجُهَا أَوْ كَانَتْ خَلِيَّةً وَمَفْهُومُهُ أَنَّهُ يُكْرَهُ الْحُضُورُ لِلشَّابَّةِ ، وَلَوْ فِي ثِيَابِ بِذْلَتِهَا ع ش أَيْ وَأَذِنَ زَوْجُهَا
Artinya: Sunah bagi sayyid mengizinkan hambanya untuk menghadiri Jumat. Demikian p**a sunah bagi wanita tua sekiranya tidak ada fitnah untuk menghadirinya seperti diketahui dalam keterangan yang lalu di awal bab shalat jamaah. Demikian p**a sunah menghadiri Jumat bagi wanita tua dengan catatan mendapat izin dari suaminya atau bagi wanita tua yang tidak memiliki suami.
3. Baligh
Masih melansir buku Hukum-hukum Terkait Ibadah Shalat Jumat, orang yang diwajibkan mengerjakan ibadah ini adalah mereka yang sudah berusia baligh.
Dengan begitu, anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan datang ke masjid untuk shalat Jumat. Namun, anak laki-laki diperbolehkan ikut shalat Jumat untuk belajar dan membiasakan diri.
4. Bermukim atau Al-Iqamah bi Mishr
Syarat Al-Iqamah bi Mishr artinya shalat Jumat wajib dilaksanakan oleh orang-orang yang beriqimah atau bermukim pada suatu negeri, kampung, atau wilayah yang lazim dihuni manusia. Apabila diuraikan, Al Iqamah bi Mishr merupakan dua kata yang dirangkai menjadi satu.
Al-Iqamah memiliki arti berdiam, bermukim, atau bertempat tinggal sebagai lawan dari musafir. Sementara, Mishr berarti wilayah tempat tinggal berupa perumahan atau pemukiman penduduk yang digambarkan sebagai berikut:
بلدة كبيرة فيها سكك وأَسْوَاقٌ وَفِيهَا وَال يَقْدِرُ عَلَى انْصَافِ الْمَظْلُومِ مِنَ الظَّالِمِ وَالنَّاسُ يَرْجِعُونَ إِلَيْهِ في الحوادث
Artinya: Negeri (kampung) yang besar, di dalamnya ada jalan- jalan dan pasar, serta adanya wali (hakim atau penguasa) yang mampu untuk membela orang yang dizalimi dari orang yang menzalimi, di mana orang- orang merujuk kepadanya dalam berbagai masalah.
Dengan begitu, syarat wajib shalat Jumat yakni bermukim atau berada di permukiman. Orang-orang yang berada di permukiman itu diwajibkan untuk shalat Jumat.
5. Merdeka
Orang-orang yang diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat yaitu mereka yang merdeka. Maka, para budak dan hamba sahaya tidak termasuk dalam orang-orang yang diwajibkan shalat Jumat.
6. Sehat Jasmani
Melansir kembali NU Online Jatim, pada pelaksanaan shalat Jumat dibutuhkan stamina yang prima sehingga shalat Jumat hanya dibebankan kepada orang sehat. Maka dari itu, seorang muslim yang sedang sakit tidak diwajibkan mengikuti shalat Jumat.
Selain karena sakit, shalat Jumat juga tidak wajib bagi orang-orang yang mendapatkan uzur, contohnya karena cuaca terlampau panas atau dingin. Uzur juga bisa berupa kegiatan atau profesi yang apabila ditinggalkan untuk shalat Jumat maka akan berdampak terbengkalainya kemaslahatan dan tidak dapat digantikan oleh orang lain.
Dengan begitu, shalat Jumat tidak wajib bagi petugas kepolisian yang sedang mengamankan lalu lintas, perawat orang sakit, penjaga pos keamanan, dan lain sebagainya.
7. Berakal
Syarat terakhir yaitu Berakal. Syarat berakal berlaku di setiap kewajiban ibadah lainnya, termasuk shalat Jumat.
Apabila seorang muslim tersebut tidak berakal, maka dia tidak terbebani untuk melakukan kewajiban-kewajiban syariat Islam.