20/04/2026
Terseret Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan emosinya didepan wartawan dan awak media.
Dalam konferensi pers di kediamannya pada Sabtu, 18 April 2026, Jusuf Kalla melontarkan istilah "Termul" (singkatan dari Ternak Mulyono) untuk menyindir kelompok loyalis atau buzzer yang terus menyudutkannya.
Kemarahan JK dipicu oleh tudingan peneliti forensik digital Rismon Sianipar yang menyebutnya sebagai penyokong dana atau "bohir" sebesar Rp5 miliar di balik gerakan yang mempersoalkan ijazah Jokowi. JK menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah keji yang merusak nama baiknya.
"Kasih tahu semua itu, termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya! Tanpa jadi Gubernur (DKI), mana bisa jadi Presiden?" ujar JK dengan nada tinggi di hadapan awak media di Jakarta Selatan.
JK mengungkit kembali sejarah karier politik Jokowi untuk menegaskan posisinya. Ia mengingatkan bahwa dirinya adalah sosok yang membujuk Megawati Soekarnoputri agar bersedia mengusung Jokowi dari Solo ke Jakarta pada Pilkada DKI 2012.
Lebih lanjut, JK membeberkan bahwa pada Pilpres 2014, ia diminta mendampingi Jokowi sebagai Wakil Presiden atas desakan Megawati guna membimbing Jokowi yang saat itu dianggap belum memiliki pengalaman cukup di level nasional.
Meski emosional terhadap para penuduhnya, JK tetap memberikan nasihat sebagai sosok yang lebih senior kepada Jokowi agar polemik ijazah ini segera berakhir. Ia berpendapat bahwa keengganan Jokowi menunjukkan ijazah asli hanya akan terus memicu perpecahan di masyarakat yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.
"Sudahlah Pak Jokowi, kasih lihat ijazah saja. Saya yakin itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat berkelahi sendiri, saling memaki selama dua tahun," tegasnya.
Sebagai langkah tegas, JK telah melaporkan Rismon Sianipar dan sejumlah akun media sosial ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. JK menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Rismon dan sama sekali tidak terlibat dalam pendanaan isu tersebut.