Yuliana Benu Tari

Yuliana Benu Tari motivasih,edukasih dan Renungan bersama.

07/02/2026

HATI .❤️❤️❤️
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
​1. Mengapa Hati Begitu Penting?
​Dalam bahasa Ibrani, kata "hati" (lebab) tidak hanya bicara tentang emosi, tetapi merujuk pada pusat pikiran, kehendak, dan keputusan. Hati adalah "ruang mesin" dari hidup kita.
​Bayangkan sebuah mata air. Jika sumber airnya jernih, maka aliran sungai di bawahnya akan bersih. Namun, jika sumbernya tercemar, seluruh ekosistem di sekitarnya akan mati. Itulah mengapa Alkitab mengatakan "dari situlah terpancar kehidupan." Apa yang ada di dalam hati akan menentukan kualitas kata-kata, tindakan, dan masa depan .
​Matius 12:34b: "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."
​Lukas 6:45: Orang yang baik mengeluarkan hal yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik.
​2. "Dengan Segala Kewaspadaan"
​Kata "segala kewaspadaan" mengisyaratkan adanya ancaman. Kita tidak menjaga sesuatu yang tidak berharga atau sesuatu yang tidak dalam bahaya. Dunia ini terus mencoba menyuntikkan "racun" ke dalam hati kita melalui:
​Kepahitan dan dendam.
​Kekuatiran yang berlebihan.
​Keinginan duniawi dan keserakahan.
​Menjaga hati berarti kita menjadi "satpam" bagi pikiran kita sendiri. Kita harus selektif terhadap apa yang kita tonton, apa yang kita dengar, dan apa yang kita lihat.
​Filipi 4:8: Perintah untuk memikirkan semua yang mulia, adil, suci, dan manis.
​Efesus 4:26-27: "Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis."
​3. Bagaimana Cara Menjaganya?
​Kita tidak bisa menjaga hati hanya dengan kekuatan kemauan (willpower) kita sendiri, karena hati manusia cenderung menipu (Yeremia 17:9). Kita butuh "pagar" dan "penjaga" yang lebih kuat:
​Firman Tuhan sebagai Standar: Mengisi hati dengan kebenaran sehingga kebohongan dunia tidak punya tempat.
​Doa sebagai Penjaga: Menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan.
​Roh Kudus sebagai Penuntun: Meminta Roh Kudus memurnikan motivasi kita setiap hari.
​Filipi 4:6-7: "Damai sejahtera Allah... akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
​Mazmur 119:11: "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."
​Kesimpulan
​Hidup kita adalah cerminan dari kondisi hati kita. Jika hari ini hidup terasa kacau atau hampa, cobalah cek "sumber air" Anda. Mari kita berkomitmen untuk lebih waspada menjaga hati, bukan hanya menjaga penampilan luar atau reputasi, karena Tuhan melihat hati.

Bunga bakung diladang;Salomo dengan segala kemegahannya tidak berpakaian seindah bunga bakung yang hari ini ada dan beso...
30/01/2026

Bunga bakung diladang;
Salomo dengan segala kemegahannya tidak berpakaian seindah bunga bakung yang hari ini ada dan besok dibuang kedalam api.
Jika rumput saja didandani Allh apalagi kita anak2Nya.


.

24/01/2026

Mat malam..

24/01/2026

Orang yg mahir berkomunikasi selalu menaklukan hati aejak kata pertama.
Yuk kita berbagi gais.



20/01/2026

Matius 4;7
Renungan: Iman Bukan Berarti Memaksa Tuhan
​Konteks dari ayat ini adalah ketika Iblis mencobai Yesus di bumbung Bait Allah. Iblis menyalahgunakan firman Tuhan (Mazmur 91) dengan menyuruh Yesus menjatuhkan diri, seolah-olah memaksa Allah untuk membuktikan perlindungan-Nya. Namun, Yesus menjawab dengan tegas bahwa kita tidak boleh mencobai Tuhan.
​Apa artinya "Mencobai Tuhan" bagi kita saat ini?
​1. Keberanian yang Keliru
Seringkali kita sengaja menempatkan diri dalam bahaya atau melakukan tindakan ceroboh, lalu berharap Tuhan datang sebagai "penyelamat" karena kita merasa punya iman. Iman sejati tidak berjalan beriringan dengan keteledoran. Mengandalkan Tuhan berarti berjalan dalam ketaatan dan hikmat, bukan dalam kenekatan yang tidak bertanggung jawab.
​2. Memaksa Kehendak Kita
Kita mencobai Tuhan ketika kita mendikte bagaimana Tuhan seharusnya bekerja. Kita berdoa dengan nada memaksa, seolah-olah Tuhan berutang mukjizat kepada kita. Yesus mengajarkan bahwa hubungan kita dengan Bapa adalah hubungan kasih dan hormat, bukan hubungan di mana kita bisa "menguji" kesetiaan-Nya demi kepuasan ego kita.
​3. Percaya Tanpa Menuntut Bukti
Iblis ingin Yesus mencari bukti nyata atas kasih Bapa. Namun, Yesus tahu bahwa kasih Allah sudah pasti. Kita tidak perlu membuat "skenario berbahaya" hanya untuk melihat apakah Tuhan masih sayang pada kita. Firman-Nya sudah cukup menjadi jaminan.
​Aplikasi untuk Keluarga
​Di hari Selasa ini, mari kita terapkan hikmat ini dalam keluarga:
​Bertindak dengan Hikmat: Jangan mengabaikan kesehatan atau tanggung jawab keuangan dengan alasan "Tuhan pasti tolong", padahal kita sendiri yang tidak disiplin.
​Rendah Hati dalam Doa: Sampaikan permohonan kita kepada Tuhan, namun tutuplah dengan kalimat, "Jadilah kehendak-Mu, bukan kehendakku."
​Saling Mengingatkan: Ajak anggota keluarga untuk tidak mengambil jalan pintas yang berisiko (secara moral atau hukum) hanya karena merasa "aman" sebagai orang percaya.





19/01/2026

Renungan bersama💗💗

Arah Baru, Harapan Baru
​Ayat ini merupakan seruan pertama dari Yohanes Pembaptis di padang gurun. Menariknya, pesan "Bertobatlah" bukan diawali dengan ancaman, melainkan dengan sebuah janji: "sebab Kerajaan Sorga sudah dekat."
​1. Bertobat Bukan Sekadar Menyesal
​Kata asli untuk bertobat adalah metanoia, yang berarti perubahan pikiran atau arah hidup. Ini bukan hanya merasa sedih karena kesalahan masa lalu, tetapi memutuskan untuk berbalik 180 derajat menuju Tuhan. Jika selama ini kita berjalan mengikuti ego sendiri, bertobat berarti mulai berjalan mengikuti kehendak-Nya.
​2. Motivasi Kasih, Bukan Ketakutan
​Yohanes Pembaptis mengingatkan bahwa Kerajaan Sorga "sudah dekat". Artinya, Tuhan sendiri yang datang mendekat kepada manusia melalui Kristus. Kita diminta bertobat bukan supaya Tuhan tidak marah, melainkan karena Tuhan sudah menyediakan tempat, kasih, dan otoritas-Nya bagi kita. Sayang sekali jika Kerajaan yang mulia itu sudah di depan mata, namun kita masih sibuk dengan dosa-dosa lama.
​3. Persiapan Hati
​Membangun hubungan dengan Tuhan memerlukan hati yang "bersih" dan siap. Sama seperti kita merapikan rumah saat akan kedatangan tamu agung, bertobat adalah cara kita merapikan hati untuk menyambut kehadiran Tuhan dalam hidup sehari-hari.
​Refleksi untuk Hari Ini:
​Apakah ada kebiasaan atau cara berpikir lama yang masih menghalangi saya untuk merasakan kehadiran Tuhan?
​Maukah saya hari ini mengambil satu langkah nyata untuk berbalik dari kesalahan tersebut dan mendekat pada kasih-Nya?



Address

Palangkaraya
74511

Telephone

+622144892759

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yuliana Benu Tari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share