21/12/2025
:
📌 Mengapa Rapor Tidak Mencantumkan Ranking?
Di lapangan, kami pernah melihat dampak yang kurang baik ketika anak terlalu dibebani dengan peringkat. Ada anak yang mendapat ranking terakhir justru mengalami tekanan dari orang tua, bahkan sampai mendapat perlakuan yang menyakitkan secara fisik maupun mental. Ini bukan hal sepele, karena luka batin pada anak bisa terbawa hingga dewasa.
Karena itulah, rapor tidak lagi mencantumkan ranking. Bukan karena kami tidak menghargai prestasi, tetapi karena kami ingin melindungi mental dan kepercayaan diri anak-anak.
Perlu dipahami bersama, ranking bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Setiap anak memiliki kelebihan, potensi, dan jalan kesuksesannya masing-masing. Ada yang unggul di akademik, ada yang berkembang di keterampilan, sikap, maupun karakter—dan semua itu sama berharganya.
Prestasi tetap kami apresiasi dengan cara yang lebih positif dan membangun, tanpa harus membandingkan satu anak dengan anak lainnya.
Yang paling penting, anak-anak tetap mau sekolah, tekun belajar, dan berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik adalah mendampingi, menguatkan, dan memotivasi, bukan menekan.
Mari kita tumbuhkan anak-anak yang percaya diri, berkarakter, dan bahagia dalam belajar. 🌱